Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Senin, 08 Mei 2017

HTI Dibubarkan Lewat Pengadilan

HTI Dibubarkan Lewat Pengadilan
BUBARKAN HTI: Menkopolhukam Wiranto (tengah) didampingi Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan terkait pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gedung Menkopolhukam, Jakarta, Senin (8/5). Suasana kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta, Senin (8/5). (Foto : SM))
JAKARTA - Pemerintah mulai merealisasikan rencana pembubaran ormas-ormas yang dinilai radikal dan bertentangan dengan Pancasila. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) organisasi pertama yang akan dibubarkan.

Namun, langkah itu tak akan dilakukan secara sewenang-wenang. Agar adil, pembubaran HTI bakal dilakukan lewat jalur pengadilan. Hal tersebut dikatakan Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Senin (8/5).

“Sebenarnya sudah jelas bahwa kita membubarkan tentu dengan langkah hukum. Karena itu, nanti ada proses peradilan, jadi fair,” ungkap Wiranto. Menurut dia, meski indikasi anti-Pancasila HTI sangat kuat, pemerintah tidak bisa sewenang-wenang membubarkan ormas tersebut. “Pemerintah tidak sewenang-wenang, tetapi tetap bertumpu pada hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Wiranto.

Ia menjelaskan, masyarakat Indonesia sedang berkembang menjadi bangsa yang makmur. Karena itu, pembubaran harus dilakukan untuk mencegah berbagai embrio yang berpotensi mengganggu keamanan negara. Wiranto menyebut HTI akan dibubarkan karena selain anti-Pancasila, juga karena aktivitasnya membahayakan NKRI lantaran menimbulkan benturan di tengah masyarakat.

Di samping itu, sebagai badan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan untuk mencapai tujuan nasional. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menjelaskan, pemerintah memiliki bukti-bukti kuat bahwa HTI menganut paham anti-Pancasila. Namun, dia enggan membeberkan bukti-bukti itu secara terperinci.

Yasonna hanya menyebutkan pembubaran kegiatan HTI di sejumlah daerah, salah satunya di Sentul, Jawa Barat, akhir April lalu. Ketika itu, HTI berencana menggelar Forum Khilafah Internasional di Masjid Azzikra milik Ustadz Arifin Ilham.

Tapi, dibatalkan setelah diprotes oleh Nahdlatul Ulama dan Ansor Bogor. “Langkah hukum harus disesuaikan, kami punya bukti kuat. Pokoknya nanti pasti ada,” ujar Yassona di Kantor Wakil Presiden. Menurutnya, sikap tegas terhadap HTI harus dilakukan sekarang. Jika tidak, ada momentum HTI akan berkembang. Rencana pembubaran itu ditentang keras HTI.

Juru Bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan, tuduhan yang dialamatkan pemerintah semena,mena dan tidak berdasar. HTI tidak pernah mendapat surat peringatan dari pemerintah terkait rencana pembubaran tersebut. Karena itu, pihaknya akan mengambil langkah hukum. Rencana pembubaran tak hanya bertentangan dengan undang-undang, namun juga ajaran Islam. ”HTI akan mencermati proses yang dilakukan pemerintah.

Pembubaran tak elok,” kata Ismail dalam jumpa pers di kantor HTI, Jakarta Selatan, kemarin. Dia menegaskan, pihaknya membuka ruang dialog dengan pemerintah. HTI mempertanyakan, mengapa baru sekarang pemerintah mengambil sikap untuk membubarkan organisasi itu. Menurut Ismail, pembubaran dapat dilakukan jika sudah berkekuatan hukum tetap.

”Kalau mereka (pemerintah) ambil langkah hukum, kami juga ambil langkah hukum,” imbuhnya. Rencana pembubaran HTI didukung sejumlah pihak, antara lain Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gerakan Pemuda Ansor, dan PPP versi Muktamar Pondokgede. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, ormas radikal sangat berbahaya untuk masa depan Indonesia.

“PBNU mendukung langkah pemerintah membubarkan ormas yang radikal dan menolak Pancasila. NU mendorong kokohnya fondasi keindonesiaan kita, yang harus dijaga oleh ormas-ormas dan komunitas keagamaan dengan membangun jembatan Islam dan Pancasila,” terangnya. Hal senada dikatakan Ketua Umum PP Pagar Nusa NU Nabil Haroen (Gus Nabil).

“Selama ini jelas, para kiai pesantren mengoneksikan nilai-nilai Islam dan kebangsaan. Ini yang harus menjadi teladan sebagai upaya menjaga Indonesia. Nah, HTI itu merusak sistem kebangsaan kita, tidak mengakui Pancasila, namun ingin membuat kacau negara,” jelas Nabil. Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Quomas (Gus Tutut) menegaskan, langkah pemerintah tepat.

“Kami akan dukung sepenuhnya,” ujarnya. Selanjutnya, kata dia, yang perlu dilakukan adalah pembersihan birokrasi dan aparatur negara dari anasir-anasir HTI dan kelompok anti-NKRI yang lain. Ketua Umum PPP versi Muktamar Pondokgede M Romahurmuziy menyatakan hal yang sama. Ia yakin pemerintah sudah mempertimbangkan hal itu masak-masak.

Berlebihan

Sebaliknya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menganggap pemerintah berlebihan. Sebab, yang disuarakan HTI sebatas pemikiran yang bisa diperdebatkan.

“Seharusnya pemerintah tenang saja. Pemerintah harus membuat diskusi publik tentang pro-kontra yang ada. Saya sendiri punya perbedaan pendapat dengan HTI. Biarkanlah itu menjadi perdebatan, terjadi tarik menarik, dan bagian dari dinamika masyarakat,” paparnya. Fahri menilai pemikiran HTI yang sering mereka suarakan hanya khayalan.

Menurut dia, di Indonesia yang demokratis ini, semua orang punya hak berkhayal. Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi menilai, rencana pembubaran HTI harus diikuti dengan langkah-langkah sebagaimana diatur dalam UU 17/2013 tentang Ormas.

“Yaitu memberi peringatan 1 sampai 3, pembekuan sementara, termasuk bersama Polri menyusun argumentasi berdasarkan fakta-fakta yang menjadi dalil pembubaran. Jika langkah administratif itu sudah ditempuh, maka langkah yudisial bisa segera disusun dan dimulai,” kata Hendardi.

Usul pembubaran diajukan oleh Kejaksaan Agung atas permintaan Kementerian Hukum dan HAM, lalu pengadilan negeri akan memeriksa. Jika pengadilan meluluskan permintaan pemerintah, HTI bisa menolak dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Ormas Abdul Malik Haramain mengingatkan, selama belum ada putusan pengadilan, HTI masih tetap ada.

Di Bandung, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Muradi menilai HTI perlu diberi semacam hak jawab pada proses peradilan yang terbuka. Proses itu penting agar pemerintah tetap menghormati hak publik dalam berserikat.

Dalam kaitan itu, langkah berikutnya yang dapat ditempuh pemerintah adalah meninjau sejumlah lembaga yang didirikan dengan basis ideologi yang anti-Pancasila dan meresahkan serta memecah persatuan masyarakat. (sm/cnn)

Share:

Jalan Mulus, Truk Pupuk Terguling di Tikungan Pal Balon Cabak

Sebuah truk pengangkut pupuk terguling dan ambles di tepi tikungan Pal Balon kawasan hutan Cabak Jl.Blora-Cepu. (foto: dok-resbla)
BLORA. Karena melaju terlalu kencang di tikungan Pal Balon kawasan hutan Cabak Kecamatan Jiken, Selasa pagi (9/5/2017) sebuah truk pengangkut pupuk ZA yang melaju dari Cepu menuju Blora keluar dari jalan sehingga terguling dan ambles.

Truk dengan nomor polisi N 9568 UR dan dikemudikan oleh Maknun, warga Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang itu lepas kendali ketika menikung dalam kecepatan tinggi dan berpapasan dengan sebuah mobil dari arah berlawanan.

Kapolsek Jiken AKP Suhardi SH, Selasa siang (9/5/2017) membenarkan bahwa tadi pagi telah terjadi kecelakaan tunggal truk pengangkut pupuk di kawasan tikungan Pal Balon hutan Cabak. Menurutnya, kejadian terjadi pukul 05.00 WIB dimana akibat kejadian itu supir mengalami luka-luka dan kaca truk pecah.

“Meski dalam kecelakaan ini pengemudi hanya mengalami luka memar namun evakuasi kendaraan memakan waktu hingga lebih dari dua jam. Alhamdulillah tidak ada pupuk yang dijarah. Pupuk masih bisa diselamatkan,” ucap Kapolsek.

“Dugaan sementara truk tronton yang bermuatan pupuk ZA itu, melaju di atas kecepatan rata-rata sehingga sopir hilang kendali dan truk terguling,” kata AKP Suhardi.

Menurut penuturan Maknun sopir truk, saat melintas di jalur tersebut sempat berpapasan dengan sebuah mobil. Dikarenakan laju truk kencang dan terlalu makan jalan sehingga ia membanting setir ke kiri membuat truk tronton terlalu ke tepi hingga roda sebelah kiri keluar jalan aspal. Namun tanpa diduga kendaraan yang tengah mengangkut pupuk ZA ini tiba-tiba langsung terguling.

”Tanahnya lembek bekas galian dan hujan, sehingga tadi kendaraan langsung terguling dan ambles,” tuturnya.

Kapolsek Jiken menambahkan, kejadian tergulingnya truk di hutan Cabak tersebut, kini ditangani Unit Laka Satlantas Polres Blora, termasuk dengan memeriksa pengemudi truk tersebut, untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dalam kejadian tersebut, Polisi dibantu petugas derek melakukan evakuasi truk tronton yang mengalami kerusakan yang cukup parah dan patah as itu.

Kerugian material akibat kerusakan bodi kendaraan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 10 juta. Kejadian ini pun masih ditangani oleh petugas Unit Lalu Lintas Polres Blora. (ip-infoblora)
Share:

Anggota TNI Kodim 0721 Blora Berlatih Penanganan Bencana Alam

Dandim 0721 Blora (kanan) tampak memberikan pengarahan kepada anggotanya dalam latihan gladi posko. (foto: dok-pendim)
BLORA. Bencana alam datangnya tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, sebagai upaya antisipasi Kodim 0721/Blora menggelar latihan gladi posko tahun 2017 dalam hal penanganan bencana alam. Bertempat di komplek Makodim 0721 yang ada di Jl.Pemuda, pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 8 Mei kemarin hingga 10 Mei besok.

Dengan mengusung tema,”Bersama Seluruh Komponen Bangsa diwilayah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan dalam rangka operasi militer selain perang”, TNI berupaya bisa memberikan pelayanan terbaik dalam penanggulangan bencana dan siap bersinergi dengan BPBD maupun Polri.

Pembukaan latihan tersebut diawali dengan kegiatan Coffe Morning bersama Forkopimda Blora, SKPD dan Instansi lintas sektoral lainnya serta tokoh masyarakat Kabupaten Blora. Di kesempatan tersebut Kasrem 073/Mkt Letkol Inf Agustinus Sinaga selaku Wadanlat Gladi Posko memaparkan tentang berbagai langkah terkait penanggulangan bencana.

Gladi Posko merupakan metode latihan taktis tanpa pasukan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan prosedur hubungan komandan dan staf dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan operasi bantuan menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan,” ungkapnya

Adapun tujuan dilaksanakannya gladi posko adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan operasional jajaran Kodim 0721/Blora, khususnya dalam mengimplementasikan protap-protap yang ada.

Hal senada juga disampaikan Dandim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos, yang mengatakan bahwa gladi posko dilakukan untuk meningkatkan hubungan komandan dan staf dalam merencanakan operasi dan melaksanakan olah yudha, menyelenggarakan komando pengendalian operasi serta menyelenggarakan implementasi prosedur dan tata kerja yang berlaku di suatu pos komando.

”Dengan kegiatan yang dipusatkan di Makodim 0721/Blora, gladi posko itu mampu memantapkan tugas-tugas yang didapatkan dengan kemampuan yang memadai khususnya dalam menanggapi, menangani dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat dan tepat sehingga tidak berkembang menjadi kerawanan yang mempengaruhi stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan di daerah,” kata Dandim Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos.

Perlu diketahui, kata Dandim Blora sehari sebelumnya latihan dilaksanakan briefing penyelenggara, pendukung dan pelaku yang dipimpin oleh Kasrem 073 makutarama Letkol Inf Agustinus Sinaga bertempat di ruang data makodim 0721/Blora. Sesuai jatwal latihan dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB selama tiga hari. (ip-infoblora)
Share:

Kasihan, Bayi Lucu Dibuang Orangtuanya di Muraharjo Kunduran

Bayi malang yang dibuang di Desa Muraharjo sedang digendong Ruslan. (foto: teg-ib)
BLORA. Senin pagi (8/5/2017) sekitar pukul 04.30 WIB, Desa Muraharjo Kecamatan Kunduran digegerkan dengan penemuan sesosok bayi mungil nan lucu yang tergeletak di depan rumah salah satu warga.

Bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan di teras depan rumah Sudarji (55) warga RT 01 RW 07 Desa Muraharjo Kecamatan Kunduran dalam kondisi tidur dengan berselimutkan kain berwarna merah.

Alangkah kagetnya Edi Purwanto (16) ketika keluar rumah hendak melaksanakan sholat subuh ke masjid menjumpai seorang bayi di depan rumah. Ia lantas memanggil Sudarji yang tidak lain adalah ayahnya untuk bersama-sama melihat dan memeriksa bayi tak dikenal itu.

Kondisi awal bayi yang ditemukan di depan rumah Sudarji. (foto: dok-ib)
“Saya mau subuhan, ternyata di depan rumah ada bayi. Kaget saja, kok ada bayi di depan tanpa ada keterangan surat atau tulisan apapun. Mungkin ini diletakkan orangtuanya dini hari tadi,” ujar Edi, Senin siang (8/5/2017).

Menurutnya, setelah ditemukan, bayi tersebut lantas dibawa ke dalam rumah. Tetangga silih berganti berdatangan guna melihat bayi malang itu. Mereka mencoba mengenali bayi, naum tidak satupun warga yang mengetahui siapa orang tuanya.

Guna memastikan kondisi kesehatan si jabang bayi yang diperkirakan baru berusia satu minggu itu, ia membawa bayi tersebut ke puskesmas untuk diperiksa. Ternyata bayi dalam kondisi sehat dan normal.

Tidak berselang lama datanglah petugas dari Polsek Kunduran untuk melakukan penyelidikan guna mencari orangtua yang sengaja membuang anaknya di depan rumah warga tersebut. Ternyata menurut Kapolsek Kunduran AKP Agus Budiyana tidak ada saksi mata yang melihat orang meletakkan bayi.

Sampai saat ini Polsek Kunduran masih melakukan penyelidikan kasus penemuan bayi ini. Sedangkan kondisi bayi sampai saat ini dalam keadaan sehat,” ucap AKP Agus Budiyana.

Kini bayi lucu itu diasuh oleh Ruslan (36) warga Desa Muraharjo dan diberi nama Muhammad Al Rizki. Ia berharap dikemudian hari orangtuanya akan sadar dan kembali menjemput anaknya. Belum diketahui pasti apa penyebab pembuangan bayi itu. (teg-infoblora)
Share:

Ribuan Santri Khozinatul Ulum Blora Ikuti Pawai Taaruf

Kemeriahan pawai taaruf Ponpes Khozinatul Ulum saat beratraksi di Alun-alun Blora, Minggu pagi (7/5/2017) kemarin. (foto: dok-ib)
BLORA. Ribuan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Khozinatul Ulum Blora, Minggu pagi (7/5/2017) kemarin mengikuti pawai taaruf keliling Kota Blora. Berangkat dari komplek Ponpes Khozinatul Ulum Pusat yang ada di Kaliwangan, ribuan peserta berbaris per kelompok sambil menunjukkan berbagai kesenian islami dan menyanyikan lagu-lagu religi. Beberapa marchingband juga turut serta memeriahkan pawai tersebut.

Pawai mengambil rute dari Kaliwangan menuju Jl.Sumbawa-Jl.Nusantara-Jl.KH Ahmad Dahlan-Jl.Abu Umar-Jl.RA.Kartini kemudian diapelkan di depan panggung kehormatan yang ada di Alun-alun Blora dengan disaksikan Wakil Bupati H.Arief Rohman dan beberapa tokoh alim ulama.

Di Alun-alun, masing-masing kontingen mempertunjukkan kebolehannya di depan para tamu undangan. Tepuk tangan bergemuruh mengiringi jalannya pertunjukkan pawai yang dibawakan oleh para santri dan pelajar dibawah naungan Ponpes Khozinatul Ulum.

Jadwal kegiatan Haflah Khotmil Qur'an Ponpes Khozinatul Ulum
Blora. (foto: dok-ib)
Setelah beratraksi, seluruh kontingen pawai kembali melakukan perjalanan melalui Jl.MR Iskandar dan finish di Ponpes Khozinatul Ulum Kaliwangan lagi. Kontingen pawai sebanyak 2500 an orang itu menurut KH. Muharror Ali sang pengasuh ponpes, berasal dari Ponpes Pusat, Ponpes 1 hingga 4, lantas anak-anak TK/MI/MTs/MA hingga STAI Khozinatul Ulum bersama keluarga besar alumni Ponpes.

“Acara ini dilaksanakan sebagai kegiatan pembuka rangkaian Haflah Khotmil Qur'an Wa Haul Masyayikh 1438 H di Ponpes kami. Akan ada banyak agenda yang puncaknya nanti pada tanggal 16 Mei 2017 dengan menggelar Pengajian Umum menghadirkan pembicara KH Rojih Ubab Maimun dari Sarang Rembang, KH Thoifur Mawardi dari Purwokerto dan KH Rozaq Shofawi dari Solo,” ujar pengasuh Ponpes Khozinatul Ulum, KH Muharror Ali, kemarin.

Menurutnya, kegiatan lainnya adalah Khataman Al Qur'an, semaan peserta khataman Juz Amma, khitanan massal, ziarah ke makam pendiri Ponpes yang ada di Sukorame, dan ditutup pengajian akbar.

Wakil Bupati H.Arief Rohman mewakili Bupati Djoko Nugroho yang sedang kunjungan kerja di Aceh, mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan Ponpes Khozinatul Ulum. Ia berterimakasih karena semalam ini Ponpes Khozinatul Ulum telah berkiprah mendidik ribuan anak bangsa menjadi insan yang beriman dan bertaqwa.

“Selamat menyambut peringatan Haflah Khotmil Qur'an Wa Haul Masyayikh 1438 H kepada seluruh keluarga besar Ponpes Khozinatul Ulum. Terimakasih sudah menjadi salah satu ponpes terbesar di Blora sebagai lokasi menimba ilmu agama bagi para generasi muda. Pemkab akan terus mendukung,” ucapnya. (ip-infoblora)
Share:

Astra Motor-SECAC Pamerkan Kartun Juara dan 255 Karya Pilihan di Sri Ratu

Astra Motor-SECAC Pamerkan Kartun Juara dan 255 Karya Pilihan di Sri Ratu
Foto : dok.
SEMARANG, panturaNews.info - Karya para pemenang Astra Motor International Cartoon Contest 2017 akan dipamerkan di Pasaraya Sri Ratu Semarang. Pameran akan berlangsung selama lima hari, mulai 11-15 Mei 2017. Pameran ini merupakan agenda puncak lomba kartun kerjasama Astra Motor dengan Semarang Cartoon Club (SECAC).

Selain karya pemenang, panitia juga akan memajang 255 karya pilihan. "Ada 255 kartun pilihan yang kita pamerkan. Silakan datang untuk menyaksikan," Komisioner lomba, Darminto M Sudarmo, Minggu (7/5/2017).

Dia mengatakan, juri telah menetapkan pemenang lomba pada 25 April 2017 lalu. Kartunis Indonesia asal Yogyakarta, Ashady menjadi pemenang dengan titel "1st Prize". Titel "2nd Prize" diraih oleh Sun Shen Ying (China) dan "3th Prize" disandang oleh Supriatin (Indonesia).

Selain tiga pemenang utama, juri juga menetapkan lima "Citation Prizes", yaitu Wahyu Kokkang (Indonesia), Luis Eduardo Leon (Kolombia), M Syaifuddin Ifoed (Indonesia), Alexander Dubovsky (Ukraina), dan Marian Avramescu (Rumania). Panitia juga menghadiahi "SECAC Special Prize" kepada Horia Crisan & Bogdan Petry (Rumania).

Juri lomba kartu Astra Motor, Jitet Koestana mengungkapkan, karya yang dipamerkan telah melalui seleksi yang cukup ketat. Selain dirinya, ada juri lainnya yang terlibat dalam seleksi karya. Mereka yaitu, Pramono R Pramoedjo (kartunis senior), Prof Totok Roesmanto (Guru Besar Universitas Diponegoro), Mas Dian (pelukis dan pakar Feng Shui), dan Darminto M Sudamo (pemerhati humor). Seleksi dilaksanakan pada awal April 2017.

Adapun, upacara penghargaan akan dilaksanakan pada 12 Mei 2017 pukul 17.00 WIB. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dijadwalkan akan hadir untuk membuka acara. Selain itu, budayawan Semarang, Prie GS juga akan hadir untuk menyampaikan refleksi kartun Semarang. *) 

Editor : Ros

Share:

Gegerkan Warga,Bayi Dibuang di Emperen Rumah Warga

Gegerkan Warga,Bayi Dibuang di Emperen Rumah Warga
Foto :  Polres Blora
BLORA, panuraNews.info  -  Warga Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Blora, Senin (8/05/17) pagi digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan baru berumur  a sekitar satu minggu. di  teras sebuah rumah warga desa setempat.

Kini bayi yang saat ditemukan  terbungkus dengan kain selimut tebal warna merah itu untuk sementara diasuh oleh Ruslan, warga Desa Muraharjo, semenar pihak Polsek Kunduran terus melakukan penyelidikan siapa yang membuang bayi yang masih merah itu.

Kapolsek Kunduran, AKP Agus Budiyana, menjelaskan, bayi malang tersebut diletakkan di depan rumah Marno, warga Desa Muraharjo. Saat ditemukan  kondisi bayi dalam keadaan sehat, begitu ditemukan langsung  dibawa ke klinik Bidan setempat untuk dicek kesehatannnya. ''Diperkirakan bayi itu diletakkan oleh orang tuanya sekitar Senin (8/05/2017) dini hari,'' elas  AKP Agus Budiyana, S.H.

Menurutnya, warga yang pertama kali mengetahui adalah  Edi Purwanto (16), malam itu disaat dia  tidur di rumah Marno, saat akan menunaikan sholat subuh,s ekitar pukul  04.30 WIB, tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi yang ada di depan rumah.

Edi lntas mendekati arah tngisan bayi tiu, dan begitu membuka pintu dia dikakagetkan adanya seorang bayi mungil yang terbungkus selimut merah diletakkan di kursi. Diapun lantas memberiahu tetanggaya Darji (50), kemudian besama-sama mendekati bungkusan merah tersebut,

Menurut Kapolsek Agus, hingga saat ini tidak ada saksi mata yang melihat adanya orang yang meletakan bayi di  emperan depan rumah Marno itu.  ''Tidak ada saksi mata yang melihat orang meletakkan sesuatu di depan teras rumah Marno tersebut,” jelasnya.  Ditambahkan, hingga saat ini
anggotanya tenagh melakukan penyelidkan kasus penemuan bayi itu. kalau kkondisi bayinya sampai saat ini dalam kondisi sehar,''tambah kapolsek Agus.

*) Polres Blora 


Share:

Minggu, 07 Mei 2017

Diperbaiki, Jalan Nasional Blora-Cepu di Kawasan Hutan Mulai Mulus

Slender sedang memadatkan lapisan aspal hotmix baru di ruas jalan hutan Blora-Cepu
Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong. (foto: dok-ib)
BLORA. Sejak naik predikat menjadi jalan nasional sejak tahun 2016 kemarin, kerusakan jalan Blora-Cepu secara bertahap diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, khususnya Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu dilakukan Kemen PU setelah Bupati Djoko Nugroho dan tim Pemkab menghadap ke Menteri PUPR guna mengajukan pembangunan jalan nasional Blora-Cepu, April 2016 lalu.

“Alhamdulillah usulan Pemkab untuk perbaikan jalan nasional Blora-Cepu sudah direspon, buktinya tahun ini dianggarkan dana hingga puluhan miliar untuk peningkatan jalan dan pelebaran jalan. Pak Bupati mengucapkan terimakasih kepada Pak Presiden, Pak Menteri, Pak Gubernur ,” ucap Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si kepada media, Minggu (7/5/2017).

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Minggu sore (7/5/2017) kemarin, jalan Blora-Cepu di kawasan hutan mulai dari tanjakan Pos Perhutani Cabak hingga pertigaan TPK Pasar Sore sepanjang kurang lebih 7 kilometer mulai dilapisi dengan aspal hotmix baru sehingga lebih mulus.

Alat berat berupa slender dan alat perata aspal tampak bekerja di tanjakan Kalimodang Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong. Selama pengerjaan, dilakukan buka tutup arus lalu-lintas agar tidak terjadi kesemrawutan.

Salah satu pengendara motor melintas dengan mulus di jalan Blora-Cepu kawasan hutan yang belum bermarka. (foto: dok-ib)
Jalan bergelombang mulai Tempellemahbag Jepon hingga Desa Genjahan Kecamatan Jiken juga telah diratakan dengan aspal hotmix baru.

Sementara itu pada ruas jalan mulai Buk Brosot hingga perempatan Puskesmas Sambong dilakukan pelebaran jalan dengan anggaran hingga Rp 31,9 miliar. Jalan yang tadinya hanya selebar 7 meter, mulai sebulan lalu mulai dilakukan proyek pelebaran menjadi 9 meter.

Tidak hanya pelebaran jalan saja, namun di kanan kiri badan jalan juga dilakukan pembangunan talud dan drainasi saluran air agar badan jalan tidak rusak ketika hujan turun dengan derasnya. Seperti yang terjadi selama ini di titik kerusakan barat SMP Negeri 1 Sambong.

Pelebaran jalan Blora-Cepu di kawasan Jembatan Timbang Kecamatan Sambong. (foto: dok-ib)
“Alhamdulillah jalan Blora-Cepu mulai diperbaiki dan kini di dalam hutan sudah mulus. Tinggal penyelesaian. Sementara untuk pelebaran jalan kabarnya akan diusahakan selesai sebelum lebaran. Semoga bisa selesai tepat waktu dan kualitasnya bagus. Terimakasih Bupati,” ucap Sudarsono (42), warga Jiken yang kemarin melintasi jalan tersebut.

Ia mengaku sudah lama merindukan jalan Blora-Cepu yang bagus. Hampir setiap hari ia melewati jalan ini untuk berjualan keliling ke wilayah Sambong dan Cepu. Dengan adnya perbaikan jalan ini, dirinya mengaku mulai nyaman melewatinya. Tanpa harus takut dengan gelombang dan lubang besar.

(berita terkait : Datangi Kementerian PUPR, Bupati Perjuangkan Pembangunan Jalan & Jembatan, dan 31,9 Miliar Untuk Pelebaran Jalan Nasional Blora-Cepu)

Hanya saja, ia berpesan ketika malam hari masih banyak lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang padam sehingga jalan tersebut gelap gulita. Ia berharap setelah ada perbaikan jalan, lampu penerangan jalannya ditambahi. Mengingat tingkat kepadatan arus lalin di ruas jalan ini cukup ramai. (humas | ip-infoblora)
Share:

Datangi Blora, KPK-RI Dorong Sinkronisasi e-Planning dan e-Finance

Ketua Tim Korsupgah KPK RI (kanan) memberikan paparan tentang pencegahan korupsi didampingi Wakil Bupati Arief Rohman. (foto: dok-humas)
BLORA. Menindaklanjuti hasil penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KPK, Gubernur Jateng serta bupati/wali kota se Jateng pada Oktober 2016 lalu di Semarang tentang transparansi penggunaan anggaran dan supervisi pencegahan korupsi, KPK RI datang ke Blora, Jumat (5/5/2017). Bertempat di gedung pertemuan Kantor Inspektorat Kabupaten Blora, KPK-RI diterima langsung oleh Pemkab Blora dan jajarannya.

Kedatangan tim KPK bukan karena adanya dugaan korupsi di Kabupaten Blora, namun melakukan koordinasi dan supervisi pencegahan (korsupgah) korupsi. Tim korsupgah dari KPK dipimpin oleh Deputi Pencegahan Muhammad Najib Wahito.

Sementara dari Pemkab Blora, korsupgah diikuti Wakil Bupati (Wabup) H Arief Rohman mewakili Bupati Djoko Nugroho yang sedang rakor dengan Mentan RI di Aceh, kemudian Kepala Inspektorat Bambang Darmanto, Kepala Bappeda Sutikno Slamet, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPPKAD) Komang Gede Irawadi, Kepala Dinas Penanaman Modal Purwanto, Kepala Dinkominfo Sugiyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Suwignyo serta Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Riyatno, masing-masing didampingi stafnya.

Pertemuan tim korsupgah KPK RI dengan pejabat Pemkab Blora. (foto: dok-humas)
Dalam korsupgah tersebut satu persatu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait dengan perencanaan dan penganggaran antara lain diminta menjelaskan sistem pengelolaan anggaran selama ini yang berbasis web, termasuk pula sistem informasi perencanaan pembangunan daerah (SIPPD).

Pada rapat koordinasi tersebut terungkap belum terintegrasinya sistem antara e-planning (SIPPD) dan e-finance. Selain itu, aplikasi sistem sudah cukup banyak tersedia di Blora. Namun aplikasi tersebut belum terintegrasi. “Belum terintegrasi namun sudah berbasis web. Masih ada OPD yang menginput data secara manual,” kata Komang Gede Irawadi.

Untuk itu, KPK-RI meminta Dinkominfo untuk menyediakan fasilitas pengintegrasian aplikasi. “Aplikasi menjadi efektif jika terintegrasi. Itu untuk mencegah terjadinya kesalahan,” tandas Deputi Pencegahan KPK M Najib Wahito dalam rapat korsupgah.

Pemkab Blora pun menyiapkan rencana aksi untuk mengintegrasikan sejumlah sistem aplikasi. Rencana tersebut akan direalisasikan tahu ini juga. “Dinkominfo siap menyediakan sarana dan prasarana berbasis teknologi informatika untuk mengintegrasikan aplikasi yang ada,” tandas Kepala Dinkominfo Sugiyono.

Mewakili Bupati, Wabup Arief Rohman pun mendukung adanya pengintegrasian sistem e-planning dan e-finance. “Kami akan dorong agar secepatnya pengintegrasian sistem ini bisa segera dilakukan. Apalagi Blora dalam laporan pertanggungjawabannya sudah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK,” kata Wabup.

Kegiatan korsupgah tidak hanya dilakukan di Blora. Melainkan diadakan pula di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Deputi Pencegahan KPK menggelar safari di kabupaten dan kota di Jateng dalam rangka mendorong percepatan program e-government tersebut. (humas | ip-infoblora)
Share:

Sabtu, 06 Mei 2017

Pengedar Togel Kembali Ditangkap, Polisi Incar Bandar

Barang bukti hasil penangkapan tersangka penjual kupon togel di salah satu warung kopi yang ada di Jl.MR Iskandar. (foto: dok-ib)
BLORA. Untuk kesekian kalinya Satreskrim Polres Blora menangkap penjual atau pengedar kupon judi togel. Setelah beberapa hari lalu menangkap penjual kupon togel di Andongrejo, kini giliran warga Jl.Cendana no.38 Blora yang ditangkap karena membuka warung kopi sambil jualan togel.

Ia adalah MH Yuwono (34) yang ditangkap polisi saat menjual togel di warung kopi miliknya di Jl.MR Iskandar turut wilayah Kelurahan Mlangsen, Kota Blora. Berdasarkan keterangan Kasatreskrim Polres Blora AKP Herry Dwi, S.H, M.H penangkapan itu dilakukan Jumat (5/5/2017) lalu sekitar pukul 19.00 WIB. “Penangkapan tersebut, berbekal laporan dari masyarakat,” katanya kepada awak media Minggu (7/5/2017).

Dari tangan tersangka pelaku, polisi mengamankan antara lain sebuah smartphon tab merk Mito, satu Hp merk Evercross, satu lembar kertas rekapan tulisan angka, dan uang tunai Rp. 51.000,- hasil penjualan kupon togel saat itu.

“Uang taruhan itu memang kecil nilainya, tetapi jika saja penangkapan itu terjadi saat seluruh kupon sudah laku, nilainya akan besar,” tandasnya.

Kasatreskrim mengakui kesulitan memberantas judi togel secara massif. Hal itu diantaranya karena pelaku perjudian togel yang lebih proteks pada aksinya.

“Mereka tidak melayani pembeli diluar yang telah dikenal, sehingga polisi sulit mengecoh penjual kupon togel,” ujarnya.

Apalagi, menurut polisi, pengedar tidak melayani pembeli di tempat yang menetap, tetapi berpindah-pindah, layaknya mereka yang menawarkan barang secara pintu ke pintu.

“Tetapi berkat laporan atau informasi dari masyarakat, para penjual kupon togel, tetap bisa ditangkap,” tegasnya.

Ia memastikan, tersangka MH Yuwono (34) adalah pengedar kupon togel dan menjebloskan tersangka di sel tahanan Mapolres Blora guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan polisi bisa mengungkap sindikat bandarnya. “Kami incar bandarnya,” tegasnya.

Tersangka kini harus mendekam dibalik jeruji besi Polres Blora karena melanggar pasal 303 KUHP tetang perjudian, dengan acaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

(berita sebelumnya: Polisi Tangkap Warga Andongrejo Penjual Kupon Judi Togel)


Sebagian masyarakat menganggap pemberantasan praktek judi togel tidak efektif, antara lain karena vonis hukumannya yang ringan, bahkan ada yang diduga tidak sampai naik ke pengadilan. Terlebih, mereka yang ditangkap masih sekadar pengedar, walau pun kesulitan akan tetapi Kepolisian Sat Reskrim Polres Blora akan berusaha untuk membekuk bandar judi togel agar memberikan efek jera bagi para pemain besar dibelakangnya. (ip-infoblora)
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor