Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Kamis, 04 Mei 2017

TRC Penanggulangan Bencana BPBD Blora Diminta Sigap & Ikhlas

Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Blora yang mengikuti pelatihan, Kamis kemarin.
(foto: dok-ib)
BLORA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Blora menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Simulasi Tim Rekasi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana, Kamis (4/5/2017). Bertempat di ruang rapat Kantor BPBD Blora Jl.Blora-Cepu km 5, acara dibuka langsung oleh Bupati Djoko Nugroho.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Ir. Tri Budiarto M.Si dan Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana, beserta jajarannya. Dalam arahannya, Bupati meminta agar TRC bisa bekerja dengan sigap dan ikhlas ketika menolong korban bencana.

“Saya ingin tim ini bisa bekerja dengan maksimal, cepat dan tanggap ketika ada bencana. Sebelum menyelamatkan orang lain, amankan dirimu dahulu. Seperti ketika ingin menolong orang tenggelam di sungai, jangan asal ikut nyebur untuk menolong. Lindungi dahulu dirimu dengan pelampung dan alat pelindung diri,” kata Bupati Djoko Nugroho.

Arahan tentang penanganan kebencanaan dari Bupati Djoko Nugroho. (foto: dok-ib)
Selain itu, Bupati juga memberikan pesan kepada tim bentukan BPBD itu agar dalam kejadian bencana selalu mengutamakan pendirian posko.

“Jika ada bencana jangan menungggu semua bantuan datang baru mendirikan posko. Begitu ada bencana, langsung dirikan posko sambil menunggu logistik datang. Dengan adanya posko, maka masyarakat akan merasakan bahwa BPBD telah hadir untuk melakukan pertolongan,” lanjutnya.

Kepala Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Ir. Tri Budiarto M.Si dalam paparannya mengajak semua anggota tim bisa bekerja dengan cepat, ikhlas dan sigap. Pelatihan kalau hanya satu hari rasanya kurang, harus terus dilatih karena kesiapsiagaan itu sangat penting.

“Tugas kita jika ada bencana adalah semaksimal mungkin meminimalisir adanya korban. Jika pun ada korban, harus secepat mungkin ditolong atau dievakuasi. Jangan sampai terucap dari bibir kita “Yang meninggal hanya satu”, itu namanya meremehkan nyawa manusia,” tegasnya.

Menurutnya, menolong korban bencana itu sangat mulia, tidak hanya duniawi saja namun itu semua merupakan ladang pahala untuk selalu ingat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Sarwa Pramana Kepala Pelaksana BPBD Jateng, menekankan bahwa pelatihan tim reaksi cepat penanggulangan bencana ini ditujukan agar setiap ada bencana yang terjadi tidak akan memakan banyak korban. Secepatnya bisa ditangani dan dievakuasi dengan benar sesuai prosedur penanganan yang berlaku. Tidak boleh seenaknya sendiri.

Sri Rahayu Kepala Pelaksana BPBD Blora menyatakan pelatihan diikuti oleh 50 orang relawan dari perwakilan Kecamatan yang memiliki potensi bencana alam, perwakilan OPD, perwakilan TNI-POLRI dan Pramuka. “Semoga ini akan membekali para relawan agar lebih sigap dalam menghadapi bencana,” jelasnya. (ip-infoblora)
Share:

Semen Indonesia Dirikan Sekolah Vokasi di Rembang

Semen Indonesia Dirikan Sekolah Vokasi di Rembang
TANDA TANGAN PRASASTI: Direktur Jendral Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo menandatangani prasasti pendirian sekolah vokasi AKSI di Rembang dan Pidie, di kampus AKSI Rembang. (Foto :suaramerdeka)


REMBANG, panturaNews.info  – Dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017, PT Semen Indonesia meresmikan pendirian sekolah vokasi Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) di Rembang.

Acara peresmian dilakukan Kamis, (4/5) di kampus AKSI Jalan Pemuda Km 3 Kota Rembang. Selain di Rembang, PT Semen Indonesia juga telah mendirikan AKSI di Kota Pidie, Aceh.

Peresmian dilakukan Direktur Jendaral Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo dan disaksikan oleh Komisaris Utama Semen Indonesia, Sutiyoso, Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Agung Yunanto serta Direktur Utama Semen Gresik, Sunardi Prionomurti.

Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia, Agung Yunanto mengatakan, melalui Semen Indonesia Foundation, Semen Indonesia telah mendirikan vokasi D2 AKSI. “AKSI telah berdiri di Gresik tahun 2013 dan hari ini kami meresmikan AKSI di Rembang dan Pidie, Aceh,” ujarnya.

Menurut Agung, AKSI di Rembang ini didirikan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian terapan yang siap langsung diterjunkan ke dunia kerja. AKSI Rembang memiliki 3 prodi pendidikan yakni Teknik Operasi Mesin dan Peralatan Industri, Teknik Perawatan Mesin Industri dan Otomasi Perkantoran.

Setiap prodi ditargetkan memiliki 30 mahasiswa dan memulai proses belajar pada September tahun ini. “AKSI memiliki keunggulan tersendiri dibanding lembaga vokasi lainnya, yakni laboratorium berupa pabrik semen yang dapat digunakan sebagai tempat praktek mahasiswa. AKSI juga telah bekerja sama dengan 15 perusahaan di bawah naungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai tempat praktek kerja lapangan para mahasiswa,” terang dia. *)

Sumber :  SM Network

Share:

Calon Perseorangan Gubernur Jateng Butuh 1,7 Juta KTP

Calon Perseorangan Gubernur Jateng  Butuh 1,7 Juta KTP
Illustrasi : Istimewa
SEMARANG. panturaNews.info – Sesuai UU Pilkada, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di Pilgub Jateng 2018 maksimal empat pasang. Meski demikian, tetap terbuka kesempatan bagi pasangan calon yang maju dari jalur perseorangan.

Ada sejumlah persyaratan harus dipenuhi calon perseorangan, yakni harus memenuhi syarat dukungan 6,5% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir atau Pilpres 2014. Jumlah DPT Pilpres 2014 di 35 kabupaten/ kota di Jateng mencapai 27 juta orang. Karena itu, dukungan minimal 1,7-1,8 juta pemilih. Asal pendukung harus tersebar di minimal 50% dari jumlah kabupaten/kota di Jateng. ”Dukungan dibuktikan dengan surat pernyataan dan fotokopi KTP.

Kemarin sudah ada yang datang dan tanya-tanya perihal itu,” kata Ketua KPU Jateng Joko Purnomo tanpa menyebutkan siapa yang berkonsultasi, kemarin. Sementara itu, untuk pasangan calon dari parpol, parpol pengusung minimal memiliki 20 persen kursi dari total 100 kursi DPRD Jateng atau meraup suara 25% suara sah Pileg DPRD Jateng 2014.

Mulai Agustus

Joko menjelaskan pemungutan suara akan dilaksanakan Rabu, 27 Juni 2018. Tahapan Pilgub 2018 akan dimulai akhir Agustus 2017. Secara garis besar, beberapa tahapan dimulai dengan penyelesaian perencanaan program, anggaran, dan regulasi. Pada Oktober 2017, akan dimulai dengan pembentukan badan penyelenggara (PPK dan PPS) dan November 2017 diharapkan PPK serta PPS sudah mulai bekerja.

Tahapan berikut, pemutakhiran data pemilih, meliputi penerimaan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Mendagri yang dilanjutkan analisis DP4 untuk disusun menjadi daftar pemilih. Daftar pemilih kemudian diserahkan kepada PPK dan PPS untuk dimutakhirkan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Pemutakhiran akan dilaksanakan sekitar bulan Desember 2017.

Pada bulan itu juga, dilakukan tahapan penyerahan bukti dukungan bagi pasangan calon perseorangan. Untuk tahapan pendafataran pasangan calon akan diselenggarakan Januari 2018. Dilanjutkan penetapan pada Februari 2018. Sementara untuk kampanye pasangan calon selama kurang lebih 107 hari, dimulai Maret- Juni 2018.

”Tahapan Pilgub 2018 akan berjalan bersamaan dengan pemilihan bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di tujuh kabupaten/kota,” jelasnya. Tujuh wilayah itu adalah Kabupaten Magelang, Karanganyar, Kudus, Temanggung, Banyumas, Tegal, dan Kota Tegal. *)

Sumber : SM


Share:

Triyanto Triwikromo : Menulis Perintah Tuhan

Triyanto Triwikromo :  Menulis Perintah Tuhan
Triyanto Triwikromo  (Foto : dok)
KUDUS, panturaNews.info - Ayat yang diturunkan pertama kali kepada Rasulullah Muhammad SAW, adalah Iqra': Bacalah. Perintah membaca dalam ayat ini, memiliki makna teologis yang perlu dipahami secara lebih mendalam. Sebab, ada makna lain di balik perintah membaca, yaitu menulis.

Itulah yang disampaikan sastrawan kenamaan Triyanto Triwikromo dalam Kuliah Tamu yang mengusung tema ''Kreatif Menulis Cerpen untuk Meningkatkan Budaya Literasi bagi Mahasiswa'' yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (4/5/2017).

Kuliah  tamu yang digelar di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat, ini diikuti oleh ratusan peserta, yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus. Nampak pula penulis-penulis seperti Saliem N.M., Priyo, dan Farid (Kudus) serta Kartika Catur Pelita dan Syaiful Mustaqim (Jepara).

“Bacalah! Apa yang dibaca? Tentu saja tulisan. Karena itu di balik perintah membaca ada perintah lain, yaitu menulis,’’ kata sastrawan yang juga staf pengajar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Menurutnya, menulis berarti melakukan tiga tindakan sekaligus, yaitu tindakan teologis, tindakan historis, dan tindakan filosofis. ‘’Karena itu, menulis adalah (aktivitas) yang sangat mulia. Aku menulis maka aku gaul,’’ jelasnya sembari tersenyum.

Dia menyampaikan, kerja utama seorang penulis adalah mengomunikasikan gagasannya. Manusia, selain produk Sang Khalik adalah produk budaya. Ia bukan makhluk otonom. Ia bisa menjadi apa pun. Tergantung situasi sosial yang melingkupi.

‘’Manusia juga produk gagasan dan ia akan memproduksi gagasan. Ia makhluk penuh ide. Ia makhluk dengan aneka tema. Ia makhluk multidimensi dengan kehidupan multidimensi juga. Ia makhluk yang ingin mengomunikasikan gagasan. Ia makhluk yang secara sosial hidup dari gagasan dan terus-menerus mengungkapkan gagasan,’’ ungkapnya.

Kuliah tamu itu pun menjadi lebih gayeng, saat Triyanto Triwikromo mengajak peserta untuk mencoba membuat narasi, dengan memberikan kata kunci terlebih dahulu. Setelah selesai, beberapa peserta membacakan hasil karyanya yang dibuat secara spontan. *) 

Editor :  Ros

Share:

Program TMMD Sengkuyung I di Desa Jegong Selesai

Dandim Letkol Inf Susilo S.Sos meresmikan jalan makadam hasil pembangunan program TMMD. (foto: pendim)
BLORA. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan TNI sejak lama dengan menyentuh daerah pelosok yang tertinggal terbukti mampu membuat selangkah lebih maju wilayah sasaran. Seperti yang dilaksanakan Kodim 0721 Blora di Desa Jegong Kecamatan Jati sejak sebulan lalu.

Kini telah berhasil membangun sejumlah fasilitas dan infrastruktur umum di desa tersebut. Tidak hanya pembangunan fisik saja, namun juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan penyelenggaraan penyuluhan, bimbingan dan pendidikan bela negara.

Hal tersebut dikatakan Dandim 0721/Blora Letkol INF Susilo pada acara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2017, di Lapangan Desa jegong, Kecamatan Jati, Kamis (4/5/2017).

Penutupan ditandai dengan serah terima berita acara kepada Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si, dilanjutkan penyerahan alat kerja sekaligus peresmian hasil kegiatan TMMD.

“TMMD Sengkuyung ini dilakukan selama satu bulan. Prajurit bersama pemerintah daerah dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan program TMMD. Sampai saat ini dan masa mendatang TMMD masih dibutuhkan oleh masyarakat dan membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, ini sumbangsih tentara kepada rakyat, dan wujud kemanunggalan TNI,” jelas Dandim 0721/Blora Letkol Inf Susilo S.Sos.

Penandatanganan penyerahan hasil pembangunan TMMD dari Kodim 0721 Blora
kepada Wakil Bupati. (foto: pendim)
Menurutnya kegiatan ini akan terus berlangsung dengan berbeda beda tempat yang memang di rasa membutuhkan perbaikan insfrastruktur di tahun-tahun yang akan datang sehingga nantinya bisa mempercepat akses lalu-lintas perekonomian masyarakat.

Dandim menambahkan dalam TMMD tahap I ini berbagai kegiatan telah di lakukan antara lain, pembuatan jalan makadam sepanjang 1,5 kilometer, pembangunan talud, pembuatan plat beton dan kegiatan non fisik berupa penyuluhan, pelatihan, keterampilan, dan berbagai kegiatan yang dibutuhkan masyarakat.

“Tentu ini akan mendekatkan TNI dengan masyarakat untuk terus menjaga NKRI di wilayah Blora . kami berharap dengan kegiatan ini bisa mempererat masyarakat dengan TNI dan memperlancar aktifitas warga, ” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Blora Arief Rohman yang datang mewakili Bupati Blora mengapresasi kegiatan TMMD yang setiap tahunnya di lakukan oleh TNI ini. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berjalan sehingga kedekatan TNI dengan rakyat semakin solit dan harmonis.

“Kami pemerintah daerah sangat apresiasi kegiatan yang di lakukan oleh TNI ini, kami sangat terbantu dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Blora, kami harap kedepan kegaitan ini terus berlangsung dan membangun daerah yang memang tepat dalam pembangunan,” harapnya.

Dalam upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I tersebut, Wakil Bupati Blora Arief Rohman hadir bersma asisten 2 Sekda Blora, kepala Dinkominfo, kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora. (teg-infoblora)
Share:

Tinjau UNBK 2016, Bupati Upayakan Tahun Depan Tak Ada Yang Numpang

Bupati Djoko Nugroho didampingi Kepala Dinas Pendidikan Achmad Wardoyo meninjau pelaksanaan UNBK SMPN 1 Bogorejo yang menumpang di SMK N 2 Blora. (foto:dok-ib)
BLORA. Bupati Djoko Nugroho, Kamis pagi (4/5/2017) dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Drs. Achmad Wardoyo M.Pd melaksanakan pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs sederajat di SMP Negeri 1 Jepon, dan SMP Negeri 4 Blora serta SMP Negeri 1 Bogorejo yang menginduk di SMK Negeri 2 Blora.

UNBK yang dilaksanakan sejak Selasa (2/5/2017) ini akan berlangsung hingga Senin (8/5/2017). Disini, Bupati memberikan semangat kepada anak-anak yang hendak mengerjakan soal UNBK. Bupati juga memastikan kelancaran server agar nantinya bisa mempermudah akses komputer yang digunakan untuk UNBK.

“Anak-anak ku, semangat ya. Semoga semuanya sukses,” ucap Bupati, dan dijawan aamiin oleh peserta UNBK. Tidak lama, kemudian Bupati keluar dari ruangan UNBK agar siswa bisa segera memulai mengerjakan soal.

Bupati berikan semangat kepada siswa yang hendak menempuh UNBK. (foto: dok-ib)
Tak hanya Bupati Blora, Wakil Bupati juga meninjau jalannya UNBK di sekolahan SMP N 3 Doplang yang berada di perbatasan Kabupaten Blora dengan Kabupaten ngawi, dalam tinjauannya tersebut, Wakil Bupati Arief Rohman memberi semangat dan motivasi kepada para peserta UNBK tingkat SMP/ MTS sederajat.

“ Kami bersama bapak Bupati berkomitmen UNBK tingkat SMP harus sukses, sehingga di daerah paling selatan Blora tetap perlu kami pantau. Mereka harus diberi motivasi, agar lebih semangat dalam mengerjakan UNBK,” jelas Wakil Bupati Blora Arief Rohman.

Mengaca dari pelaksanaan UNBK hingga hari ketiga kemarin, Kepala Disdik Achmad Wardoyo menyatakan bahwa Kabupaten Blora merupakan Kabupaten yang paling siap melaksanakan ujian jika dibandingkan dengan Kabupaten lainnya se Jateng.

“Jika dibandingkan dengan kabupaten se Jateng, memang Blora yang paling siap. Namun jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se Jateng, kita hanya kalah dengan Kota Semarang. Alhamdulillah sebanyak 13.106 siswa SMP/MTs se Kabupaten Blora bisa mengikuti UNBK walaupun sebagian ada yang menginduk di sekolah lain karena keterbatasan unit komputer,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Blora, Drs. Achmad Wardoyo M.Pd, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, dari total 135 Sekolah SMP/MTs se Kabupaten Blora ,yang akan menggelar UNBK secara mandiri sebanyak 77 Sekolah dan 58 Sekolah melaksanakan UNBK menginduk atau menumpang di SMP/MTs/SMA/SMK/MA lainnya di Blora.

Wakil Bupati meninjau UNBK di SMPN 3 Doplang Kecamatan Jati. (foto: dok-ib)
Mendengar keterangan Kadisdik, Bupati pun mengapresiasi dan menginginkan agar tahun depan seluruh SMP/MTs sederajat bisa UNBK mandiri semuanya. Sehingga tidak menumpang di sekolah lain lagi.

“Kasihan kalau rumahnya jauh seperti dari Bogorejo ini harus terburu-buru berangkat pagi ke SMKN 2 Blora untuk mengikuti UNBK, hanya karena sekolahnya belum mempunyai komputer. Tahun depan kita berikan bantuan komputer untuk sekolah-sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri,” ucap Bupati.

Namun dia menekankan, bantuan alat komputer itu nanti tidak serta merta diberikan begitu saja. Sifatnya sebagai stimulan, sehingga akan ada keterlibatan pengurus Komite Sekolah untuk bisa bersama-sama mengusahakan komputer untuk anak anaknya.

“Pemkab memberikan bantuan stimulan, Komite Sekolah ikut membantu juga. Setiap karnaval 17 an, orang tua keluar uang banyak untuk merias anaknya tidak mengeluh, apalagi ini untuk kesuksesan ujian anaknya. Pasti Komite bisa memahami. Dengan demikian muncul rasa saling memiliki, handarbeni. Sehingga harus dirawat sebaik-baiknya. Coba Pak Kadis diidentifikasi berapa kebutuhannya. Kita mulai anggarkan di perubahan APBD nanti secara bertahap,” lanjut Bupati.

Achmad Wardoyo menjelaskan bahwa tahun 2017 ini pihaknya menganggarkan pengadaan kompuer sebanyak 1000 unit dengan pagu sekitar Rp 4 miliar yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah. “Semantara di 2017 ini ada pengadaan 1000 unit. Namun itu belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan sekolah. Akan kita petakan lagi kebutuhannya agar bisa terwujud UNBK mandiri di 2018,” pungkasnya. (tio-infoblora)
Share:

Pangkas Rambut Gratis Juga Digelar di Penutupan TMMD

Pangkas Rambut Gratis Juga Digelar di Penutupan TMMD
Foto :Hendra
PEKALONGAN, panturaNews.info - Cukup komplit acara tambahan di upacara penutupan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, sehingga menjadi magnet bagi warga masyarakat untuk ikut ambil bagian di sejumlah gelaran yang sebagian besar digratiskan.

Ada pijat gratis, termasuk ada gelaran potong rambut gratis. Untuk mengadakan acara itu pihak Kodim Pekalongan, menggandeng  Yayasan Kehidupan Bagi Bangsa Semarang, dan terbukti banyak diminai warga yan hadir di acara peutupan TMMD Pekalongan.  ''Lumayan bisa potong gratis tetapi kualitasnya tidak kalah dengan potong rambut berbayar,'' ungkap Yuni, salah satu warga Rogoselo yang ikut menikmati potong gratis tersebut. *)

Pewarta : Hendra
Share:

Rabu, 03 Mei 2017

Pengendara Motor Tewas Tertabrak Mobil di Perempatan Bangkle

Mobil milik Ahmad Mukhlisin ringsek dan ditepikan dari jalan raya setelah menabrak korban. (foto: dok-resbla)
BLORA. Seorang pengendara sepeda motor bernama Budi Santoso (32), warga Desa Balong, Kecamatan Jepon, tewas mengenaskan tertabrak mobil di jalan Jendral Sudirman, Bangkle Blora. Tepatnya di simpang 4 Bangkle, Kamis dini hari (04/05/17) sekira pukul 01.15 WIB.

Berdasarkan keterangan Kanit Laka Lantas Polres Blora Aiptu Norbadi, korban si Budi Santoso mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi K 6191 QY dari arah selatan menuju utara, namun tanpa disadari ada mobil lewat dengan kecepatan cukup tinggi dan kemudian menabraknya.

“Korban tewas setelah mengalami luka robek di pelipis kanan kepalanya dan mengalami patah kaki serta punggungnya,” kata Aiptu Norbadi saat di konfirmasi, Kamis siang tadi.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat korban yang mengemudikan motor dari arah selatan menuju ke utara melintas di perempatan Bangkle. Hanya saja di waktu yang bersamaan, sekira pukul 01.15 WIB, tanpa disadari dari arah samping yakni arah timur menuju barat melintas dengan kecepatan cukup tinggi Mobil Daihatsu Grand Max yang dikemudikan Ahmad Muklisin (43), warga Tambakmulyo RT 01/ RW 14 Tanjung Mas, Semarang dan akhirnya kecelakaan maut pun tidak bisa di hindarkan.

“Di lokasi kejadian saat itu jalannya sepi dan lampu trafick light hanya menyala warna kuning tanda berhati-hati. Mungkin saja tidak di indahkan oleh kedua pengemudi. Dan terjadilah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Budi Santoso. Tubuh korban terjatuh masuk ke kolong mobil dan kepalanya terbentur aspal keras. Nyawanya tidak bisa tertolong saat dibawa menuju RSUD Blora,” ujar Aiptu Norbadi.

Pengemudi Grand Max Ahmad Mukhlisin mengatakan tidak sempat mengetahui jika ada orang mengendarai sepeda motor melintas, sedangkan dirinya dalam kecepatan yang cukup tinggi. Korban juga tidak berhenti sejenak atau melihat kanan kiri saat berkendara. Ia juga mengaku terkejut dengan kejadian itu.

“Saya mencoba menghindar dengan membanting kemudi ke kiri, tapi karena jaraknya terlalu dekat, kecelakaan itu tidakbisa dihindari,” ucap Ahmad Mukhlisin.

Akibatnya, korban tewas saat di bawa ke RSUD Blora, sedangkan pengemudi Mobil Suzuki Grand Max Ahmad Mukhlisin tidak mengalami luka luka. Ia hanya kaget dan shock melihat korban yang ditabrak tidak sadarkan diri dan akhirnya tewas.

“Kami masih tangani kejadian ini. Kami periksa saksi yang mengetahui pasti termasuk pengendara mobil sudah kami amankan,” tambah Kanit Laka.

Polisi menyita barang bukti berupa satu unit motor Honda Supra bernomor polisi K 6191 QY dan mobil Suzuki Grand Max bernomor polisi H-9448-GH.

Satlantas Polres Blora mengimbau warga berhati-hati saat berkendara, terutama naik sepeda motor. Selain menggunakan peralatan yang lengkap seperti helm, sarung tangan, juga alat keselamatan lain, berkendara sebaiknya jangan terlalu kencang dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. (ip-infoblora)
Share:

Satgas Pengendalian Harga Sembako Jelang Ramadhan Dibentuk

Rapat koordinasi mendengarkan vicon Kapolri dan Menteri terkait upaya pengendalian harga jelang ramadhan.
(foto: dok-resbla)
BLORA. Sering terjadinya lonjakan harga sembako mendekati hari besar keagamaan menjadi catatan khusus pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sebagai upaya pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi, Presiden menggandeng POLRI, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Bulog dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) guna ikut mengawasi lonjakan harga sembako. Salah satunya dengan membentuk satuan tugas (Satgas) pengendalian harga sembako.

Pembentukan satgas di tingkat pusat itupun ditindaklanjuti oleh Kapolri dengan menggelar video conference (vicon) bersama para menteri, Bulog dan KPPU kepada seluruh jajaran Polda dan Polres se Indonesia, termasuk Polres Blora, Rabu (3/5/2017).

Dimana rapat koordinasi melalui vicon di Mapolres Blora tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si mewakili Bupati Djoko Nugroho yang sedang menghadiri rakor di Semarang. Selain itu juga hadir Wakapolres Kompol Indriyanto Dian Purnomo, perwira Polres Blora, dan perwakilan dinas terkait.

Mereka semua mendengarkan pemaparan tentang upaya pengendalian harga sembako menjelang Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri melalui vicon.

Dalam vicon tersebut, Kapolri Jendral Tito Karnavian menjelaskan bahwa menjelang datangnya bulan Ramadhan, harga sembako mulai fluktuatif. Agar kondisi ini tidak dipermainkan oleh para spekulan di pasaran, pemerintah dalam hal ini Presiden menggandeng kepolisian untuk membantu melakukan pengawasan. Utamanya agar bisa menindak tegas para spekulan yang biasanya seenaknya mempermainkan harga sembako.

Polisi kerjasama dengan Bulog dan KPPU diminta ikut aktif melakukan pengawasan harga di pasar bersama dengan Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan Koperasi UKM. Dengan membentuk Satgas Pengendalian Harga Sembako yang tujuannya agar tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga yang tinggi, mengingat selama bulan Ramadhan hingga Lebaran permintaan (demand) sembako meningkat.

Berdasarkan pemaparan Kepala Bulog Djarot Kusumayakti dan Mentan Andi Amran Sulaiman, stok pangan nasional menjelang Ramadhan hingga Lebaran nanti masih aman. Namun yang dikhawatirkan menyebabkan kenaikan harga adalah tidak meratanya pendistribusian sembako antar wilayah serta rantai distribusi yang panjang sehingga sampai di tangan konsumen harganya sudah tinggi.

Selain itu, banyaknya spekulan dan tengkulak yang tersebar di pasar tradisional daerah belum bisa dikendalikan secara maksimal. Sehingga selain memaksimalkan fungsi pengawasan Satgas Pengendalian Harga Sembako, pemerintah daerah diminta aktif membuat kompetitor pasar. Misalnya dengan menggelar pasar murah tepat sasaran atau memanfaatkan keberadaan koperasi untuk kerjasama menjual sembako dengan Bulog.

“Menindaklanjuti vicon ini, nanti seluruh pihak terkait akan kita panggil di Setda untuk rapat bersama Bupati. Pemkab juga akan melaksanakan Pasar Murah saat ramadhan nanti. Saya mohon dinas terkait untuk menyiapkan bahannya. Kita mengapresiasi upaya pemerintah pusat menggandeng polisi untuk ikut melaksanakan pengawasan harga sembako jelang hari besar Keagamaan,” ujar Arief Rohman. (tio-infoblora)
Share:

20 PSK dan Mucikari Todanan Dibina Polisi

Wakapolres memberikan pembinaan kepada para PSK di aula Mapolsek Todanan. (foto: dok-resbla)
BLORA. Jelang datangnya bulan Ramadhan, jajaran Polres Blora mulai melaksanakan pembinaan kepada para pekerja seks komersial (PSK) atau pelaku prostitusi beserta mucikarinya. Selasa (2/5/2017) lalu, setidaknya ada puluhan PSK plus mucikari yang diberikan pembinaan oleh Polres Blora.

Pembinaan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Blora (Wakapolres Blora) Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H. Ia memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para PSK dan mucikari dari lokalisasi “Mbah Ngasim” Desa Tinapan Kecamatan Todanan yang dikumpulkan di Mapolsek Todanan.

Sebelum terjaring dalam operasi "pekat" (penyakit masyarakat) yang akan digelar Kepolisian menjelang bulan suci Ramadhan, para PSK dan mucikari ini mendapatkan pembekalan agar tidak kembali menjajakan diri tetapi kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang akan di usulkan dari pihak Kepolisian kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).Kabupaten Blora agar memberikan pembekalan ketrampilan kepada para PSK.

“Inilah upaya dari Kepolisian Polres Blora untuk mengurangi jumlah praktek prostitusi dan sebagai langkah preventif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H saat ditemui, kemarin.

PSK yang mengikuti pembinaan dari Wakapolres Blora tersebut, menurut Kapolsek Todanan AKP Sutrisno, S.H, seluruhnya berjumlah 20 orang plus mucikari. Upaya pembinaan ini, katanya, sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk menekan jumlah PSK di Kabupaten Blora, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dan menjalani profesi yang lebih layak dan tidak melanggar hukum.

“Kami sangat mendukung program pembinaan oleh Wakapolres Blora, sebelumnya kami sudah sering melakukan pembinaan yang sama seperti ini, akan tetapi seperti halnya “rumput setelah dicabut pasti tumbuh lagi”. Mereka kembali menjajakan diri, dengan berbagai alasan terutama masalah ekonomi dan masalah keluarga,” terang AKP Sutrisno.

Selama dalam proses pembinaan tersebut, Wakapolres Blora memberikan materi, antara lain tentang bimbingan rohani Ketuhanan yang Maha Esa, penegakan aturan dan hukum terhadap tindak asusila, serta aturan bermasyarkat saat mereka telah kembali pulang ke daerah asal. Polri berharap, para PSK setelah mengikuti kegiatan pembinaan sosial ini akan segera insyaf dan tidak mengulangi perbuatannya.

Salah seorang peserta penyuluhan yang mernolak disebut namanya, menyatakan, setelah mendengarkan materi pembinaan dan bimbingan rohani dari Wakapolres, sebetulnya dirinya tidak ingin menjadi PSK, akan tetapi kebutuhan ekonomi ditambah dirinya seorang janda yang mengurus 2 orang anak mengharuskan dirinya berprofesi seperti ini karena keterbatasan pendidikan, ketrampilan dan lapangan kerja.

Dirinya berjanji tidak akan kembali berprofesi sebagai PSK. Dia akan serius mengikuti pembekalan ketrampilan jika Dinas Sosial Kabupaten Blora membuka pelatihan kerja.

“Saya sudah capek kerja seperti ini pak, sudah 3 tahun, sebetulnya saya punya rencana akan berwiraswasta apabila sudah punya modal cukup. Karena saya tidak ingin terus hidup menjadi PSK,” katanya sambil tersendu. (ip-infoblora)
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor