Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juli 2017

WANAWISATA WANIRUPO Ngawenombo Kecamatan Kunduran Kab. Blora

WANAWISATA WANIRUPO :
Letak : Desa Ngawenombo Kecamatan Kunduran Kab. Blora
Wanawisata tempat hiburan dan pariwisata baru untuk keluarga dengan pemandangan alam yang segar dan alami.









Share:

Jumat, 05 Mei 2017

Pembangunan Wisata Kedungpupur & Goa Terawang Butuh Payung Hukum

Suasana kolam renang Kedungpupur peninggalan Belanda di kawasan hutan
Desa Ledok Kecamatan Sambong. (foto: dok-ib)
BLORA. Banyaknya potensi wisata di kawasan hutan milik Perhutani mulai ditata kembali dengan harapan bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Seperti halnya Kedungpupur Desa Ledok Kecamatan Sambong yang menawarkan wisata kolam renang peninggalan Belanda dan sumur minyak tua serta Goa Terawang Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan.

Untuk menata itu, Pemkab Blora menggandeng berbagai pihak untuk turut andil dalam pengembangan potensi wisata itu. Seperti Perhutani, Pertamina, pemerintah desa hingga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Karena melibatkan banyak pihak, Pemkab pun tak ingin terjadi permasalahan terkait proyek pembangunan pengembangan destinasi wisata itu. Dalam proyek pengembangan kawasan wisata Kedungpupur di Desa Ledok, Kecamatan Sambong misalnya, sejumlah pihak turut serta dalam pengembangan wisata sumur minyak tua dan kolam renang peninggalan Belanda yang berada di kawasan hutan tersebut.

Selain Pemkab, Perhutani dan Pertamina, pemerintah desa dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) juga terlibat dalam pengembangan destinasi wisata yang diproyeksikan menjadi unggulan Blora di masa depan tersebut.

Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu siap mengucurkan bantuan dari dana corporate social responsibility ( CSR) sebesar Rp 500 juta untuk pengembangan Kedungpupur. Untuk kali kesekian, Pemkab menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas pengembangan Kedungpupur, Selasa (2/5) lalu.

Rapat dipimpin Bupati Djoko Nugroho didampingi Wabup Arief Rohman. Rakor yang berlangsung di ruang pertemuan Wabup tersebut dihadiri sejumlah pejabat antara lain Asisten II Slamet Pamudji, Kepala Bappeda Sutikno Slamet, Kepala Dinporabudpar Kunto Aji serta perwakilan Perhutani KPH Blora dan Cepu dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Rapat rencana pembangunan Kedungpupur dan Goa Terawang dipimpin Bupati Djoko Nugroho. (foto: ip-ib)
Kepala Bappeda Sutikno Slamet dalam pembukaan rapat menyampaikan bahwa rencana pengembangan wisata Kedungpupur akan segera dilakukan. Saat ini yang menjadi fokus pembangunan salah satunya adalah pembangunan kolam renang. Dibutuhkan payung hukum yang kuat karena dalam proyek pengembangan ini melibatkan banyak pihak diantaranya Pemkab Blora, Pertamina, Perhutani dan BUMDes.

Bupati Djoko Nugroho mengemukakan, dengan adanya pengembangan wisata Kedungpupur diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar sehingga bisa meningkatkan perekonomian rakyat. Pengembangan wisata juga ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam menjalankan usaha yang akan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Semua yang ada di Blora adalah untuk Blora, semua untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora,” ujar Bupati.

Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan bahwa fokus pengembangan wisata pada saat ini adalah wisata Kedungpupur serta wisata Gua Terawang. Terkait pengembangan wisata Goa Terawang, Humas Perhutani Blora, Teguh menyampaikan bahwa saat ini perencanaan pengembangan sudah dibuat dan Gua Terawang telah dihiasi lampu lampu hias serta di bagian dalam gua diberi lampu penerangan.

Pengembangan akan dilakukan dengan menyediakan fasilitas bermain seperti kereta mainan serta kendaraan ATV. Sementara itu, terkait payung hukum, Wabup Arief Rohman menyatakan bisa dibahas lebih lanjut dengan Kejaksaan Negeri. Menurutnya, Kepala Kejaksaan Negeri Blora sangat mendukung adanya pengembangan wisata ini.

“Adanya payung hukum dapat membantu proses pengembangan wisata agar lebih jelas,” tandasnya.

Selain itu wabup juga berharap agar pengembangan wisata melibatkan pula masyarakat sekitar. Sekadar diketahui, Wanawisata Kedungpupur dinyakini bisa menjadi ikon destinasi sejarah di Blora.

Kawasan wisata itu memadukan wisata air dan pesona hutan dan penambangan minyak sumur tua. Di Desa Ledok terdapat kolam Kedungpupur yang konon pernah menjadi tempat pemandian bagi pekerja tambang minyak di jaman kolonial Belanda. Selain itu, kawasan hutan jati di Desa Ledok masih asri di tengah aktivitas pertambangan minyak. (humas |ip-ib)
Share:

Selasa, 18 April 2017

Geliatkan Industri Pariwisata, Blora Bentuk 7 Pokdarwis

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Para peserta pembentukan Pokdarwis dari 7 desa di Blora semangat mengikuti pembinaan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng
Info Blora News ~ Sektor pariwisata terus digenjot agar bisa menggerakkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. Utamanya desa-desa yang mempunyai potensi besar di bidang kepariwisataan baik potensi alam, seni budaya, hortikultura, kuliner dan lainnya. Salah satunya dengan pembentukan dan pendampingan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari desa bersangkutan oleh Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Dsiporapar) Jateng berkerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Disporabudpar).

Bertempat di Warung Iwak Kali (WIK) yang berada di kawasan wisata Waduk Tempuran, Selasa (18/4/2017) kemarin Disporapar Jateng dan Dinporabudpar Blora mengundang masyarakat dari 7 desa wisata untuk dijadikan kelompok sadar wisata. Yakni Desa Bicak Kecamatan Todanan, Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Desa Tempuran Kecamatan Blora, Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Desa Balong Kecamatan Jepon, Desa Gandu Kecamatan Bogorejo, dan Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong.

Mereka berkumpul bersama untuk diberikan pembinaan dan bimbingan dari narasumber yang didatangkan oleh Disporapar Jateng. Diantaranya Bu Dayang tokoh desa wisata dari Selo Boyolali dan Pak Yossyadi Bambang Singgih seorang pegiat pariwisata dan desa wisata Indonesia.

Keduanya menyampaikan materi tentang penerapan sadar wisata dan sapta pesona di kawasan daya tarik wisata dalam rangka peningkatan daya saing, serta pentingnya memahami kearifan lokal sebagai potensi daya tarik wisata yang khas.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Asisten II Sekda Blora, Slamet Pamudji SH, M.Hum memberikan pemaparan
tentang pentingnya sadar wisata
Kepala Disporapar Jateng yang diwakili oleh Kabid Pengambangan SDM Parekraf Danang Purwanto SE, M.Si dalam kegiatan itu mengatakan bahwa Jateng memiliki potensi wisata yang sangat besar. Namun potensi yang besar itu belum semuanya tergarap dengan baik dan belum bisa mendatangkan banyak kunjungan wisatawan. Padahal menurut data yang ada, Jateng menargetkan wisatawan asing di tahun 2019 sebanyak 1,8 juta orang dan saat ini di tahun 2017 hingga bulan April baru 500 ribu orang.

“Untuk bisa mencapai target itu tidak hanya membangun kawasan wisata saja, namun harus dilakukan pembangunan sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan yang merata. Dimana sasarannya adalah masyarakat yang ada di kawasan wisata, atau desa wisata. Mereka sebagai pelaku pariwisata harus bisa terampil mengelola potensinya sendiri,” ucapnya.

Blora, sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang beragam di wilayah timur Jawa Tengah dipandang sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Sehingga menurutnya Disporapar Jateng sengaja memilih Blora sebagai lokasi pembentukan dan pendampingan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dengan harapan kedepan bisa menerapkan sapta pesona dan sadar wisata di wilayahnya masing-masing.

Bupati Blora Djoko Nugroho yang diwakili oleh Asisten II Sekda Blora Slamet Pamudji SH, M.Hum mengapresiasi dan berterimakasih kepada Disporapar Jateng yang telah mengadakan pembinaan dan pembentukan pokdarwis di Blora.

“Industri pariwisata saat ini memang menjadi salah satu prioritas pembangunan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Harapannya, kedepan bisa meningkatkan perekonomian daerah, pemberdayaan masyarakat dan menambah PAD. Dengan adanya pembentukan pokdarwis ini, setidaknya bisa mendukung percepatan industri pariwisata. Setiap pokdarwis harus kreatif mengelola potensi daerahnya agar menjadi daya tarik yang khas,” ucap Slamet Pamudji.

Ia mencontohkan kawasan wisata Bukit Cengklik di Desa Bicak Kecamatan Todanan. Disana lokasi wisatanya dikelola oleh sekelompok pemuda yang tingkat kesadaran wisatanya tinggi. Dengan bermodal bukit yang hijau, mereka membuat berbagai model lokasi selfie. Hasilnya lokasi itu banyak dikunjungi wisatawan hanya untuk berburu foto. Perlahan ekonomi sekitar tumbuh dengan adanya kios-kios PKL dan pendapatan parkir hingga jutaan rupiah per bulan. “Gali potensi lokal yang ada dan berkreasilah, sehingga layak untuk dikunjungi wisatawan,” lanjutnya.

Kepala Dinporabudpar Blora Drs.Kunto Aji yang diwakili Kabid Pariwisata Heksa Wismaningsih S.STP mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk pembentukan pokdarwis saja. Kedepan akan dibentuk komunitas pokdarwis yang secara rutin digelar pertemuan bersama untuk saling bertukar pengalaman dengan mendatangkan tokoh pariwisata.

“Rencananya pertemuan komunitas pokdarwis ini akan kami laksanakan dua bulan sekali. Selain untuk melakukan pendampingan, juga untuk memantau perkembangan pokdarwis yang telah dibentuk,” terangnya.


SPONSOR
 


Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor