Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 September 2017

Satlantas Polres Blora Bagikan Air Bersih ke Desa yang Kekeringan

Penyaluran bantuan air bersih di Desa Jepangrejo Kecamatan Blora Kota oleh jajaran Satlantas Polres Blora, Selasa (12/9/2017). (foto: dok-ib)
BLORA. Sebagai bentuk kepedulian terhadap desa-desa yang kekeringan, jajaran Satlantas Polres Blora pada hari Selasa (12/9/2017) kemarin melaksanakan penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan saat kemarau seperti ini.

Sebagai tahap awal, air bersih disalurkan ke Desa Jepangrejo Kecamatan Blora Kota. Desa yang berada di ujung selatan Kecamatan Blora Kota ini memang sedang dilanda kekeringan dan minim air bersih di beberapa dukuhannya.

Kasatlantas AKP Febriyani Aer SIK dalam keterangan persnya menyebutkan bahwa jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak sepuluh armada truk tangki berkapasitas masing-masing 7000 liter. Bantuan diberikan dalam rangka menyambut HUT Polisi Lalu Lintas ke 62 tahun 2017 ini.

“Sebelumnya dikumpulkan di depan Makolantas, sebelum diserahkan ke pihak Desa di depan balaidesa. Semoga bantuan air bersih ini bisa bermanfaat untuk warga masyarakat,” ucapnya.

Bantuan langsung diserahkan kepada Kepala Desa Jepangrejo Bapak Suparlan untuk kemudian disalurkan ke dukuh-dukuh yang mengalami kekeringan.

Kepala Desa Jepangrejo, Suparlan mengucapkan terimakasih atas pemberian bantuan air bersaih dari Polisi Lalu Lintas. Ia berharap bantuan bisa membawa manfaat baik bagi warga yang menerima maupun pihak yang memberi.

Kasatlantas mengatakan, bantuan air bersih tidak berhenti disini saja. Pihaknya kedepan juga akan melaksanakan droping air bersih ke desa-desa lain yang memang parah mengalami kekeringan dengan dikoordinaskan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.

“Setiap kesempatan apabila ada warga masyarakat yang membutuhkan air bersih sesuai targetnya akan secepatnya kami droping. Dan kegiatan droping air bersih ke kawasan Kecamatan Blora kota sengaja kami libatkan personel Polwan untuk bisa berbaur dengan warga,” terang Kasatlantas AKP Frebriyani Aer SIK.

Pembagian air yang dipimpin langsung Kasatlantas AKP Febriyani Aer tersebut berjalan cepat. Distribusi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berakhir dua jam kemudian, yakni pukul 10.00 WIB. Penyaluran air bersih dilakukan sendiri oleh AKP Febriyani dibantu Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno, Danramil Kota Kapten Inf. Moh. Rifa’i, Kepala pelaksana BPBD Blora Sri Rahayu serta para perangkat Desa Jepangrejo.

Kasat Lantas menuturkan sebelumnya untuk mendapatkan informasi kawasan yang sekiranya rawan kekurangan air pihaknya melakukan lintas koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dam PDAM Blora.

“Kordinasi perlu dilakukan agar bantuan penyaluran air bersih ini tepat sasaran,” ujarnya.

Sesuai rencana pihaknya akan mengerahkan 30 armada truk tangki air bersih dengan sasaran 5 kecamatan se-Kabupaten Blora yang sudah mulai krisis air bersih dimusim kemarau tahun ini.

Salah seorang warga Desa Jepangrejo bernama Jumadi, mengatakan kurang lebih dua bulan warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sudah menjadi hal yang biasa, di kampung ini memang seperti ini kesulitan air bersih saat musim kemarau tiba. Kami sulit sekali mencari air untuk kebutuhan sehari-hari. Saya ucapakan banyak terimakaih, untuk Satlantas Polres Blora,” katanya.

Ratusan warga yang sudah mengantri langsung menyerbu truk tangki ketika datang. Satu persatu baik ember, dan jerigen serta tampungan air desa dipenuhi Kasat Lantas dan diikuti barisan pengurus bhayangkari serta anggota Sat Lantas Polres Blora dipuncak pemberian bantuan bakti sosial. (res-infoblora)
Share:

Senin, 11 September 2017

Ribuan Syekhermania Bersholawat Bareng Habib Syech di Terminal Cepu

Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf bersholawat di Terminal Cepu, semalam. (foto: dok-ib)
CEPU. Ribuan anggota komunitas Syekhermania dari berbagai kota/kabupaten pada Senin malam (11/9/2017) berkumpul memadati kawasan Terminal Cepu, Kabupaten Blora untuk bersholawat bersama dengan Paguyuban Pedagang Pasar Induk Cepu dan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Sejak pukul 19.00 WIB mereka sudah memadati terminal yang bersebelahan dengan Pasar Induk Cepu ini.

Aneka atribut juga mereka bawa seperti bendera merah putih, bendera Nahdlatul Ulama, bendera Syekhermania hingga syal. Selama bersholawat, atribut itu dikibarkan dengan penuh semangat sambil duduk rapi memenuhi lokasi parkir bus di terminal.

Ahmad (24) salah satu syekhermania asal Bojonegoro Jawa Timur mengaku sengaja datang ke Cepu beserta rombongan dari kampungnya untuk mengikuti acara Pedagang Pasar Induk Cepu bersholawat dengan Habib Syech.

“Tadi dari rumah jam 18.00 WIB, bakda maghrib. Naik mobil rombongan rame rame untuk ikut bersholawat. Alhamdulillah bisa sampai sini dengan selamat dan bertatap muka dengan Habib Syech,” ujarnya.

Begitu juga dengan Ali (27), Syekhermania dari Purwodadi bahkan sudah berangkat dari rumahnya pukul 17.00 WIB sore hari. Ia mengaku berangkat melalui Wirosari-Randublatung-Cepu.

Ribuan syekhermania memenuhi Terminal Cepu dalam acara Pedagang Pasar Induk
Cepu Bersholawat. (foto: dok-ib)
“Rutin Mas, setiap Habib Syech bersholawat pasti kami datang untuk ikut meramaikan bersama jamaah lainnya. Setiap usai bersholawat, rasanya hati adem dan nyaman,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M,Si, Wakil Ketua DPRD Blora H.Abdullah Aminudin, Ketua Ahbabul Mustofa Blora KH.Muhtadi Noor, serta para tokoh agama dan Forkopimca Cepu.

Mewakili Bupati Djoko Nugroho, Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada paguyuban Pedagang Pasar Induk Cepu yang telah rutin menyelenggarakan sholawatan bersama Habib Syech. Ia juga berharap Habib Syech bisa hadir kembali ke Blora untuk mengisi acara Blora Bersholawat.

“Mari kita sejukkan Kabupaten Blora dengan bersholawat. Berkat sholawat maksiat minggat, berkat sholawat uripe nikmat,” ujarnya.

Adapun Habib Syech disela acara sholawatan mendoakan semoga seluruh pedagang Pasar Induk Cepu lebih sukses dalam berdagang dan mendapatkan rejeki halal yang barokah. Cepu, Blora jauh dari malapetaka, selalu aman dan damai. (res-infoblora)
Share:

Sabtu, 09 September 2017

Sosialisasikan Budaya Sadar Bencana, BNPB Wayangan di Blora

Pagelaran wayang kulit sosialisasi Budaya Sadar Bencana dari BNPB di Blok T Blora, Sabtu (9/9/2017) kemarin. (foto: dok-ib)
BLORA. Ribuan warga Blora terhibur pertunjukan wayang kulit pada Sabtu malam (9/9/2017) di Blok T, Blora. Dalang Warseno Slank membawakan tokoh Semar Bangun Kayangan serta pesan kebencanaan kepada warga setempat. Pesan tersebut disampaikan karena masyarakat Blora terpapar potensi bahaya seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Pertunjukan wayang kulit ini sebagai bagian kampanye budaya sadar bencana. Kampanye ini merupakan upaya berkelanjutan. BNPB mengharapkan masyarakat luas untuk memperoleh pengetahuan tentang kebencanaan dan menyadari potensi bahaya di wilayah sekitar. Namun demikian, upaya ini tetap perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak sehingga setiap warga memiliki sikap dan perilaku sadar bencana.

Pada sambutan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menggelar kesenian tradisional dengan pesan kebencanaan.

Ganjar Pranowo menyapa warga Blora melalui teleconference. (foto: dok-ib)
“Terima kasih kepada BNPB atas dukungan kepada Jawa Tengah bahwa BNPB telah merespon apa yg menjadi keinginan kawan-kawan (BPBD),” ucapnya.

Di sisi lain, Ganjar menyampaikan bahwa Kabupaten Blora telah aktif menginformasikan segala kegiatan di daerah melalui media online dan media sosial kepadanya tanpa dirinya harus berkunjung atau pun bertanya terlebih dulu.

"”Rasa bangga, makin kreatif kita mensosialisaikan kebencanaan kepada masyarakat melalui kesenian tradisional. Selamat semoga pertunjukan wayang kulit ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan teleconference, Ganjar mengajak berdiskusi dengan warga setempat yang menikmati pertunjukan wayang kulit. Ganjar menanyakan lima bencana yang dihadapi masyarakat Blora.

“Banjir, longsor, angin puting beliung, kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Saya akan membantu warga yang kebanjiran ke tempat pengungsian," balas Intan, murid kelas XI SMA N 1 Blora.

Intan yang pernah mendapatkan pelatihan kebencanaan mengkisahkan pengalaman dalam simulasi kebakaran dari petugas Palang Merah Remaja.

“Keluar ruangan untuk menjauhi api dan mencari bantuan,” jawabnya singkat.

Intan dan Yuni berdialog dengan Gubernur Ganjar Pranowo sebelum pementasan wayang kulit. (foto: dok-ib)
Sementara itu, Yuni yang masih duduk kelas 5 sekolah dasar, mengatakan bahwa dirinya belum pernah mengalami bencana. Namun bencana hanya dilihat di layar televisi.

Gubernur sangat mengapresiasi anak-anak muda tadi yang mengetahui mengenai dan peduli terhadap kebencanaan. Pada akhir sambutan Ganjar berpesan kepada Dalang untuk menyampaikan informasi terkait kebencanaan, khususnya terkait kekeringan yang sedang terjadi di wilayah Jawa Tengah.

Sebelum mengawali pertunjukkan Bupati Blora Djoko Nugroho menyerahkan Gunungan kepada Sang Dalang. Dalam rangkaian pembukaan, perwakilan BPBD dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah menerima rekaman serial sandiwara radio Asmara di tengah Bencana (ADB) yang nantinya diputar bagi warga Jawa Tengah. (humas BNPB | res-ib)
Share:

Jumat, 08 September 2017

Warga Dibantu TNI Polri Gotong Royong Bangun Rumah Korban Kebakaran

Sejumlah anggota TNI dan Polri berbaur bersama warga Desa Jomblang, gotong royong membangun rumah korban kebakaran. (foto: dok-ib)
BLORA. Warga Desa Jomblang Kecamatan Jepon dengan dibantu anggota TNI dan Polri kemarin bahu membahu melakukan gotong royong mendirikan rumah baru dari kayu untuk korban kebakaran yang terjadi Senin dini hari (4/9/2017).

Danramil Jepon dan Kapolsek Jepon turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keduanya bersama anak buahnya membantu warga masyarajat Desa Jomblang untuk membangun kembali lima rumah milik Warno, Bambang Adi Susilo dan Suwaji yang habis terbakar awal pekan lalu.

Sebagian membantu memasah kayu, ada yang mendirikan tiang penyangga rumah (soko-red), menaikkan genteng dan menata di atas atap. Dengan penuh rasa kerjasama dan rasa saling membantu, pekerjaan yang terbilang berat tersebut dikerjakan secara bersama-sama sehingga terasa lebih ringan.

Keluarga korban juga bersemangat ikut membangun rumahnya. Mereka senang karena dari pihak pemerintah, baik desa, TNI atupun Polisi turut andil memberikan bantuan pembangunan rumahnya.

Proses pendirian rumah secara gotong royong, mencerminkan kerukunan dan
kerjasama lintas anggota baik sipil maupun militer. (foto: dok-ib)
Kapolsek Jepon AKP Joko Priyono menjelaskan sebanyak 25 anggota Polsek Jepon dikerahkan untuk membantu membangun rumah para korban kebakaran bersama-sama warga masyarakat Desa Jomblang.

“Selain menyumbangkan tenaga, kami juga membantu dalam bahan bangunan berupa kayu untuk memperbaiki rumah para korban kebakaran. Dimana dengan segeranya mereka mempunyai rumah sendiri supaya tidak mengungsi,” kata Kapolsek, kemarin.

Kapolsek berharap peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Jomblang merupakan yang terakhir kali khususnya di Kecamatan Jepon dan di Kabupaten Blora pada umumnya. “Mudah-mudahan kejadian kebakaran ini yang terakhir kali di Kecamatan Jepon. Sehingga tidak ada lagi kerugian materil dan bahkan korban jiwa akibat kebakaran,” lanjutnya.

Sementara itu Komandan Koramil 02/Jepon Lettu Inf Puryanto menjelaskan sejak terjadinya kebakaran hingga saat ini, aparat Koramil telah menunjukkan komitmennya membantu warga yang tertimpa bencana.

“Saya berharap dengan kegiatan karya bhakti bersama antara TNI, Polri dan warga masyarakat bisa menumbuhkembangkan kembali hidup gotong royong di lingkungan masyarakat yang mungkin selama ini hampir musnah. Selain itu untuk menjalin hubungan kekeluragaan yang lebih baik dan berkesinambungan sehingga tercipta kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” pungkas Danramil Lettu Inf Puryanto.

Kepala Desa Jomblang, Wawan Heri S mengucapkan terimakasih kepada jajaran TNI dan Polri yang telah memberikan bantuan dalam pembangunan korban kebakaran. Ia berharap semua bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan membawa keberkahan kepada kedua belah pihak. (res-infoblora)
Share:

Kamis, 07 September 2017

Besok Malam BNPB Gelar Wayang Kulit Sosialisasi Budaya Sadar Bencana

Ki Warseno Slenk saat pentas di suatu kota. Ia besok malam akan pentas di Blora bersama BNPB dalam sosialisasi budaya sadar bencana. (foto: dok-ib)
BLORA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah akan melaksanakan sosialisasi budaya sadar bencana kepada masyarakat umum yang dikemas dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Blora, Sabtu (9/9/2017) besok.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Blora, Sri Rahayu, kemarin. Ia mengatakan bahwa kali ini Blora dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan sosialisasi kebencanaan dari BNPB dan BPBD Provinsi.

“Sosialisasi budaya sadar bencana akan diberikan oleh Kapusdatinmas BNPB Bapak Dr Sutopo Purwo Nugroho dalam pentas wayang kulit bersama Ki Warseno Slenk besok Sabtu malam mulai 19.00 WIB di Blok T Blora. Lakon yang dimainkan adalah Semar Mbangun Kahyangan,” ucap Sri Rahayu.

Kalak BPBD Blora, Sri Rahayu mengajak seluruh masyarakat
agar besok malam ikut menyaksikan wayang kulit di Blok T. (foto: dok-ib)
Dimana dalam acara tersebut rencananya akan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, jajaran pimpinan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan seluruh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Tujuannya, menurut Sri Rahayu adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang kebencanaan. Sehingga masyarakat bisa tahu langkah-langkah tanggap kebencanaan jika suatu hari terjadi bencana alam di sekitarnya. Sekaligus memberikan hiburan pelestarian seni budaya tradisional kepada warga Blora.

Selain itu, menurutnya BNPB juga akan melaksanakan program BNPB Mengajar pada Sabtu paginya bertempat di wilayah yang rawan bencana.

“Untuk program BNPB Mengajar kami arahkan di Kelurahan Ngelo dan Kelurahan Karangboyo Kecamatan Cepu yang rawan banjir ketika musim hujan datang. Sasarannya adalah anak-anak SD atau pelajar. Mereka akan diberikan pengetahuan tentang dasar-dasar tanggap bencana,” jelasnya. (humaskab | res-ib)
Share:

Selasa, 05 September 2017

Bulog Blora Siap Salurkan Rastra 11.497 Ton Per Bulan

Penyaluran rastra dari Gudang Bulog Tempellemahbang Jepon Blora ke sejumlah Kecamatan/Desa. (foto: dok-ib)
BLORA. Stok beras yang ada di Gudang Bulog Tempellemahbang Jepon Blora menumpuk dan siap untuk disalurkan sebagai beras kesejahteraan (Rastra) kepada masyarakat wilayah Kabupaten Blora.

Kepala Gudang Bulog Tempellemahbang Jepon Blora Suismutoyo pada hari Selasa (5/9/2017) kemarin mengatakan bahwa pihaknya siap mendistribusikan beras kesejahteraan (rastra) kepada masyarakat, karena stok yang ada di gudang cukup untuk disalurkan.

“Alokasi jatah tiap bulannya mencapai 11.497 ton, saat ini stok beras lebih dari cukup bahkan sampai 10 bulan kedepan,” kata Suismutoyo.

Diharapkan dalam distribusi kali ini, tidak lagi dibagikan rata kepada seluruh masyarakat tetapi langsung kepada keluarga penerima manfaat seperti yang ada di data. Sehingga tiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat ) mendapat 15 kg.

Menurutnya, Pemkab Blora sejak hari Selasa (5/9/2017) mulai menyalurkan beras sejahtera (rastra) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Blora.

Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Surana sebagai pendamping program Upsus Pajale bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan membenarkan bahwa, pada Selasa (5/9/2017) kemarin Bulog telah menyalurkan Rastra di kedua wilayah yakni, wilayah Kecamatan Sambong sebanyak 62.640 Kg, Sedangkan wilayah Kecamatan Jiken sebanyak 78.660 Kg untuk dua bulan September dan Oktober 2017.

“Kodim 0721/Blora melalui para Babinsa siap membantu dan pengawal kelancaran pelaksanaan pendistribusian rastra, agar dalam pelaksanaannya cukup tertib, aman dan lancar.” ungkap Pasiter Kapten Inf Surana ketika ditemui di Gudang Bulog. (Pendim | res-ib)
Share:

Korban Kebakaran di Desa Jomblang Terima Bantuan dari Polres Blora

Kapolres Blora AKBP Saptono SIK MH menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Jomblang. (foto: dok-ib)
BLORA. Peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Jomblang Kecamatan Jepon pada Senin dini hari (4/9/2017) lalu menimpa 5 rumah milik Warno, Bambang Adi Susilo, dan Suwaji mendapatkan perhatian dari Polres Blora.

Dimana pada hari ini Selasa (5/9/2017) kemarin, Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, didampingi Kabag Ops Kompol I Gede Arda, Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo,S.H, M.H dan Kapolsek Jepon AKP Joko Priyono, S.H dan sejumlah anggota langsung meninjau lokasi TKP kebakaran sekira pukul 09.30 WIB.

Bertemu dengan korban di TKP, Kapolres Blora AKBP Saptono, mengungkapkan turut perhatian atas musibah kebakaran ini, apalagi katanya saat ini masih dalam suasana lebaran Idul Adha 1438 H.

“Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, saya selaku pimpinan jajaran Polres Blora turut prihatin. Saya berharap para korban tabah menerimanya,” ungkap Kapolres Blora.

Dikatakannya, untuk mengamankan TKP saat ini pihaknya telah memasang garis polisi. Terkait penyebab kebakaran hingga saat ini masih ditelusuri, kuat dugaan akibat konseling arus pendek listrik, untuk kerugian ditaksir capai 300 juta rupiah.

Sebelum meninggalkan tempat Kapolres Blora bersama jajaran Polwan sekaligus dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-69 memberikan sumbangan bantuan kepada ketiga korban kebakaran di Desa Jomblang tersebut.

Peninjauan lokasi kebarakan oleh Kapolres. (foto: dok-ib)
Bantuan yang diberikan dalam bentuk uang, sembako, dan pakaian bekas masih layak pakai yang nantinya akan digunakan sebagai biaya operasional oleh tiga kepala keluarga yang mengalami musibah tersebut.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban warga yang kebakaran rumahnya, dan semoga korban diberi ketabahan,” imbuhnya.

Kapolres juga menghimbau seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran, pasalnya kebakaran tidak hanya menghanguskan harta benda melainkan mengakibatkan kerugian bagi warga karena kehilangan tempat tinggalnya.

"Pastikan semua hal-hal yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran, seperti komor gas, peralatan elektronik, lebih baik matikan listrik saat berpergian,” imbau Kapolres AKBP Saptono.

Salah seorang korban yang juga pemilik rumah, Warno, mengucapkan terimaksih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kapolres Blora. Dirinya mengatakan bahwa mereka bersama keluarga memilih mengungsi di rumah keluarga dan kerabat yang tak jauh dari desanya.


“Terima kasih Pak Kapolres atas bantuannya bagi kami, sementara kami tinggal mengungsi di rumah keluarga, yang lokasinya masih tetangga desa,” ujarnya. (res-infoblora)
Share:

BPBD Blora Siapkan Bantuan Air Bersih ke 161 Desa

Sri Rahayu, Kalak BPBD Blora menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan bantuan air bersih untuk desa-desa yang dilanda kekeringan. (foto: dok-ib)
BLORA. Menyikapi kekeringan yang melanda desa-desa di saat musim kemarau ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mulai menyiapkan penyaluran (droping) bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Blora, Sri Rahayu, ketika dihubungi Selasa (5/9/2017) kemarin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para kepala desa (kades) untuk melakukan pendataan wilayah yang terjadi kekeringan.

“Bantuan air bersih sudah kita upayakan. Dalam minggu-minggu ini akan segera disalurkan. Sudah ada 161 desa yang mengajukan bantuan air bersih, yang paling banyak desa-desa di Kecamatan Jati,” ucap Sri Rahayu yang akrab dipanggil Bu Yayuk ini.

Menurutnya, setiap desa akan diberikan bantuan dua truk tangki air bersih secara bertahap bergantian dengan desa-desa lainnya.

“Sasaran pertama nanti akan diberikan ke desa-desa di Kecamatan Jati terlebih dahulu, karena wilayah ini yang memiliki dampak kekeringan terparah jika dibandingkan dengan wilayah Kecamatan lainnya,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang ada, Bu Yayuk menyatakan 161 desa yang mengajukan bantuan air bersih itu terdapat di 15 Kecamatan dari 16 Kecamatan se Kabupaten Blora, kecuali Kecamatan Kradenan.

“Kekeringan sementara ini ada dialami oleh 155.756 KK di 161 Desa, dengan luas terdampak 864,175 km2,” ujarnya.

Jika ada badan, perusahaan atau organisasi lain yang ingin memberikan donasi bantuan air bersih, ia mempersilahkan untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu agar penyalurannya tidak tumpang tindih dengan jadwal BPBD.

“Kami harap para donatur bisa berkoordinasi dengan BPBD terlebih dahulu untuk menyalurkan air bersih. Tujuannya untuk pemerataan sehingga semua desa yang mengalami kekeringan bisa tercover dengan baik. Pasalnya data desa-desa kekeringan ada disini,” harapnya.

(berita sebelumnya : klik - Kekeringan, 161 Desa di Blora Ajukan Bantuan Air Bersih)

Ia mengatakan bahwa bulan September ini merupakan puncak musim kemarau di Kabupaten Blora yang diperkirakan baru akan berakhir pada dasa harian ketiga bulan Oktober. Pihaknya meminta agar seluruh warga masyarakat di Kabupaten Blora melakukan penghematan penggunaan air. (humas | res-ib)
Share:

Rabu, 10 Mei 2017

Sedekah Bumi : Wujud Rasa Syukur, Gotong Royong & Kerukunan Warga

Warga Desa Bangoan Kecamatan Jiken guyub rukun kumpul bersama, gotong royong melaksanakan tradisi sedekah bumi. (foto: teg-ib)
BLORA. Menggelar sedekah bumi atau gasdeso merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang di lakukan oleh masyarakat desa. Setiap tahun, setelah masa panen tiba, mereka bergotong gorong mengadakan selamatan secara bersama-sama. Berkumpul di dalah satu tempat strategis seperti sendang, persimpangan jalan, balaidesa atau masjid dengan membawa hasil bumi.

Seperti yang digelar warga Desa Bangoan Kecamatan Jiken, Rabu Kliwon (10/5/2017) kemarin. Sejak pagi masing-masing KK berkumpul di kawasan sendang yang disimbolkan sebagai sumber air penghidupan. 

Mereka membawa nasi komplit dengan lauk-pauk, jajanan dan buah-buahan. Setelah didoakan sambil mengucap rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rejeki hasil bumi setahun belakangan, seluruh makanan yang dibawa pun dibagikan secara gratis, saling tukar satu dengan lainnya. Semua tampak guyub rukun dalam kebersamaan.

Sarimin warga Banyubang, salah satu pedukuhan di Desa Bangoan mengatakan bahwa tradisi sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun yang sudah sejak lama di lakukan dan terus di lestarikan selama ratusan tahun.

“Setiap setahun sekali kami terus menggelar tradisi sedekah bumi yang sudah lama dilakukan ini. Hal ini bentuk wujud syukur warga atas capaian hasil pertanian selama setahun terakhir,” jelasnya di sela sela acara sedekah bumi kemarin.

Menurutnya seluruh warga desa mengikuti tradisi sedekah bumi. Semua warga menyumbangkan makanan berupa ambeng nasi dan lauk-pauk untuk didoakan dan dimakan bersama-sama dengan warga se-desa.

“Semua bawa makanan dan di jadikan satu, setelah di doakan nanti mereka berebut makanan tersebut, sebab diyakini jika dapat makanan banyak tentu rejeki yang di dapat tahun ini juga banyak,” terangnya.

Sudarto, Kepala Desa Bangoan menjelaskan bahwa rangkaian acara sedekah bumi dimulai sejak Selasa sore (9/5/2017) lalu. Dengan digelar turnamen bola volly dan hari Rabu nya ada seni budaya tayub yang di gelar di area sendang desa selama semalam suntuk.

“Setiap tradisi sedekah bumi pasti sangat meriah, musim hujan maupun musim kemarau tidak mempengaruhi acara yang setiap tahun di gelar ini, sebab tradisi sedekah bumi terus di lestarikan” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan acara tersebut kerukunan dan gotong royong antar warga terus terjalin untuk menjadikan desa yang adem tentrem tanpa adanya masalah.

“Tentu ini peninggalan budaya yang perlu kita lestarikan bersama, sehingga tradisi sedekah bumi dan di lanjut royok nasi pun juga harus di lestarikan,” pungkasnya. (teg-ib)
Share:

Selasa, 09 Mei 2017

Hebat, Dalang Cilik Blora Juara 1 Festival Dalang Nasional 2017

Aksi Wishme Salman Abdillah atau Alif Kriwul ketika memainkan lakon wayang Gatotkaca Jedi. (foto: dok-ib)
BLORA. Dalang cilik Kabupaten Blora semakin moncer. Setelah November lalu tampil sebagai peserta terbaik Festival Dalang Bocah Nasional dalam rangka Hari Wayang Dunia 2016 di Museum Wayang Jakarta, kini salah satu putra terbaik Blora ini kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dan keluar sebagai juara pertama.

Ialah Wishme Salman Abdillah atau yang lebih akrab disapa Alif Kriwul dalang cilik dari Sanggar Seni Cahyo Sumirat Blora. Dalang cilik yang saat ini menyandang sebagai siswa kelas VI SD Islam Baitunnur Blora itu akhir pekan lalu menerima penghargaan sebagai dalang cilik terbaik, menyabet juara pertama dalam Festival Dalang Cilik Nasional 2017 yang diselenggarakan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menurut Ki Nuryanto pengasuh Sanggar Seni Cahyo Sumirat, anak asuhnya itu dalam festival yang diselenggarakan untuk memeriahkan Dies Natalis UNY Yogyakarta ke 53 mulai 2-6 Mei 2017 tersebut berhasil meraih nilai tertinggi setelah memukau juri dan tamu undangan.

Anak-anak sanggar seni Cahyo Sumirat yang berhasil tampil memukau di Festival Dalang Cilik Nasional di UNY Yogyakarta, pekan lalu. (foto: dok-ib)
“Dari sejumlah 38 peserta, hanya diambil juara 5 besar. Sebagai juara pertama, Alif memperoleh nilai sebanyak 755. Sementara juara kedua diperoleh Zaki Nugrah Maulana dalang cilik dari Banjarnegara dengan nilai 738, dan juara ketiga diraih Muh Rafi Nur Fauzy dari Tulungagung Jatim dengan nilai 737. Juara keempat Hilmy Maulana Adi dari Kulonprogo dengan nilai 735 dan juara kelima Bagas Nursatwika dari Kota Yogyakarta dengan nilai 724,” jelas Ki Nuryanto ketika ditemui awak media, Selasa siang (9/5/2017).

Ia mengungkapkan, sebenarnya ada 3 dalang cilik Blora yang mengikuti festival itu. Ketiganya merupakan pemenang Festival Dalang Cilik Kabupaten Blora tahun 2015 lalu. Selain Alif, ada Tegar Haryoseno siswa MI As-salam Cepu dan Aknantya Akmal Fauzan siswa SDN 1 Sambong. Ketiganya merupakan dalang cilik asuhan Sanggar Seni Cahyo Sumirat Dukuh Pangkat Desa Purwosari Kecamatan Blora Kota.

“Harusnya Blora bisa mendominasi juara di festival tersebut. Namun ternyata juri dari UNY berkata lain. Hanya Alif yang berhasil meraih juara. Namun demikian ini menjadi kemenangan dan kebanggaan kita semuanya. Karena 3 dalang cilik dari Blora dan rombongannya sebanyak 18 orang tampil komplit, diaulat tampil perdana untuk mengiringi prosesi pembukaan festival. Selain mendalang, mereka juga tampil menabuh karawitan bergantian mengiringi jalannya pentas yang dilakonkan temannya. Rektor UNY dan para tamu undangan pun memberikan tepuk tangan meriah,” lanjut Ki Nuryanto.

Alif Kriwul (tengah) memegang piala juara pertama Festival Dalang Cilik Nasional 2017 dari UNY Yogyakarta didampingi orang tua, pengasuh sanggar dan Ketua Pepadi Kabupaten Blora. (foto: dok-ib)
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada hari Sabtu (6/5/2017), di hari terakhir festival yang dilaksanakan di depan Museum Kebudayaan UNY Yogyakarta.

Sebagai pengasuh Sanggar Cahyo Sumirat, ia mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora yang selama ini telah memberikan bimbingan dan memfasilitasi alat untuk latihan.

“Kami hanya lima kali latihan untuk mengikuti festival itu. Anak-anak yang menentukan lakonnya. Kami dari sanggar hanya mematangkan sabet dan iringan gamelannya. Karena alur cerita sudah mereka pahami sesuai lakon yang dipilih,” terang Ki Nuryanto.

Dalam festival itu, Alif memainkan lakon Gatotkaca Jedi. Sementara Tegar memainkan lakon Wahyu Cakraningrat, dan Akmal memainkan lakon Wahyu Topeng Waja.

“Dengan prestasi yang berhasil mengharumkan nama Blora ini, kami berharap kedepan ada perhatian lebih besar dari pemerintah kabupaten guna pengembangan bakat anak-anak kita,” pungkasnya.

(berita terkait: 1. Festival Dalang Bocah Nasional 2016 : Dalang Cilik Blora Tampil Memukau, 2. Hebat, Dalang Cilik Blora Jadi Penyaji Lakon Terbaik Nasional 2016)

Terpisah, Alif ketika dihubungi merasa bangga karena bisa kembali meraih prestasi tingkat nasional dan mengharumkan kota kelahiran. Anak dari Edi Purwanto warga Dukuh Maguan Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan ini ingin kelak bisa menjadi dalang kondang seperti Ki Sigit Ariyanto dan Ki Manteb Sudarsono. (tio-infoblora)
Share:

Senin, 08 Mei 2017

Kasihan, Bayi Lucu Dibuang Orangtuanya di Muraharjo Kunduran

Bayi malang yang dibuang di Desa Muraharjo sedang digendong Ruslan. (foto: teg-ib)
BLORA. Senin pagi (8/5/2017) sekitar pukul 04.30 WIB, Desa Muraharjo Kecamatan Kunduran digegerkan dengan penemuan sesosok bayi mungil nan lucu yang tergeletak di depan rumah salah satu warga.

Bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan di teras depan rumah Sudarji (55) warga RT 01 RW 07 Desa Muraharjo Kecamatan Kunduran dalam kondisi tidur dengan berselimutkan kain berwarna merah.

Alangkah kagetnya Edi Purwanto (16) ketika keluar rumah hendak melaksanakan sholat subuh ke masjid menjumpai seorang bayi di depan rumah. Ia lantas memanggil Sudarji yang tidak lain adalah ayahnya untuk bersama-sama melihat dan memeriksa bayi tak dikenal itu.

Kondisi awal bayi yang ditemukan di depan rumah Sudarji. (foto: dok-ib)
“Saya mau subuhan, ternyata di depan rumah ada bayi. Kaget saja, kok ada bayi di depan tanpa ada keterangan surat atau tulisan apapun. Mungkin ini diletakkan orangtuanya dini hari tadi,” ujar Edi, Senin siang (8/5/2017).

Menurutnya, setelah ditemukan, bayi tersebut lantas dibawa ke dalam rumah. Tetangga silih berganti berdatangan guna melihat bayi malang itu. Mereka mencoba mengenali bayi, naum tidak satupun warga yang mengetahui siapa orang tuanya.

Guna memastikan kondisi kesehatan si jabang bayi yang diperkirakan baru berusia satu minggu itu, ia membawa bayi tersebut ke puskesmas untuk diperiksa. Ternyata bayi dalam kondisi sehat dan normal.

Tidak berselang lama datanglah petugas dari Polsek Kunduran untuk melakukan penyelidikan guna mencari orangtua yang sengaja membuang anaknya di depan rumah warga tersebut. Ternyata menurut Kapolsek Kunduran AKP Agus Budiyana tidak ada saksi mata yang melihat orang meletakkan bayi.

“Sampai saat ini Polsek Kunduran masih melakukan penyelidikan kasus penemuan bayi ini. Sedangkan kondisi bayi sampai saat ini dalam keadaan sehat,” ucap AKP Agus Budiyana.

Kini bayi lucu itu diasuh oleh Ruslan (36) warga Desa Muraharjo dan diberi nama Muhammad Al Rizki. Ia berharap dikemudian hari orangtuanya akan sadar dan kembali menjemput anaknya. Belum diketahui pasti apa penyebab pembuangan bayi itu. (teg-infoblora)
Share:

Ribuan Santri Khozinatul Ulum Blora Ikuti Pawai Taaruf

Kemeriahan pawai taaruf Ponpes Khozinatul Ulum saat beratraksi di Alun-alun Blora, Minggu pagi (7/5/2017) kemarin. (foto: dok-ib)
BLORA. Ribuan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Khozinatul Ulum Blora, Minggu pagi (7/5/2017) kemarin mengikuti pawai taaruf keliling Kota Blora. Berangkat dari komplek Ponpes Khozinatul Ulum Pusat yang ada di Kaliwangan, ribuan peserta berbaris per kelompok sambil menunjukkan berbagai kesenian islami dan menyanyikan lagu-lagu religi. Beberapa marchingband juga turut serta memeriahkan pawai tersebut.

Pawai mengambil rute dari Kaliwangan menuju Jl.Sumbawa-Jl.Nusantara-Jl.KH Ahmad Dahlan-Jl.Abu Umar-Jl.RA.Kartini kemudian diapelkan di depan panggung kehormatan yang ada di Alun-alun Blora dengan disaksikan Wakil Bupati H.Arief Rohman dan beberapa tokoh alim ulama.

Di Alun-alun, masing-masing kontingen mempertunjukkan kebolehannya di depan para tamu undangan. Tepuk tangan bergemuruh mengiringi jalannya pertunjukkan pawai yang dibawakan oleh para santri dan pelajar dibawah naungan Ponpes Khozinatul Ulum.

Jadwal kegiatan Haflah Khotmil Qur'an Ponpes Khozinatul Ulum
Blora. (foto: dok-ib)
Setelah beratraksi, seluruh kontingen pawai kembali melakukan perjalanan melalui Jl.MR Iskandar dan finish di Ponpes Khozinatul Ulum Kaliwangan lagi. Kontingen pawai sebanyak 2500 an orang itu menurut KH. Muharror Ali sang pengasuh ponpes, berasal dari Ponpes Pusat, Ponpes 1 hingga 4, lantas anak-anak TK/MI/MTs/MA hingga STAI Khozinatul Ulum bersama keluarga besar alumni Ponpes.

“Acara ini dilaksanakan sebagai kegiatan pembuka rangkaian Haflah Khotmil Qur'an Wa Haul Masyayikh 1438 H di Ponpes kami. Akan ada banyak agenda yang puncaknya nanti pada tanggal 16 Mei 2017 dengan menggelar Pengajian Umum menghadirkan pembicara KH Rojih Ubab Maimun dari Sarang Rembang, KH Thoifur Mawardi dari Purwokerto dan KH Rozaq Shofawi dari Solo,” ujar pengasuh Ponpes Khozinatul Ulum, KH Muharror Ali, kemarin.

Menurutnya, kegiatan lainnya adalah Khataman Al Qur'an, semaan peserta khataman Juz Amma, khitanan massal, ziarah ke makam pendiri Ponpes yang ada di Sukorame, dan ditutup pengajian akbar.

Wakil Bupati H.Arief Rohman mewakili Bupati Djoko Nugroho yang sedang kunjungan kerja di Aceh, mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan Ponpes Khozinatul Ulum. Ia berterimakasih karena semalam ini Ponpes Khozinatul Ulum telah berkiprah mendidik ribuan anak bangsa menjadi insan yang beriman dan bertaqwa.

“Selamat menyambut peringatan Haflah Khotmil Qur'an Wa Haul Masyayikh 1438 H kepada seluruh keluarga besar Ponpes Khozinatul Ulum. Terimakasih sudah menjadi salah satu ponpes terbesar di Blora sebagai lokasi menimba ilmu agama bagi para generasi muda. Pemkab akan terus mendukung,” ucapnya. (ip-infoblora)
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor