Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Tampilkan postingan dengan label Tentang Blora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Blora. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2015

Profil Kabupaten Blora Jawa Tengah

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Depan Pendopo Kabupaten Blora

Info Blora News ~ Profil Kabupaten Blora Jawa Tengah wajib diketahui warga Blora dari semua kalangan. Profil Kabupaten Blora Jawa Tengah meliputi sejarah Kabupaten Blora, wilayah  Kabupaten Blora, lokasi  Kabupaten Blora, pemimpin  Kabupaten Blora, jumlah penduduk  Kabupaten Blora, dinas-dinas  Kabupaten Blora, tokoh-tokoh  Kabupaten Blora sampai media massa yang ada di  Kabupaten Blora.


Selama ini, masih banyak warga  Kabupaten Blora yang tidak tahu, lupa bahkan apatis terhadap  Kabupaten Blora sendiri. Perlu juga, warga  Kabupaten Blora mengetahui budaya, pendidikan, karakter dan potensi ekonomi juga makanan khas  Kabupaten Blora.

Selain peta Kabupaten Blora, logo Kabupaten Blora, makna logo Kabupaten Blora dan filosofi Kabupaten Blora, perlu juga diketahui identitas Blora. Selama ini, Kabupaten Blora sudah dikenal sebagai Blora Kota Sate, Blora Bumi Samin, Blora Kota Barongan, dan juga Blora Mustika.

Masyarakat Kabupaten Blora juga perlu mengetahui Kantor Bupati Blora, Kantor DRPD Kabupaten Blora, Kantor Dinas-dinas seperti Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Dinas Pariwisata, dan semua instansi penting di Blora termasuk Polres Blora dan Kodim 0721 Blora.

Semua itu tak akan diketahui jika masyarakat Kabupaten Blora tidak rajin membaca literatur tentang Blora. Hal itu bisa diakses di website atau portal resmi Pemkab Blora yang selalu update berita dan semua hal yang berkaitan dengan Kabupaten Blora.

Semua lokasi kecamatan Kabupaten Blora, desa di Kabupaten Blora, dukuh di Kabupaten Blora juga harus diketahui warga Kabupaten Blora.

Tak kalah penting, masyarakat juga perlu mengetahui gambar peta Kabupaten Blora blog, peta Kecamatan Blora, map Kabupaten Blora, perbatasan Blora dengan Kabupaten Rembang, perbatasan Kabupaten Blora dengan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, perbatasan Kabupaten Blora dengan Kabupaten Grobogan dan semua wilayah Kabupaten Blora yang penting bagi masyarakat.

Cerita sejarah Kabupaten Blora juga wajib diketahui masyarakat Blora. Termasuk situs-situs sejarah Kabupaten Blora yang menarik untuk dikaji. Di sisi lain, potensi budaya dan seni seperti Barongan Blora juga perlu diketahui. Juga ajaran Samin Surosentiko Blora yang menjadi ikon di Kabupaten Blora dan Jawa Tengah. Termasuk juga tokoh sastra dunia, Pramoedya Ananta Toer yang melegenda dan menjadi landmark Blora. (Baca juga: Tokoh Terkenal di Blora).

Selain itu, potensi wisata Kabupaten Blora dan lokasi wisata Kabupaten Blora juga harus diketahui masyarakat Jawa Tengah. Tak hanya. Wisata seperti Waduk Greneng Blora, Gunung Manggir dan Gua Terawang, namun wisata baru seperti Gunung Pencu Kabupaten Blora harus diketahui semua masyarakat Kabupaten Blora dan juga wisata Kampung Samin Blora dan Pendopo Sedulur Sikep Samin Surosentiko Kabupaten Blora. (Baca juga: Wisata Kabupaten Blora).

Media Kabupaten Blora, koran Kabupaten Blora, Blora News atau berita Blora terkini, berita Blora terbaru juga harus diketahui. Media massa seperti koran di Blora, Suara Merdeka di Blora, Jawa Pos Radar Bojonegoro di Kabupaten Blora, Koran Muria di Kabupaten Blora, Harian Blora maupun Harian Blora News juga wajib diketahui warga Blora.

Tak hanya itu, info Blora, indo desa, Koran Mingguan Diva, media online di Kabupaten Blora juga wajib dibaca sebagai referensi dan sumber berita terupdate. (Baca juga: Media Populer di Blora).

Bagi wisatawan, tamu atau pengunjung dari luar Kabupaten Blora juga wajib mengetahui informasi hotel Kabupaten Blora. Mulai dari informasi lokasi hotel Blora, hotel murah Blora, hotel unik di Kabupaten Blora, hotel mewah di Kabupaten Blora, tarif hotel Blora, hotel di pusat Kota Blora, juga informasi seputar penginapan, wisma, atau hotel yang bisa dijadikan tempat untuk seminar, rapat, diskusi, meeting atau pun pertemuan penting di Kabupaten Blora. (Baca juga: Hotel Murah di Blora).

Lokasi tempat ibadah seperti masjid di Kabupaten Blora, gereja Kabupaten Blora, wihara atau pun tempat ibadah lain di Kabupaten Blora wajib diketahui masyarakat luar maupun warga asli Kabupaten Blora. Juga kampus-kampus di Kabupaten Blora, sekolah mulai dari SD Kabupaten Blora, SMP Blora, sampai SMA Kabupaten Blora, SMK Kabupaten Blora, MA maupun MAN Kabupaten Blora perlu diketahui profilnya.

Keberagaman ormas Kabupaten Blora dan LSM Kabupaten Blora juga perlu diketahui. Ormas seperti NU Kabupaten Blora, IPNU Kabupaten Blora, IPPNU Kabupaten Blora, Muslimat NU Kabupaten Blora, Ansor Kabupaten Blora, Fatayat Kabupaten Blora, juga Muhammadiyah Kabupaten Blora, Aisyiyah Kabupaten Blora, IMM Kabupaten Blora, IPM Kabupaten Blora, juga LDII Kabupaten Blora, MTA Kabupaten Blora, Banser Kabupaten Blora, sampai PMII Kabupaten Blora, HMI Kabupaten Blora juga wajib diketahui masyarakat Kabupaten Blora.

Potensi minyak bumi di Cepu, minyak bumi di Kabupaten Blora, kayu jati khas Kabupaten Blora, meja, mebel dan semua potensi kayu jati Kabupaten Blora wajib digali semua warga Kabupaten Blora. (Laporan Khusus Blora).
Share:

Senin, 12 Januari 2015

Sejarah Singkat dan Asal Usul Kota Blora

Asal Usul Kota Blora



Info Blora News ~ bMenurut cerita rakyat, Blora berasal dari kata BELOR yang berarti Lumpur, kemudian berkembang menjadi mbeloran yang akhirnya sampai sekarang lebih dikenal dengan nama BLORA. Secara etimologi Blora berasal dari kata WAI + LORAH. Wai berarti air, dan Lorah berarti jurang atau tanah rendah.. Dalam bahasa Jawa sering terjadi pergantian atau pertukaran huruf W dengan huruf B, tanpa menyebabkan perubahan arti kata.Sehingga seiring dengan perkembangan zaman kata WAILORAH menjadi BAILORAH, dari BAILORAH menjadi BALORA dan kata BALORA akhirnya menjadi BLORA. Jadi nama BLORA berarti tanah rendah berair, ini dekat sekali dengan pengertian tanah berlumpur.

Pada abad XVI Blora di bawah Pemerintahan Kadipaten Jipang, yang pada saat itu masih dibawah pemerintahan Kerajaan Demak.  Daerah kekuasaan Kadipaten Jipang meliputi : Pati, Lasem, Blora, dan Jipang sendiri. Akan tetapi setelah Jaka Tingkir ( Hadiwijaya ) mewarisi tahta Demak pusat pemerintahan dipindah ke Pajang. Dengan demikian Blora masuk Kerajaan Pajang.Kerajaan Pajang tidak lama memerintah Kadipaten Jipang, karena direbut oleh Kerajaan Mataram yang berpusat di Kotagede Yogyakarta. Saat Kerajaan Pajang jatuh di tangan Kerajaan Mataram, Blora termasuk wilayah Mataram bagian Timur atau daerah Bang Wetan.

Pada masa pemerintahan Paku Buwana I (1704-1719 ) daerah Blora diberikan kepada puteranya yang bernama Pangeran Blitar dan diberi gelar Adipati. Luas Blora pada saat itu 3.000 karya (1 karya = ¾ hektar ). Pada tahun 1719-1727 Kerajaan Mataram dipimpin oleh Amangkurat IV, sehingga sejak saat itu Blora berada di bawah pemerintahan Amangkurat IV.

Pada saat Mataram di bawah Paku Buwana II (1727-1749) terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Mangku Bumi dan Mas Sahid, Mangku Bumi berhasil menguasai Sukawati, Grobogan, Demak, Blora, dan Yogyakarta. Akhirnya Mangku Bumi diangkat oleh rakyatnya menjadi Raja di Yogyakarta. Berita dari Babad Giyanti dan Serat Kuntharatama menyatakan bahwa Mangku Bumi menjadi Raja pada tanggal 1 Sura tahun Alib 1675, atau 11 Desember 1749. Bersamaan dengan diangkatnya Mangku Bumi menjadi Raja, maka diangkat pula para pejabat yang lain, diantaranya adalah pemimpin prajurit Mangkubumen, Wilatikta, menjadi Bupati Blora.

Perang Mangku Bumi diakhiri dengan perjanjian Giyanti, tahun 1755, yang terkenal dengan nama palihan negari, karena dengan perjanjian tersebut Mataram terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Surakarta di bawah Paku Buwana III, sedangkan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwana I. Di dalam Palihan Negari itu, Blora menjadi wilayah Kasunanan sebagai bagian dari daerah Mancanegara Timur, Kasunanan Surakarta. Akan tetapi Bupati Wilatikta tidak setuju masuk menjadi daerah Kasunanan, sehingga beliau pilih mundur dari jabatannya .

Sejak zaman Pajang sampai dengan zaman Mataram Kabupaten Blora merupakan daerah penting bagi Pemerintahan Pusat Kerajaan, hal ini disebabkan karena Blora terkenal dengan hutan jatinya. Blora mulai berubah statusnya dari apanage menjadi daerah Kabupaten pada hari Kamis Kliwon, tanggal 2 Sura tahun Alib 1675, atau tanggal 11 Desember 1749 Masehi, yang sampai sekarang dikenal dengan HARI JADI KABUPATEN BLORA.Adapun Bupati pertamanya adalah WILATIKTA.

 Perlawanan Rakyat Blora yang dipelopori petani muncul pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke20. Perlawanan petani ini tak lepas dari makin memburuknya kondisi sosial dan ekonomi penduduk pedesaan pada waktu itu. Pada tahun 1882 pajak kepala yang diterapkan olehPemerintah Penjajah sangat memberatkan bagi pemilik tanah ( petani ) .

Di daerah-daerah lain diJawa, kenaikan pajak telah menimbulkan pemberontakan petani, seperti peristiwa Cilegon padatahun 1888. Selang dua tahun kemudian seorang petani dari Blora mengawali perlawananterhadap pemerintahan penjajah yang dipelopori oleh Samin Surosentiko. Gerakan Saminsebagai gerakan petani anti kolonial lebih cenderung mempergunakan metode protes pasif, yaitusuatu gerakan yang tidak merupakan pemberontakan radikal. Beberapa indikator penyebab adana pemberontakan untuk menentang kolonial penjajah antara lain : Berbagai macam pajak diimplementasikan di daerah Blora Perubahan pola pemakaian tanah komunal pembatasan dan pengawasan oleh Belanda mengenai penggunaan hasil hutan oleh penduduk Indikator-indikator ini mempunyai hubungan langsung dengan gerakan protes petani di daerah Blora. Gerakan inimempunai corak MILLINARISME, yaitu gerakan yang menentang ketidak adilan danmengharapkan zaman emas yang makmur.

Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor