Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Sabtu, 06 Mei 2017

Polisi Kembali Tangkap Pengedar Kupon Togel

Polisi Kembali Tangkap Pengedar Kupon Togel
Foto : Polres Blora
BLORA, panturaNews.info  -  Anggota Buser Sat Reskrim Polres Blora kembali menangkap seorang penjual togel, atas nama Hadi Yuwono (34). warga Jalan Cendana No. 38,  Blora Kota, Jumat (05/05/207) malam sekitar pukul 19.00.

Menurut Kasatreskrim Polres Blora,  AKP Herry Dwi, S.H, M.H, tersangka penjual kupon togel ditangkap di warung kopi miliknya sendiri Jln. Mr. Iskandar, turut Kelurahan Mlangsen, Bora Kota. “Penangkapan tersebut, berbekal laporan dari masyarakat,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti,  diantarnaya smartphon Tab merk Mito, satu Hp merk Evercrooss, satu lembar kertas rekapan tulisan angka, dan uang tunai Rp. 51.000 diduga  hasil penjualan kupon togel saat itu.

“Uang pasangan itu memang kecil nilainya, tetapi jika saja penangkapan itu terjadi saat seluruh kupon sudah laku, nilainya akan besar,” tandas Ksatreskrim Herry.

Kasatreskrim mengakui kesulitan memberantas judi togel secara massif. Hal itu disebabkan karena pelaku perjudian togel selalu lebih proteks pada aksinya. “Mereka tidak melayani pembeli di luar yang telah dikenal, sehingga polisi sulit mengecoh penjual kupon togel,” ujarnya. *)

Polres Blora.


Share:

Jumat, 05 Mei 2017

Pembangunan Wisata Kedungpupur & Goa Terawang Butuh Payung Hukum

Suasana kolam renang Kedungpupur peninggalan Belanda di kawasan hutan
Desa Ledok Kecamatan Sambong. (foto: dok-ib)
BLORA. Banyaknya potensi wisata di kawasan hutan milik Perhutani mulai ditata kembali dengan harapan bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Seperti halnya Kedungpupur Desa Ledok Kecamatan Sambong yang menawarkan wisata kolam renang peninggalan Belanda dan sumur minyak tua serta Goa Terawang Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan.

Untuk menata itu, Pemkab Blora menggandeng berbagai pihak untuk turut andil dalam pengembangan potensi wisata itu. Seperti Perhutani, Pertamina, pemerintah desa hingga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Karena melibatkan banyak pihak, Pemkab pun tak ingin terjadi permasalahan terkait proyek pembangunan pengembangan destinasi wisata itu. Dalam proyek pengembangan kawasan wisata Kedungpupur di Desa Ledok, Kecamatan Sambong misalnya, sejumlah pihak turut serta dalam pengembangan wisata sumur minyak tua dan kolam renang peninggalan Belanda yang berada di kawasan hutan tersebut.

Selain Pemkab, Perhutani dan Pertamina, pemerintah desa dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) juga terlibat dalam pengembangan destinasi wisata yang diproyeksikan menjadi unggulan Blora di masa depan tersebut.

Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu siap mengucurkan bantuan dari dana corporate social responsibility ( CSR) sebesar Rp 500 juta untuk pengembangan Kedungpupur. Untuk kali kesekian, Pemkab menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas pengembangan Kedungpupur, Selasa (2/5) lalu.

Rapat dipimpin Bupati Djoko Nugroho didampingi Wabup Arief Rohman. Rakor yang berlangsung di ruang pertemuan Wabup tersebut dihadiri sejumlah pejabat antara lain Asisten II Slamet Pamudji, Kepala Bappeda Sutikno Slamet, Kepala Dinporabudpar Kunto Aji serta perwakilan Perhutani KPH Blora dan Cepu dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Rapat rencana pembangunan Kedungpupur dan Goa Terawang dipimpin Bupati Djoko Nugroho. (foto: ip-ib)
Kepala Bappeda Sutikno Slamet dalam pembukaan rapat menyampaikan bahwa rencana pengembangan wisata Kedungpupur akan segera dilakukan. Saat ini yang menjadi fokus pembangunan salah satunya adalah pembangunan kolam renang. Dibutuhkan payung hukum yang kuat karena dalam proyek pengembangan ini melibatkan banyak pihak diantaranya Pemkab Blora, Pertamina, Perhutani dan BUMDes.

Bupati Djoko Nugroho mengemukakan, dengan adanya pengembangan wisata Kedungpupur diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar sehingga bisa meningkatkan perekonomian rakyat. Pengembangan wisata juga ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam menjalankan usaha yang akan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Semua yang ada di Blora adalah untuk Blora, semua untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora,” ujar Bupati.

Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan bahwa fokus pengembangan wisata pada saat ini adalah wisata Kedungpupur serta wisata Gua Terawang. Terkait pengembangan wisata Goa Terawang, Humas Perhutani Blora, Teguh menyampaikan bahwa saat ini perencanaan pengembangan sudah dibuat dan Gua Terawang telah dihiasi lampu lampu hias serta di bagian dalam gua diberi lampu penerangan.

Pengembangan akan dilakukan dengan menyediakan fasilitas bermain seperti kereta mainan serta kendaraan ATV. Sementara itu, terkait payung hukum, Wabup Arief Rohman menyatakan bisa dibahas lebih lanjut dengan Kejaksaan Negeri. Menurutnya, Kepala Kejaksaan Negeri Blora sangat mendukung adanya pengembangan wisata ini.

“Adanya payung hukum dapat membantu proses pengembangan wisata agar lebih jelas,” tandasnya.

Selain itu wabup juga berharap agar pengembangan wisata melibatkan pula masyarakat sekitar. Sekadar diketahui, Wanawisata Kedungpupur dinyakini bisa menjadi ikon destinasi sejarah di Blora.

Kawasan wisata itu memadukan wisata air dan pesona hutan dan penambangan minyak sumur tua. Di Desa Ledok terdapat kolam Kedungpupur yang konon pernah menjadi tempat pemandian bagi pekerja tambang minyak di jaman kolonial Belanda. Selain itu, kawasan hutan jati di Desa Ledok masih asri di tengah aktivitas pertambangan minyak. (humas |ip-ib)
Share:

38 Calhaj Rembang Gagal Berangkat Tahun Ini

38 Calhaj Rembang Gagal Berangkat Tahun Ini
Foto : dok.
REMBANG, panturaNews.info  – Sebanyak 38 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Rembang diapstikan gagal bernagkat tahun ini. Pasalnya, hingga batas pelunasan yang ditentukan, Jumat (5/5) kemarin, mereka tidak juga melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Shalehudin menyatakan, secara otomatis 38 jamaah yang tidak melunasi BPIH tahap pertama itu keberangkatanya akan mundur pada tahun depan.

“Hingga Jumat sore, yang melunasi BPIH baru 783 calhaj. Maka, secara otomatis 38 calhaj yang tidak melunasi tersebut gagal berangkat tahun ini. Kami belum identifikasi, mengapa mereka tidak melakukan pelunasan,” terang Shalehudin.

Ia mengungkapkan, selanjutnya mereka akan digantikan oleh calhaj lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang. Beberapa latar belakang calhaj yang diproyeksikan mengisi kuota tersebut adalah penggabungan calhaj (suami dengan istri atau anak), calhaj yang sudah berhaji tetapi masuk kuota serta lansia.

“Tapi untuk berapa kuota pelunasan BPIH tahap kedua untuk Rembang, yang menentukan Kantor Kemenag Wilayah Jateng. Jadi, kami tidak tahu dapat berapa dan tidak secara otomatis jumlahnya sama dengan calhaj yang gagal berangkat,” kata dia.

Ia menyebutkan, berdasarkan data Kemenag, 38 calhaj yang gagal berangkat tersebut hingga saat ini belum terselesaikan paspornya. “Daftar calhaj yang akan melunasi BPIH tahap kedua sudah kami kirimkan ke pusat. Namun, kami tidak tahu siapa saja nanti yang akan masuk daftar yang akan melunasi BPIH tahap kedua,” tadansnya. *)

Sumber :  SM Network)
Share:

Jebol Pagar, 200 Tahanan Melarikan Diri

Jebol Pagar, 200 Tahanan Melarikan Diri

PERKETAT PENJAGAAN : Petugas Polda Riau dibantu warga berjaga di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Kelas IIB, Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5). Penjagaan diperketat pasca kaburnya ratusan tahanan di Rumah Tahanan itu. ( Foto : SM/Ant)
PEKANBARU – Polda Riau berhasil menangkap kembali 96 tahanan yang kabur dari rutan Kelas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Jumat (5/5). Lebih dari 200 narapidana melarikan diri dari rutan Sialang Bungkuk setelah menjebol pagar depan, tepat bersamaan dengan waktu shalat Jumat.

Petugas tak kuasa menghalangi mereka karena kalah jauh dalam jumlah. “Sudah diamankan 96 orang dari 200 lebih yang kabur,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, kemarin.

Dia mengatakan, para tahanan kabur setelah menyampaikan akumulasi kekecewaan atas perilaku kepala keamanan penjara melalui unjuk rasa.

Para tahanan berteriak-teriak keluar dari kamar 2-B dan mendobrak salah satu pintu. Setelah itu, mereka mendorong pintu penjara menggunakan tiang jemuran dan kayu, kemudian kabur.

“Kekecewaan para tahanan terkait pelayanan kurang optimal dari rutan. Selain itu, isi kamar melebihi kapasitas. Kapasitas rutan harusnya 361 orang, namun diisi 1.800 orang,” ungkap Guntur. Polisi membentuk tim untuk memeriksa jalan-jalan yang kemungkinan dilalui tahanan.

Tiga tahanan ditangkap oleh warga dan dipukuli karena menyandera seorang anak kecil. “Di rutan, kami turunkan satu satuan setingkat kompi (SSK) dari Polresta Pekanbaru, 2 SSK Brimob Polda Riau, dan satu SSK dari TNI,” kata Guntur.

01sm06e17nas-02aDalam pelarian, ada tahanan yang merampas sepeda motor warga, ada yang langsung menggunakan kendaraan yang diparkir di depan rutan. Polisi mengimbau warga untuk waspada dan melapor ke kepolisian terdekat bila menemukan atau melihat orang yang mencurigakan.

Pejabat Wali Kota Pekanbaru, Edwar Sanger, meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan usai kaburnya ratusan tahanan tersebut. “Aktifkan pos keamanan lingkungan usai kejadian ini,” kata Edwar usai mengujungi lapas.

Sejumlah masjid di lokasi sekitar Sialang Bungkuk turut mengumumkan peristiwa kaburnya tahanan tersebut melalui alat pengeras suara. Beberapa dari pemuda dan pria di lingkungan pemukiman aktif membantu kepolisian melakukan penangkapan.

Tuntutan Tahanan

Keributan di rutan Pekanbaru dipicu oleh tuntutan tahanan yang mendesak dicopotnya kepala keamanan. Saat kerusuhan pecah, ratusan tahanan kabur dengan cara menjebol pintu dan pagar penjara.

Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, I Wayan Kusmianta Dusak, mengatakan, berdasarkan laporan dari petugas, kepala keamanan dinilai bermasalah oleh para tahanan. ”Itu tuntutan mereka. Para tahanan menuntut kepala keamanan diganti,” kata Dusak, Jumat (5/5).

Saat diberi kesempatan menunaikan shalat Jumat, sekitar 50 tahanan mendobrak pintu samping rutan. Saat itu petugas tak bisa mencegah karena kalah jumlah. Petugas yang mengawal hanya enam orang.

Jebolnya pintu samping dan kaburnya puluhan orang itu memicu tahanan lain mengamuk. Mereka ikut menjebol pintu sel dan kabur. Sebagian tahanan melarikan diri masuk ke rumah warga untuk bersembunyi.

Berdasarkan penuturan warga, beberapa tahanan menghadang kendaraan yang melintas dan merampasnya. Lapas tersebut, menurut Dusak, kelebihan penghuni.

Dari kapasitas 300-an orang, diisi hingga 1.800 orang. Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto mengatakan, polisi akan menggelar razia untuk menyekat jalur pelarian tahanan.

Razia digelar di sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi rute kabur. Polisi mencatat, 17 tahanan ditangkap oleh Polsek Tenayan, tiga diamankan Polsek Sei Kijang, dan lima tahanan dikembalikan ke rutan.

Bagi tahanan yang belum tertangkap, Susanto mengimbau agar segera menyerahkan diri. Ini bukan kali pertama tahanan melarikan diri secara massal dari penjara. Sepanjang 2017 saja, lebih dari lima kali tahanan kabur massal.

Selain di Pekanbaru kemarin, tahanan kabur massal terjadi di Malang. Pada 19 April 2017, sebanyak 17 tahanan melarikan diri dari rumah tahanan Mapolres Malang, Jawa Timur, pada dini hari.

Pelaku menggergaji teralis penjara menggunakan gergaji yang diselundupkan oleh salah satu istri tersangka. Seluruhnya berhasil ditangkap. Pada 17 April 2017, tujuh tahanan Polsek Tambaksari Surabaya melarikan diri setelah merusak bagian atap ruang tahanan.

Tertangkap seluruhnya setelah enam hari. Kemudian pada 26 Januari 2017, 13 tahanan Polres Balikpapan, Kalimantan Timur, kabur dari ruang tahanan, pagi hari.

Mereka melarikan diri dengan cara menggergaji teralis besi. Belum seluruhnya tertangkap. Pada 23 Januari 2017, tujuh tahanan Ditnarkoba Bareskrim Polri, Jakarta, kabur pada malam hari.

Mereka membobol dinding tahanan. Pelaku mengelabuhi petugas dengan cara menutupi lubang dinding menggunakan kain. Tertangkap seluruhnya pada 2 Februari 2017, satu tewas ditembak, satu menyerahkan diri, dan lima ditangkap.



 (sm/ant)
Share:

Korupsi Proyek Pengadaan E-KTP : KPK Buru Aset Andi Narogong

Korupsi Proyek Pengadaan E-KTP : KPK Buru Aset Andi Narogong

DIPERIKSA KPK : Inayah, istri siri tersangka kasus dugaan korupsi E-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/5). (Foto : SM)
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa istri siri Andi Agustinus alias Andi Narogong, Inayah, dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP), Jumat (5/5).

Andi diduga menjadi dalang dan inisiator bancakan duit korupsi E-KTP yang mencapai Rp 2,6 triliun. Namun, Inayah bungkam usai diperiksa. Dia keluar dari lobi kantor KPK sekitar pukul 16.45. Inayah tiba di KPK pukul 10.30.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyebut pemeriksaan Inayah dilakukan terkait kepemilikan aset Andi Narogong. Selain Inayah, KPK juga memeriksa Anton Taofik dan Elza Syarief. Kedua saksi terakhir berstatus sbagai pengacara.

“Dua saksi ini (Inayah dan Taofik) pernah kami periksa sebelumnya dan saat ini dibutuhkan beberapa pendalaman informasi. Penyidik mendalami kepemilikan aset tersangka (Andi) terhadap saksi Inayah,” kata Febri.

Belum Dipikirkan

Ketika ditanya akankah penyidik menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang terhadap Andi Narogong, Febri mengaku belum memikirkan jauh ke sana.  “Belum sampai ke sana. Penyidik masih fokus pada pembuktian indikasi korupsi E-KTP yang sedang berjalan,” katanya.

Inayah dan Anton tiba di kantor KPK sejak pagi dan langsung menuju ruang pemeriksaan. Adapun Elza sampai sore belum terlihat.

Terhadap Anton, penyidik KPK kembali mengklarifikasi soal pertemuannya dengan tersangka pemberi keterangan palsu Miryam S Haryani di kantor Elza Syarief. Pertemuan tersebut terjadi sebelum Miryam menjalani sidang. Diduga, dari pertemuan tersebut, akhirnya Miryam tak mengakui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya.

“Untuk saksi Anton Taofik, kami mengklarifikasi kembali beberapa keterangan yang disampaikan sebelumnya, yaitu terkait dengan peristiwa yang terjadi di kantor pengacara Elza Syarif beberapa waktu lalu,” terang Febri.

KPK sudah menyita dua mobil mewah dan sejumlah dokumen milik Andi dalam penggeledahan di dua rumah di Tebet.

Andi, menurut KPK, mengalirkan dana ke sejumlah pihak. Dia juga mengkoordinasi Tim Fatmawati yang diduga dibentuk untuk kepentingan pemenangan tender proyek E-KTP.

Sebelumnya, pengacara Farhat Abbas juga diperiksa KPK untuk tersangka Miryam S Haryani. Keterangan Farhat dibutuhkan karena dia adalah pengacara dari saksi lain dalam kasus ini, yaitu Elza Syarif, yang sudah diperiksa pada 5 dan 17 April lalu.

Farhat Abbas saat mendampingi pemeriksaan Elza pada 17 April lalu mengungkapkan, Elza dikonfirmasi mengenai pertemuan antara mantan anggota Komisi II dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani dengan seorang pengacara bernama Anton Taofik.

Farhat mengatakan, ada petinggi partai berinisial SN dan RAyang mengatur pertemuan tersebut. “Pokoknya dalam pemeriksaan lalu, Ibu Elza dikejar, termasuk petinggi (partai) juga, inisial SN dan RA orang yang dianggap mengatur (pertemuan),” kata Farhat.

Farhat tak menyebut nama lengkap kedua orang itu. RA adalah salah satu petinggi partai yang bekerja sebagai asisten SN. “Ibu (Elza) dikejar bahwa itu dilakukan oleh suruhan orang berinisial SN dan RA, itu untuk pengacara Anton Taofik,” ungkap Farhat. Sebelumnya, Elza membenarkan bahwa Miryam bertemu Anton Taofik di kantornya. Pada pertemuan tersebut, Elza mengatakan Miryam bercerita mengenai kasus E-KTP.

Namun Elza membantah bila dirinya menyarankan Miryam untuk mencabut keterangandalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Anton diduga sebagai orang yang memengaruhi Miryam untuk mencabut BAP.

Dalam sidang dugaan korupsi EKTP pada 30 Maret, penyidik KPK yang menangani kasus tersebut, yaitu Novel Baswedan, mengatakan bahwa Miryam ditekan oleh sejumlah anggota Komisi III DPR untuk tidak mengakui fakta-fakta menerima dan membagikan uang dalam penganggaran proyek itu.

Nama-nama anggota Komisi III itu, menurut Novel, adalah Ketua Komisi III dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Gerindra Desmond Junaidi Mahesa, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Hanura, Sarifuddin Suding, anggota Komisi III dari Fraksi PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu dan satu orang lagi yang Novel lupa namanya.

Andi Agustinus alias Andi Narogong disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar.

Terdakwa dalam kasus ini adalah Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Irman, dan Direktur Pengelolaan Data dan Informasi Dukcapil, Sugiharto. (sm/ant)

Share:

Polisi Tangkap Warga Andongrejo Penjual Kupon Judi Togel

Tersangka penjual kupon judi togel yang ditangkap polisi beberapa hari lalu. (foto: dok-resbla)
BLORA. Penjual kupon judi togel terus menjadi incaran anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Blora untuk ditangkap. Belum lama ini salah satu penjual kupon togel berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Ia dibekuk karena telah meresahkan warga masyarakat. Ia adalah Sukamdi (48) warga Desa Andongrejo Kecamatan Blora Kota.

Modus yang dilakukan tersangka untuk aksi judi togel menurut keterangan Kasat Reskrim AKP Herry S.H, M.H bermacam-macam. Ada yang berkomunikasi lewat SMS, bertemu di lokasi, hingga pengedar mendatangi warga atau pelanggannya.

Kronologis penangkapan terjadi pada hari Rabu, 03 Mei 2017 lalu sewaktu anggota Sat Reskrim Polres Blora melakukan patroli dan selanjutnya mendapat informasi mengenai adanya orang yang berjualan kupon judi togel.

“Setelah melaksanakan penyelidikan, kemudian pada hari Kamis (4/5/2017) sekitar pukul 19.30 WIB Sat Reskrim Polres Blora berhasil mengamankan pelaku yang baru saja melayani orang yang sedang membeli kupon togel. Dengan mengamankan barang bukti yang ada pada pelaku, selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Blora,” ucapnya kepada awak media, Jumat (5/5/2017) kemarin.

Tersangka (sukamdi) mengaku tergiur melakukan perjudian karena bisa meraup keuntungan sebesar Rp 600 ribu per hari, sehingga ia disamping bekerja sebagai petani, dirinya ikut berjualan kupon togel untuk menambah pundi-pundi rupaihnya.

“Kadang ada yang pasang Rp 1.000, nanti dapatnya 60 kali lipat, saya dapat 20 persen. Ya ini untuk menambah kebutuhan sehari-hari,” ucap AKP Herry menirukan kalimat tersangka saat diperiksa.

Ia mengatakan dalam kurun waktu seminggu masyarakat banyak memberikan aduan dan informasi kepada pihak Kepolisian bahwa masih banyak dijumpai pengecer dan pengedar kupon togel, sehingga pihaknya meningkatkan patroli.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, pihaknya langsung menanggapi adanya laporan warga yang resah adanya praktek penjualan kupon judi togel. Pengungkapan perjudian itu dilakukan dengan modus penyamaran yang dilakukan oleh anggota Sat Reskrim.

“Kami melakukan penyamaran dalam ungkap kasus penangkapan pelaku penjual kupon judi togel tersebut. Saat ini pelaku masih diperiksa untuk menelusuri jaringannya. Dan tidak berhenti disini, komitmen kami akan terus melakukan penumpasan berbagai bentuk perjudian di Kabupaten Blora yang meresahkan masyarakat,” tegas AKP Hery S.H, M.H.

AKP Hery juga menambahkan akan menciduk siapa pun termasuk jika ada oknum petugas yang jadi “backing”praktik judi. Proses hukum akan diberlakukan bagi siapapun yang tertangkap.

“Kalau ada praktek “backing”dari oknum petugas, kemudian ada proses pengiriman uang, kita kejar dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang),” tandasnya.

Kapolres Blora AKBP Surisman juga menekankan kepada jajarannya agar aktif ketika mengetahui ada laporan dan keluhan warga. Jika tidak, bisa saja ada pergeseran jabatan agar kinerja kepolisian di Blora bisa optimal.

“Kalau banyak aduan tapi Kapolsek atau Kasat tidak melakukan apa-apa, ya bisa diganti,” tutup AKBP Surisman, S.I.K, M.H. (ip-infoblora)
Share:

Datangi Blora, KPK Lakukan Supervisi Pencegahan Korupsi

Datangi Blora, KPK Lakukan Supervisi Pencegahan Korupsi
Foto : dok.
BLORA, panturaNews.info – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi pencegahan (korsupgah) korupsi di Blora, Jumat (5/5). Korsupgah digelar di aula Inspektorat Blora. Tim korsupgah dari KPK yang hadir diantaranya Deputi Pencegahan M Najib.

Sementara dari Pemkab Blora, korsupgah diikuti Wakil Bupati (Wabup) H Arief Rohman, Kepala Inspektorat Bambang Darmanto, Kepala Bappeda Sutikno Slamet, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPPKAD) Komang Gede Irawadi, Kepala Dinas Penanaman Modal Purwanto,  Kepala Dinkominfo Sugiyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Suwignyo serta Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Riyatno, masing-masing didampingi stafnya.

Dalam korsupgah tersebut satu persatu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait dengan perencanaan dan penganggaran antara lain diminta menjelaskan sistem pengelolaan anggaran selama ini yang berbasis web, termasuk pula sistem informasi perencanaan pembangunan daerah (SIPPD).

Dalam paparan tersebut terungkap belum terintegrasinya sistem antara e-planning (SIPPD) dan e-finance. Selain itu, aplikasi sistem sudah cukup banyak tersedia di Blora. Namun aplikasi tersebut belum terintegrasi. “Belum terintegrasi namun sudah berbasis web. Masih ada OPD yang menginfut data secara manual,” kata Komang Gede Irawadi.

Untuk itu, Dinkominfo diminta menyediakan fasilitas pengintegrasian aplikasi. “Aplikasi menjadi efektif jika terintegrasi. Itu untuk mencegah terjadinya kesalahan,” tandas Deputi Pencegahan KPK M Najib dalam rapat korsupgah.

Pemkab Blora pun menyiapkan rencana aksi untuk mengintegrasikan sejumlah sistem aplikasi. Rencana tersebut akan direalisasikan tahu ini juga. “Dinkominfo siap menyediakan sarana dan prasarana berbasis teknologi informatika untuk mengintegrasikan aplikasi yang ada,” tandas Kepala Dinkominfo Sugiyono.

Kegiatan korsupgah tidak hanya dilakukan di Blora. Melainkan diadakan pula di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Di Blora, korsupgah merupakan tindak lanjut dari penandanganan nota kesepahaman antara KPK, gubernur, serta bupati/wali kota di Jateng pada Oktober 2016. Deputi Pencegahan KPK menggelar safari di kabupaten dan kota di Jateng dalam rangka mendorong percepatan program e-government tersebut. *)

Sumber :  SMNetwork
Share:

Lagi, Polisi Blora Bekuk Penjual Togel

Lagi, Polisi Blora Bekuk Penjual Togel
Foto : Polres Blora.
BLORA, panturaNews.info - Lagi,  petugas Sat Reskrim Polres Blora berhasil  membekuk seorang penjual togel, Sukamdi (48), warga Desa Andongrejo, Kecamatan Blora Kota,  Kamis (04/05/17), malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Keterangan yang berhasil dihimpun,  penangkapan terhadap tersangka berawal  ketika anggota Sat Reskrim Polres Blora melakukan patroli,mendapat informasi  adanya  orang yang berjualan kupon judi togel,

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya Kamis (04/05/2017) sekitar pukul 19.30 WIB, petugas berhasil mengamankan Sukamdi yang waktu itu  baru saja melayani orang yang sedang membeli kupon togel. Sejumlah barang bukti berhasul disita dalam penangkapan itu.

Kapolres Blora, melalui Kasat Reskrim AKP Herry S.H, M.H mengatakan, tersangka Sukamdi mengaku tergiur perjudian karena bisa meraup keuntungan sebesar Rp 600 ribu setiap harinya.
“Kalau ada  yang pasang Rp 1.000, nanti dapatnya 60 kali lipat, saya dapat 20 persen. Ya ini untuk menambah kebutuhan sehari-hari,” kata Sukamdi. *)

Polres Blora  *)


Share:

Kodim Demak Nobar Talk Show "Membidik Jokowi Lewat Ahok"

Kodim Demak Nobar Talk Show "Membidik Jokowi Lewat Ahok"
Foto : Makruf
DEMAK, panturaNews.info  - Pasiter  Kodim Demak, Kapten Inf. Mulyadi memimpin langsung acara nonton bareng (Nobar) Talk Show di Kompas TV bertema  "Membidik Jokowi Lewat Ahok", dimana,.Panglima TNI,  Jendral TNI Gatot Nurmantyo tampil  sebagai narasumber, Kamis (4/5) malam..

Acara Nobar yang digelar  di Aula Makodim 0716/Demak Jl. Kyai Singkil No.01Bintoro tersebut, diikuti oleh seluruh Perwira Staf, Danramil jajaran Kodim 0716, dan anggota baik prajurit maupun PNS, yang jumlahnya  sekitar 98 orang,

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memanfaatkan media Televisi untuk memberikan gambaran dan pandangan secara langsung mengenai kapasitas Panglima TNI terkait masalah tugas dan tanggung jawabnya.

Lebih jauh disampaikan berbagai informasi dan tanggapan terhadap isu isu yang berkembang diseputar permasalahan bangsa Indonesia kedepan, dalam acara ROSI yang dibawakan oleh host Rosiana silalahi dengan narasumber Panglima TNI (Jenderal TNI Gatot Nurmantyo).

Di acara tersebut,  Panglima TNI  menyampaikan,  bahwa TNI sampai dengan saat ini masih merupakan sebuah  institusi terpercaya oleh masyarakat menurut beberapa survey yang dilakukan dan Presiden RI merupakan panglima tertinggi dan TNI senantiasa patuh serta selalu mengikuti instruksi dan perintah yang diberikan kepada TNI, ''Jadi TNI selalu patuh terhadap instruksi Presiden dalam hal apapun termasuk dalam pengamanan kegiatan Pilkada 2017 dan aksi Demo 212''.

Terkait dengan tulisan Alllan Nairn (jurnalis Amerika) yang menyudutkan TNI dengan salah satu statemennya bahwa Dalam hasil investigasinya, Allan Nairn mengatakan unjuk rasa besar yang terjadi di Jakarta, tidak semata-mata untuk mendesak pemerintah agar memberhentikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Lebih dari itu, ada upaya untuk menggulingkan pemerintahan dengan menciptakan kekacauan di kalangan masyarakat, hal tersebut tidak perlu ditanggapi karena opini tersebut tidak berdasar dan cenderung hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Gambar gambar / foto Panglima TNI pada aksi 212 yang menggunakan peci putih dimana kemudian disebarkan di Medsos dan dianggap pendukung aksi demo merupakan suatu sarana untuk komunikasi kepada pendemo (psikologi massa) dan TNI sudah bersumpah setia kepada Dasar Negara Pancasila dan UUD 45 sehingga siapapun yang ingin berusaha  merubah atau mengganggu dasar Negara tersebut akan berhadapan dengan TNI.

Lebih lanjut disampaikan,  terkait rumor dan pemberitaan media yang menginginkan Panglima TNI menjadi Presiden, Panglima TNI menyatakan TIDAK MAU. Karena Panglima TNI diangkat dan disumpah oleh Presiden dan memegang teguh Sumpah Prajurit taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.

Kegiatan aksi demo sah sah saja selama demo tersebut merupakan suatu media atau sarana untuk menyampaikan aspirasi dan tidak menimbulkan kerusuhan. Dan perlu diketahui bahwa sampai saat ini Indonesia sangat kondusif jadi jangan takut dan jangan mau ditakut-takuti.

Semantara itu tanggapan dari dewan Pers dan perwakilan jurnalis/Pimred menyatakan bahwa tulisan jurnalis Amerikan Allan Nairn merupakan opini dan bukan merupakn  produk jurnalis. Masyarakat boleh menanggapi dan boleh mengabaikan, bahkan didalam kode etik Pers/jurnalis tidak boleh memecah belah/mengadudomba rakyat dan tetap berpegang teguh kepada aturan dan kode etik dalam pers.

Ditambahkan oleh pengamat militer Salim Said  bahwa  pemikiran orang sipil terhadap militer jaman dulu dengan sekarang sudah mengalami banyak perubahan sedangkan terkait “fenomena” Allan Nairn bukanlah merupakan tulisan seorang Jurnalis tapi lebih kepada aktifis yang selama ini telah memprovokasi dan mengadu sesama rakyat Indonesia agar terpecahbelah, karena Allan Nairn melihat bahwa rakyat Indonesia masih percaya dan masih menghiraukan berita2 Hoax sehingga Indonesia menjadi sasarannya.

Menurut Pasiter Kodim 0716/Demak Kapten Inf Mulyadi, nobar kali ini adalah sesuai petunjuk dari komando atas melalui surat agar seluruh prajurit menonton siaran talk show tersebut. *)

Pendim 0716/Demak

Share:

Kamis, 04 Mei 2017

Nelayan Serahkan Ratusan Jaring Trawl

Nelayan Serahkan Ratusan Jaring Trawl

JARING TRAWL : Ratusan jaring jenis trawl milik nelayan di Kecamatan Sluke dan Kota Rembang diserahka secara suka rela kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) di Pos Kamla Tasikagung Rembang. (Foto suaramerdeka)
REMBANG panturaNews.info  – Sejumlah nelayan yang berasal dari Desa Pangkalan Kecamatan Sluke dan Gegunung Kulon Kecamatan Kota Rembang, Kamis (5/5) sore menyerahkan secara suka rela jaring jenis trawl milik mereka.

Tercatat 117 unit jaring trawl diserahkan, di antaranya 113 unit milik nelayan Pangkalan dan 4 unit milik nelayan Gegunung Kulon. Jaring-jaring tersebut diserahkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) di Pos Kamla Tasikagung.

Selama ini, alat tangkap tersebut kebanyakan digunakan pada kapal dengan bobit mati di bawah 10 grosston. Jaring tersebut berdasarkan aturan termasuk kategori alat tangkap yang dilarang digunakan oleh nelayan. Setelah diserahkan, rencananya alat tangkat terlarang itu akan diamankan.

Ratusan jaring tersebut dikumpulkan menjadi satu di komplek Pos TNI Angkatan Laut Rembang, masuk wilayah Desa Tasikagung Kecamatan Rembang. Menurut rencana, jaring-jaring ilegal ini akan segera dimusnahkan.

Kabid Kenelayanan Dinlutkan Kabupaten Rembang, Pamuji menyebutkan, penyerahan secara sukarela alat tangkap terlarang ini merupakan hasil sosialisasi. Selain itu, para pemilik jaring trawl juga merasa resah lantaran adanya oprasi gabungan yang melibatkan Dinlutkan, Satpolair dan TNI AL.

“Berkat sosialisasi yang kami lakukan pada Kamis pada pekan lalu, kesadaran masyarakat nelayan akan kelangsungan ekosistem laut mulai muncul. Sehingga mereka akhirnya menyerahkan jaring kepada kami,” kata Pamuji.

Selanjutnya, Dinlutkan berencana mengupayakan bantuan alat tangkap kepada nelayan yang menyerahkan jaring trawl. Alat tangkap bantuan tersebut merupakan pemberian dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Nelayan yang menyerahkan jaring trawl adalah yang kapalnya berbobot di bawah 10 GT. Setiap nelayan bisa memiliki 5 hingga 6 jenis alat tangkap, yang mereka gunakan sesuai musim laut,” katanya.

Dinlutkan juga berencana akan melakukan verifikasi terhadap kapal di bawah 10 GT. Verifikasi untuk pendataan ulang itu akan menyasar nelayan mulai dari pesisir Kaliori hingga Kecamatan Sarang.

Ketua Kelompok Nelayan di Desa Pangkalan Kecamatan Sluke, Nursikin mengakui, penggunaan jaring trawl akan merusak ekosistem laut, dan justru merugikan nelayan sendiri. Ia cukup merasa lega soal pergantian alat tangkap lantaran Dinlutkan sudah menjanjikan akan member ganti rugI.*)

Sumber : SMNetwork)
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor