![]() |
| Sidang pembelaan Bambang Tri Muyono yang berlangsung Senin (15/5/2017), di PN Blora. |
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Mei 2017
Tidak Timbulkan Permusuhan Sara, Kuasa Hukum Minta Terdakwa Dibebaskan
Info Blora News —Sidang pembelaan (pledoi) terdakwa Bambang Tri Mulyono digelar di PN Blora, Senin (15/5/2017). Sidang yang dimulai lewat tengah hari itu membacakan pembelaan Bambang Tri Muyono yang dibacakan salah satu kuasa hukumnya, Hendri Listiawan. Dalam pembelaannya terhadap terdakwa, kuasa hukum menyebut postingan-postingan terdakwa yang sebagian merupakan isi dari buku Jokowi Undercover tidak menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan antar golongan, suku, ras, dan agama manapun.
Jumat, 05 Mei 2017
38 Calhaj Rembang Gagal Berangkat Tahun Ini
![]() |
Foto : dok. |
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Shalehudin menyatakan, secara otomatis 38 jamaah yang tidak melunasi BPIH tahap pertama itu keberangkatanya akan mundur pada tahun depan.
“Hingga Jumat sore, yang melunasi BPIH baru 783 calhaj. Maka, secara otomatis 38 calhaj yang tidak melunasi tersebut gagal berangkat tahun ini. Kami belum identifikasi, mengapa mereka tidak melakukan pelunasan,” terang Shalehudin.
Ia mengungkapkan, selanjutnya mereka akan digantikan oleh calhaj lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang. Beberapa latar belakang calhaj yang diproyeksikan mengisi kuota tersebut adalah penggabungan calhaj (suami dengan istri atau anak), calhaj yang sudah berhaji tetapi masuk kuota serta lansia.
“Tapi untuk berapa kuota pelunasan BPIH tahap kedua untuk Rembang, yang menentukan Kantor Kemenag Wilayah Jateng. Jadi, kami tidak tahu dapat berapa dan tidak secara otomatis jumlahnya sama dengan calhaj yang gagal berangkat,” kata dia.
Ia menyebutkan, berdasarkan data Kemenag, 38 calhaj yang gagal berangkat tersebut hingga saat ini belum terselesaikan paspornya. “Daftar calhaj yang akan melunasi BPIH tahap kedua sudah kami kirimkan ke pusat. Namun, kami tidak tahu siapa saja nanti yang akan masuk daftar yang akan melunasi BPIH tahap kedua,” tadansnya. *)
Sumber : SM Network)
Kamis, 04 Mei 2017
Triyanto Triwikromo : Menulis Perintah Tuhan
![]() |
| Triyanto Triwikromo (Foto : dok) |
Itulah yang disampaikan sastrawan kenamaan Triyanto Triwikromo dalam Kuliah Tamu yang mengusung tema ''Kreatif Menulis Cerpen untuk Meningkatkan Budaya Literasi bagi Mahasiswa'' yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (4/5/2017).
Kuliah tamu yang digelar di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat, ini diikuti oleh ratusan peserta, yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus. Nampak pula penulis-penulis seperti Saliem N.M., Priyo, dan Farid (Kudus) serta Kartika Catur Pelita dan Syaiful Mustaqim (Jepara).
“Bacalah! Apa yang dibaca? Tentu saja tulisan. Karena itu di balik perintah membaca ada perintah lain, yaitu menulis,’’ kata sastrawan yang juga staf pengajar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.
Menurutnya, menulis berarti melakukan tiga tindakan sekaligus, yaitu tindakan teologis, tindakan historis, dan tindakan filosofis. ‘’Karena itu, menulis adalah (aktivitas) yang sangat mulia. Aku menulis maka aku gaul,’’ jelasnya sembari tersenyum.
Dia menyampaikan, kerja utama seorang penulis adalah mengomunikasikan gagasannya. Manusia, selain produk Sang Khalik adalah produk budaya. Ia bukan makhluk otonom. Ia bisa menjadi apa pun. Tergantung situasi sosial yang melingkupi.
‘’Manusia juga produk gagasan dan ia akan memproduksi gagasan. Ia makhluk penuh ide. Ia makhluk dengan aneka tema. Ia makhluk multidimensi dengan kehidupan multidimensi juga. Ia makhluk yang ingin mengomunikasikan gagasan. Ia makhluk yang secara sosial hidup dari gagasan dan terus-menerus mengungkapkan gagasan,’’ ungkapnya.
Kuliah tamu itu pun menjadi lebih gayeng, saat Triyanto Triwikromo mengajak peserta untuk mencoba membuat narasi, dengan memberikan kata kunci terlebih dahulu. Setelah selesai, beberapa peserta membacakan hasil karyanya yang dibuat secara spontan. *)
Editor : Ros








