![]() |
| Sidang pembelaan Bambang Tri Muyono yang berlangsung Senin (15/5/2017), di PN Blora. |
Senin, 15 Mei 2017
Tidak Timbulkan Permusuhan Sara, Kuasa Hukum Minta Terdakwa Dibebaskan
Info Blora News —Sidang pembelaan (pledoi) terdakwa Bambang Tri Mulyono digelar di PN Blora, Senin (15/5/2017). Sidang yang dimulai lewat tengah hari itu membacakan pembelaan Bambang Tri Muyono yang dibacakan salah satu kuasa hukumnya, Hendri Listiawan. Dalam pembelaannya terhadap terdakwa, kuasa hukum menyebut postingan-postingan terdakwa yang sebagian merupakan isi dari buku Jokowi Undercover tidak menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan antar golongan, suku, ras, dan agama manapun.
Jumat, 12 Mei 2017
Seorang Pemuda 24 Tahun di Madiun yang Menikah dengan Nenek 67 Tahun
![]() |
| Pernikahan Rokim (24) dengan Tampi (67) betul-betul terjadi |
Video pernikahan seorang nenek dengan pemuda di Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun yang viral di media sosial dalam sepakan terakhir ternyata bukan isapann jempol belaka.
Pernikahan Rokim (24) dengan Tampi (67) betul-betul terjadi, Rabu ( 15/3/2017) malam lalu.
"Saya menikahi Tampi karena cinta dan kasihan hidupnya yang menyendiri terus," kata Rokim, pria kelahiran Nganjuk, 10 Juni 1993 itu, di kediamannya di RT 9 RW 2 Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jumat ( 17 / 3/2017) lalu.
Tampi hanyalah seorang tukang pijat yang tidak menentu penghasilannya. Sekali pijat Tampi hanya mendapatkan upah Rp 40.000. Tak hanya itu, rumahnya pun hanya berdinding triplek, berlantai tanah berukuran 8 x 7 meter.
Sementara di bagian belakang rumah, dinding terbuat dari potongan kayu papan yang disusun. Bagian belakang rumah difungsikan sebagai dapur sekaligus kandang kambing.
Rumah sederhana Tampi tak memiliki perabot mewah. Di dalam rumahnya hanya ada satu lemari kayu, dan kasur kapuk tipis berukuran sekitar 2x1 meter yang digelar di lantai ruang tengah beralaskan tikar.
Untuk memasak setiap harinya, Tampi hanya menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu bakar. Sementara listrik, Tampi masih ikut tetangga sebelumnnya.
"Saya belum bisa pasang sendiri karena tidak ada biaya pasangnya," ujar Tampi.
Sejatinya, sejak berusia 16 tahun Rokim sudah mengenal Tampi. Bila kerja kecapaian, ia sering datang ke rumah wanita kelahiran Madiun, 18 Januari 1950 itu , untuk meminta dipijat agar lelahnya cepat hilang.
Namun, ia mulai menyukainya setahun terakhir. Bermula dari rasa kasihan, lama-lama Rokim jatuh cinta dengan Tampi. Apalagi, Tampi juga selalu memberikan perhatian tulus saat Rokim datang ke rumahnya.
Meski berusia jauh lebih muda dibandingkan Tampi, pria yang tidak lulus SD ini mengaku tidak malu memiliki istri seorang janda yang berumur selisah 43 tahun dari umurnya. Ia yakin pilihannya tak salah karena baginya jodoh sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa.
Hingga akhirnya, seminggu yang lalu dia memberanikan diri untuk melamar wanita yang dicintainya itu.
Sebelum menikah dengan Tampi, Rokim mengaku belum pernah berpacaran atau menjalin hubungan asmara dengan wanita lainnya. Baginya, Tampi sosok perempuan yang pertama dicintainya.
Sementara itu, Tampi yang sudah menjanda sejak usia 15 tahun tak menyangka Rokim bakal serius menikahinya. Wajah Tampi tak tersipu malu saat menceritakan kisah cintanya dengan Rokim. Ia baru tahu keseriusan Rokim setelah datang melamar melalui adiknya.
"Saya kaget, minggu lalu ia datang ke rumah bertemu adik saya lalu melamar saya," ungkap Tampi malu-malu.
Bahkan ia menganggap lamaran yang diceritakan adiknya itu hanya bahan tertawaan saja. Apalagi usianya dengan Rokim terpaut 43 tahun dan status dirinya hanyalah seorang janda.
Tak dinyana, selang beberapa hari kemudian, Rokim bersama keluarganya datang ke rumah dan melamarnya.
Keduanya pun akhirnya dinikahkan secara sah oleh penghulu di rumah tetangganya, Rabu (15/3/2017).
Saat dilamar itu selain rasa bahagia, Tampi juga menerima apa adanya pada diri Rokim. Penghasilan Rokim sebagai pekerja serabutan yang tidak menentu tak membuat rasa cintanya luntur. Baginya, lamaran Rokim menjadi satu anugerah yang sangat luar biasa pasca menjanda 52 tahun lamanya.
Kisah pernikahannya pun menyimpan kelucuan. Saat prosesi ijab berlangsung, Rokim lupa membawa mahar apapun. Padahal, saat prosesi ijab qabul, seorang pria harus membawa dan menyebutkan mahar di depan penghulu.
"Saat ditanya maharnya apa, Rokim tolah-toleh kebingungan. Saya langsung merogoh uang yang ada di tas saya sebesar Rp 50.000 dan saya serahkan kepada Rokim. Jadi akhirnya, uang maharnya Rp 50.000 saja. Saat itu, penghulu yang menikahkan juga tertawa. Mungkin kaget maharnya hanya Rp50.000," ujar Tampi sambil tertawa.
Usai prosesi ijab kabul, kata Tampi, malam harinya dilanjutkan dengan acara resepsi. Acara resepsi pernikahan itu hanya dihadiri warga setempat, keluarga dan teman-teman Rokim.
Kepala Dusun Petung, Rahayu Slamet mengaku tak menduga Rokim bakal nekat melamar Tampi yang umurnya selisih 43 tahun. Tak hanya dirinya, petugas di kelurahan hingga di KUA juga tak percaya bila pemuda berumur 24 tahun itu bakal menikahi nenek berumur 67 tahun.
"Semua pada heran. Tetapi kenyataannya memang seperti itu," kata Slamet.
Slamet dan istrinya pun membantu kedua mempelai itu sebelum menjalani ijan kabul.
"Malam hari sebelum ijab qabul, istri saya mencarikan baju lengan panjang untuk dipakai Rokim nikah," ujar Slamet.
Kendati mengejutkan warga, banyak warga justru berdatangan melihat langsung prosesi pernikahan Rokim dan Tampi.
"Saat itu ada yang merekam video hingga memfoto pasangan itu dengan kamera handphone. Sehari sesudahnya saya mendengar pernikahan Rokim dan Tampi menjadi heboh karena ada yang mengunggah video acara resepsinya di facebook," ucap Slamet.
Sebagai kepala dusun setempat, Slamet mengaku salut dengan niat Rokim yang serius menikahi Tampi. Ia pun berharap pernikahan itu akan berlangsung langgeng hingga maut memisahkan keduanya.
Zulfikar Resmi Nikahi Gadis Italia yang Dikenal di Facebook
![]() |
| Ilaria Monte Bianco (21) berencana menikah dalam waktu sebulan ke depan. |
Pemuda asal Batang, Zulfikar (23), yang menjalin hubungan dengan gadis Italia, akhirnya mengucap ijab kabul, Kamis (11/5/2017).
Dia menikahi kekasihnya, Ilaria Blanco (21) di rumahnya di Desa Tragung, Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Pernikahan kedua sejoli ini berlangsung sederhana dan hanya diikuti oleh pihak keluarga.
Meski awalnya pihak keluarga enggan diliput oleh media, namun setelah prosesi pernihakan, keluarga Zulfikar sedikit membuka diri.
Setelah mengucapkan ijab kabul, Dzulfikar mengaku sangat senang lantaran telah resmi mempersunting Ilaria.
"Saya bahagia sudah resmi menikah, orang tua Ilaria juga telah merestui pernikahan ini," kata Zulfikar.
Dia mengatakan, setelah pernikahan tersebut, pihak keluarga akan segera mengurus kepindahan warga negara Ilaria.
"Belum ada rencana bulan madu, di rumah saja," katanya.
Kisah Cinta Gadis Italia dan Pemuda Asal Batang Berawal dari "Hello" di Facebook
Masih ingat cerita seorang gadis asal Bari, Italia, yang datang jauh-jauh dari benua berbeda ke Desa Tragung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk bertemu dengan pria pujaan hatinya?
Zulfikar (23) dan Ilaria Monte Bianco (21) berencana menikah dalam waktu sebulan ke depan.
"Jika tidak ada aral melintang kami berniat akan menikah. Kami sudah mantap akan menikah dengan Ilaria sekitar satu bulan lagi. Adapun, hari dan tanggal pernikahan sedang kami rundingkan bersama keluarga sambil menunggu proses administrasi selesai," kata Zulfikar ketika ditemui di rumahnya, 27 April lalu.
Semuanya berawal dari Facebook. Zulfikar pun kemudian buka-bukaan tentang awal perkenalan mereka.
Menurut Zulfikar, dirinya berkenalan dengan Ilaria melalui Facebook sejak dua tahun lalu. Saat itu, dia yang memulai percakapan.
"Saat itu ada rasa sayang tetapi bukan cinta. Saya memberanikan diri menyapa dengan kata hello dan kemudian dibalas Ilaria dengan kata yang sama," katanya.
Setelah berkenalan itulah, lanjut Zulfikar, dia kerap menghubungi Ilaria melalui Facebook setiap ada kesempatan hingga kemudian mantap menyatakan rasa cinta.
Dia mengaku, saat berkomunikasi selama sekitar dua tahun, mereka menggunakan bahasa Inggris.
"Ilaria menguasai dua bahasa, yaitu Italia dan bahasa Inggris. Sementara saya belajar bahasa Inggris secara otodidak," tuturnya.
Menabung 2 tahun
Cerita cinta yang dibina keduanya lalu membuahkan tekad bagi Ilaria untuk datang ke Indonesia, tempat pria pujaan hatinya berada.
Ilaria yang bekerja sebagai instruktur renang siswa sekolah dasar di Kota Milano itu menuturkan, dirinya harus menabung selama dua tahun untuk bisa datang ke Indonesia.
"Selama dua tahun saya mengumpulkan uang bekerja di sebuah restoran di Italia hanya untuk datang ke Indonesia," kata Ilaria.
"Saya sudah minta izin kepada kedua orangtua saya untuk menikah dengan Zulfikar," lanjutnya.
![]() |
| Hingga akhir April, Ilaria masih berada berada di rumah milik keluarga Zulfikar untuk persiapan. |
Karena ada warga asing yang datang, aparat kepolisian segera memantau dan mengecek aktivitasnya. Wakapolsek Tulis Polres Batang, Iptu Agus Windarto bersama tiga anggotanya langsung mengunjungi Desa Tragung, Kecamatan Kendeman, Kabupaten Batang.
"Sebelumnya kami berkoordinasi terlebih dulu di balai Desa Tragung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui visi dan misinya datang ke Indonesia dan apa tujuannya," kata Agus sebagaimana rilis Humas Polres Batang yang dikirim ke Tribun Jateng, Jumat (21/4/2017).
Setelah berkoordinasi bersama perangkat Desa Tragung Wakapolsek, lanjut Agus, pihaknya langsung menuju ke rumah tersebut. Di sana, Wakapolsek bersama 3 anggota disambut dengan baik oleh tuan rumah.
"Bahkan hari ini Ilaria sudah bisa makan kates (pepaya) dan tempe. Ilaria itu bisa bahasa Inggris dan Italia. Sedangkan Dzulfikar otodidak belajar bahasa Inggris," tutur Abdika.
Gadis Italia dan Pemuda Desa yang Dikenal Via Facebook Akan Menikah Bulan Depan
Ilaria Monte Bianco (21), gadis asal Bari, Italia, mengaku rela terbang ke Indonesia untuk menikah dengan pemuda bernama Dzulfikar (23) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Kehadiran Ilaria ke Desa Tragung, Kabupaten Batang, sempat menjadi perhatian dan perbincangan warga setempat yang sekadar ingin melihat secara dekat sosok gadis Italia itu.
Dzulfikar mengaku, dirinya berkenalan dengan Ilaria melalui jejaring sosial Facebook dan sudah membina komunikasi selama dua tahun terakhir.
"Jika tidak ada aral melintang, kami berniat akan menikah. Kami sudah mantap akan menikah dengan Ilaria sekitar satu bulan lagi. Adapun, hari dan tanggal pernikahan sedang kami rundingkan bersama keluarga sambil menunggu proses administrasi selesai," kata Zulfikar ketika ditemui di rumahnya, Kamis (27/4/2017).
Sebelumnya diberitakan, Ilaria datang ke Desa Tragung, Kabupaten Batang, sejak 18 April 2017. Hingga Kamis (27/4/2017), dia masih berada di rumah milik keluarga Dzulfikar di Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Ilaria datang ke Indonesia untuk bertemu Dzulfikar karena mengaku sudah merasa cocok dan mereka sepakat akan mengadakan pernikahan. Hal ini juga sudah disampaikan ke orangtua Ilaria di Italia.
Pada intinya mereka menyetujui rencana pernikahan sepasang muda-mudi beda negara tersebut. Ilaria mengaku telah menabung selama dua tahun untuk bisa terbang ke Indonesia menemui pujaan hatinya.
"Selama dua tahun saya mengumpulkan uang bekerja di sebuah restoran di Italia hanya untuk datang ke Indonesia," kata Ilaria.
Seorang Kakek Tewas Tersambar KA Barang
![]() |
| RINGSEK : Sepeda milik Munaji (65), ringsek akibat tertabrak kereta barang di Jalan Rel 418 Randublatung, turut tanah, Dukuh Sudung, Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban |
Kapolsek Kedungtuban Polres Blora, AKP Sugiharto, S.H membenarkan kejadian itu, “Benar kemarin sore ada kejadian seorang kakek yang hendak pergi ke sawah tewas terserempet kereta api. Korban tewas di lokasi kejadian,''jelas AKP Sugiharto.
Dijelaskan, korban adalah warga dari Dukuh Peting RT. 04 / RW. 02, Kecamatan Randublatung. Karena luka-luka yang dialami sangat parah, nyama kakek malang itu tidak bisa diselamatkan.
Keterangan yang berhasil dihimpun, menurut karyawan PT KAI, Arianto dan Dwi Darminto, yang sedang melaksanakan patroli pengecekan rel kereta api, dari arah belakang keduanya mendengar suara klakson kereta api secara berulang-ulang.
Beberapa saat kemudian ketika kereta barang jurusan Jakarta – Surabaya lewat, keuanya dikejutkan adanya seseorang yang telah tergeletak dan meninggal dunia akibat tertabrak kereta api. Sementara itu, sepeda ontel yang dibawa korban terseret kereta api hingga kurang lebih 500 meter. Atas kejadian itu kedua karyawan PT KAI itu segera menginformasikan ke piket Stasiun Wado untuks elanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Kedungtuban. *)
Polres Blora
Jelang TMMD Reg ke 99, Dandim Banyumas Akan Manfaatkan Semua Potensi
![]() |
| Letkol Inf. Erwin Ekagita Yuana, SIP (Foto : dok.) |
''Target kami TMMD Reguler di desa Rempoah tu harus sukses pelaksanaan, selain itu target publikasi juga harus sejajar dengan suskes pelaksanaan tersebut,'' tandas orang nomor satu di jajaran Kodim Banyumas itu.
Untuk itu, lanjut Letkol Inf Erwin Ekagita Yuana, S.I.P, di gelaran yang juga menargetkan semakin manunggalnta dan TNI dan rakyat itu, jajarannya akan memanfaatkan semua potensi yang ada di Pekalongan. Baik untuk mendukung di sasaran fisik maupun non fisik.
Diperoleh informasi, pelaksanaan Rakornis TMMD Reguler ke-99 akan di gelar di Mabes TNI tanggal 16 Mei 2017. Pasca Rakornis, Kodim Banyumas akan segera melakukan Pra TMMD, dan mematangkan koordinasi dengan semua kekuatan yang ada. *)
Editor : Agus
Bangun Sinergitas, TNI – Polri Pekalongan Olahraga Bersama
![]() |
| Foto ; panturaNews.info/Sugie |
Olah Raga Bersama TNI – POLRI ini diselenggarakan di halaman Mapolres Pekalongan itu ,
dalam rangka menjalin kebersamaan dan kerjasama antara TNI – POLRI dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang aman dan damai.
Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Bambang Wahyudi, S.I.P , pengambil apel menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan momentum yang sangat baik sebagai suatu sarana dalam rangka membina hubungan komunikasi yang harmonis dan kebersamaan antara TNI-Polri yang merupakan kekuatan yang tidak bisa terkalahkan,
Terpisah, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI - Polri atas jalinan kerjasama yang telah terbangun di Kabupaten Pekalongan.
“Saya berharap dengan kegiatan semacam ini bisa mempererat silaturahmi antara TNI-Polri sehingga menumbuhkan sinergitas dalam kebersamaan dan persahabatan dalam rangka mendukung tugas dalam menjaga ketertiban, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya. *)
Pewarta : Sugie
Kamis, 11 Mei 2017
Blora Raih WTP Tiga Kali Berturut-turut
![]() |
| Foto : SM |
“Alhamdulillah Blora dapat WTP lagi. Ini sudah tiga kali berturut-turut,” ujar Bupati Djoko Nugroho dalam sambutan resepsi Hari Pendidikan Nasional di alun-alun Blora, Rabu (10/5) malam.
Raihan opini WTP tidak lepas dari upaya kerja keras yang dilakukan Pemkab. Tiga tahun sebelumnya Blora selalu meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP). Salah satu titik lemah adalah pada pengelolaan aset. “Terima kasih kepada seluruh pegawai Pemkab Blora, para bendahara dan para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD, red). Luar biasa lagi, selain WTP, tahun ini Blora rangking kedua setelah Solo dalam laporan keuangan daerah,” tegas Djoko Nugroho. *)
Sumber : SM Network
Jamiyah NU Diminta Dukung H Marwan Jafar Jadi Gubernur Jateng
![]() |
| Foto : SM |
Konsolidasi diikuti pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Blora dari kabupaten, kecamatan hingga desa. Selain itu juga pengurus cabang NU Blora serta pengurus badan otonom (banom) di bawah lingkup NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU serta PMII. Mereka menyatakan dukunganya kepada H Marwan Jafar maju sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jateng 2018. “Kami sudah merindukan pimpinan kami gubernur Jateng berasal dari kader PKB. Mari seluruh komponen NU, banom NU serta PKB bersatu padu mengantarkan H Marwan Jafar menjadi gubernur Jateng,” ujar Ketua PKB Blora H Abdul Hakim.
Pernyataan senada dikemukakan pula ketua PCNU H Aunur Rofiq. Menurutnya, jika H Marwan Jafar membulatkan tekad maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jateng, jajaran NU Blora akan memberikan dukungan penuh.
Sementara itu, Marwan Jafar yang juga ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB mengungkapkan, selama ini jamiyah NU belum solid memberikan dukungan kepada PKB. Hal itu dibuktikan hanya sekitar 20 % saja warga NU yang menyalurkan hak suaranya dengan mencoblos PKB di Pemilu Legislatif. Padahal, kata mantan menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi 2014-2016, jika warga NU bersatu mendukung PKB, PKB bisa memenangkan pemilu legislatif. Tak hanya pemilu legislatif, jabatan presiden, gubernur dan bupati bisa ditempati kader PKB jika jamiyah NU bersatu padu.
“Jumlah warga NU itu besar, mencapai 60 juta lebih. Itu sudah cukup untuk memenangkan pileg maupun pilpres,” tegasnya.
Dia pun meminta warga NU merapatkan shaf (barisan, red) di pemilu-pemilu berikutnya termasuk Pilgub Jateng. “Kalau saya diberi amanah dan tidak ada kader lain yang lebih baik dari saya untuk maju dalam Pilgub Jateng, saya siap maju menjadi calon gubernur Jateng,” tegasnya.
Marwan Jafar mengakui PKB Jateng harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk mengusung calon sendiri. Dia juga menyadari pelaksanaan Pilgub masih cukup lama. Namun Marwan Jafar menyatakan, semuanya harus sudah dipersiapkan sejak dini untuk bisa meraih kemenangan. “Karena itu setelah konsolidasi ini, silahkan disosialisasikan kepada warga NU lainnya bahwa sudah ada calon gubernur yang diusung PKB,” ujarnya. *)
Sumber : SM Network
Mahasiswa UMK Raih Juara II Lomba Micro Teaching
![]() |
| Foto : Ros |
Dia menjadi juara II lomba Micro Teaching ‘’UNY Nation, English Competition’’ yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam rangka Dies Natalis ke-53 universitas tersebut, dalam partau final yang dilangsungkan 6 Mei 2017 di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY.
Rektor UMK Dr. Suparnyo SH. MS. mengapresiasi raihan prestasi mahasiswanya itu, dan berharap semoga prestasi-prestasi lain bisa didapat di lain kesempatan. ‘’Prestasi ini semoga bisa menjadi pelecut semangat dan memotivasi mahasiswa lain untuk berprestasi,’’ ujarnya saat menerima Ernis Sholikah yang ditemani Dekan FKIP Dr. Slamet Utomo M.Pd. dan kepala Prodi PBI, Diah Kurniati M.Pd. di ruang kerja rektor.
Pada kesempatan itu, Ernis menjelaskan, bahwa persaingan dengan finalis lain, cukup berat. ‘’Ada 10 finalis dari lima perguruan tinggi dalam UNY National English Competition itu. Yakni Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Islam Indonesia (UII), UNY, dan UPN Veteran Jakarta,’’ katanya.
Dia mengemukakan, masing-masing universitas diwakili dua finalis. ‘’Finalis bagus-bagus. Namun secara kualitas, finalis dari UNY memang memiliki kemampuan lebih, sehingga sangat layak jika salah satu wakilnya berhasil merebut juara I,’’ paparnya.
Kendati para finalis dari perguruan tinggi lain secara kualitas, rata-rata bagus, sehingga Ernis sempat grogi, namun ia tetap mencoba memberikan yang terbaik dalam kompetisi itu. ‘’Alhamdulillah dapat juara II. Padahal waktu pengumuman, sempat tidak percaya waktu nama Saya disebut juara II,’’ ungkapnya.
Atas raihan prestasi ini, putri pasangan Sukarman (46) dan Seneng (43) ini, berterima kasih atas support teman-teman dan dosen pembimbingnya. ‘’Support teman-teman sangat berarti bagi saya. Dan terima kasih atas upaya pembinaan yang dilakukan oleh pihak fakultas, sehingga saya bisa meraih juara II dalam lomba ini,’’ ujarnya yang juga ketua KSR / PMI Unit UMK periode 2016/ 2017 ini. *)
Editor : Ros
Polres Blora Lakukan Mutasi Jabatan, Sejumlah Kapolsek Digeser
| Kapolres AKBP Surisman SIK memimpin upacara serah terima jabatan sejumlah perwira Polres Blora. (foto: dok-resbla) |
Mutasi sejumlah perwira ke sejumlah posisi terbarunya, serta ke luar daerah untuk jabatan baru diantaranya adalah Kasat Intelkam Polres Blora AKP Sigit Ahsanudin alih tugas sebagai Kasat Intelkam Polres Rembang, menggantikan oleh AKP Antonius Wiyono yang akan menduduki Kasat Intelkam Polres Grobogan. Sedangkan Kasat Intelkam Polres Grobogan AKP Sutamto resmi menduduki jabatan Kasat Intelkam Polres Blora.
Kemudian Kapolsek Jepon AKP Sutarjo juga menerima tugas baru menjadi Kapolsek Sambong menggantikan AKP Joko Priyono yang resmi menjabat Kapolsek Jepon. Kapolsek lainnya adalah Kapolsek Jiken AKP Suhardi alih tugas sebagai Kasubag Dal Bin Ops Polres Blora dan posisinya digantikan AKP Sularno yang sebelumnya menjabat Kasubag Humas Polres Blora.
“Selain itu Kasubag Humas Polres Blora AKP Sularno, digantikan oleh AKP Suharto," Kata Kabag Sumda Polres Blora, Kompol Andy Wahyono, Jumat (12/05/17).
Menindaklanjuti mutasi tersebut, Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H pun langsung melaksanakan upacara serah terima jabatan dan sekaligus mengambil sumpah atau janji jabatan kepada 5 (lima) pejabat baru yang masih berada di jajaran Polres Blora. Acara pengambilan sumpah dan serah terima jabatan diselenggarakan bertempat di gedung Aula Aryyaguna Mapolres setempat, Jumat (12/5/17) pagi.
Lima (5) Pejabat baru Polres Blora yang diambil sumpah dan jani oleh Kapolres Blora diantaranya, Kepala Satuan (Kasat) Intelkam AKP Sutamto, S.H, Kapolsek Sambong AKP Sutarjo, Kapolsek Jiken AKP Sularno, Kapolsek Jepon AKP Joko Priono, dan Kasubbag humas Bagops AKP Suharto.
Upacara sertijab tersebut di hadiri oleh seluruh pejabat utama Polres Blora, Kabag, Kasat, seluruh Kapolsek jajaran, perwakilan personil dari lima fungsi Polres Blora serta satu regu Bhayangkari Cabang Blora.
Setelah pengambilan sumpah jabatan, dalam acara ini dilakukan pula penandatanganan berita acara Sertijab yang dipimpin Kapolres Blora dan rohaniawan Bag Sumda Polres Blora yang disaksikan oleh seluruh peserta upacara yang hadir.
“Serah terima jabatan dan mutasi di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa terjadi. Itu semua karena tuntutan organisasi dalam rangka promosi jabatan dan penyegaran bagi personil ke jenjang yang lebih tinggi serta semata adalah penyegaran dinamika di dalam sebuah organisasi. Ini adalah suatu perjalanan untuk meniti karier dalam menjalankan tugas sebagai seorang polisi,” katanya.
Menurutnya, serah terima jabatan merupakan momentum untuk memacu dan meningkatkan etos kerja yang lebih baik dalam pelaksanaan tugas di Polres Blora dalam memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. (ip-infoblora)















