Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Rabu, 03 Mei 2017

Satgas Pengendalian Harga Sembako Jelang Ramadhan Dibentuk

Rapat koordinasi mendengarkan vicon Kapolri dan Menteri terkait upaya pengendalian harga jelang ramadhan.
(foto: dok-resbla)
BLORA. Sering terjadinya lonjakan harga sembako mendekati hari besar keagamaan menjadi catatan khusus pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sebagai upaya pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi, Presiden menggandeng POLRI, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Bulog dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) guna ikut mengawasi lonjakan harga sembako. Salah satunya dengan membentuk satuan tugas (Satgas) pengendalian harga sembako.

Pembentukan satgas di tingkat pusat itupun ditindaklanjuti oleh Kapolri dengan menggelar video conference (vicon) bersama para menteri, Bulog dan KPPU kepada seluruh jajaran Polda dan Polres se Indonesia, termasuk Polres Blora, Rabu (3/5/2017).

Dimana rapat koordinasi melalui vicon di Mapolres Blora tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si mewakili Bupati Djoko Nugroho yang sedang menghadiri rakor di Semarang. Selain itu juga hadir Wakapolres Kompol Indriyanto Dian Purnomo, perwira Polres Blora, dan perwakilan dinas terkait.

Mereka semua mendengarkan pemaparan tentang upaya pengendalian harga sembako menjelang Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri melalui vicon.

Dalam vicon tersebut, Kapolri Jendral Tito Karnavian menjelaskan bahwa menjelang datangnya bulan Ramadhan, harga sembako mulai fluktuatif. Agar kondisi ini tidak dipermainkan oleh para spekulan di pasaran, pemerintah dalam hal ini Presiden menggandeng kepolisian untuk membantu melakukan pengawasan. Utamanya agar bisa menindak tegas para spekulan yang biasanya seenaknya mempermainkan harga sembako.

Polisi kerjasama dengan Bulog dan KPPU diminta ikut aktif melakukan pengawasan harga di pasar bersama dengan Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan Koperasi UKM. Dengan membentuk Satgas Pengendalian Harga Sembako yang tujuannya agar tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga yang tinggi, mengingat selama bulan Ramadhan hingga Lebaran permintaan (demand) sembako meningkat.

Berdasarkan pemaparan Kepala Bulog Djarot Kusumayakti dan Mentan Andi Amran Sulaiman, stok pangan nasional menjelang Ramadhan hingga Lebaran nanti masih aman. Namun yang dikhawatirkan menyebabkan kenaikan harga adalah tidak meratanya pendistribusian sembako antar wilayah serta rantai distribusi yang panjang sehingga sampai di tangan konsumen harganya sudah tinggi.

Selain itu, banyaknya spekulan dan tengkulak yang tersebar di pasar tradisional daerah belum bisa dikendalikan secara maksimal. Sehingga selain memaksimalkan fungsi pengawasan Satgas Pengendalian Harga Sembako, pemerintah daerah diminta aktif membuat kompetitor pasar. Misalnya dengan menggelar pasar murah tepat sasaran atau memanfaatkan keberadaan koperasi untuk kerjasama menjual sembako dengan Bulog.

“Menindaklanjuti vicon ini, nanti seluruh pihak terkait akan kita panggil di Setda untuk rapat bersama Bupati. Pemkab juga akan melaksanakan Pasar Murah saat ramadhan nanti. Saya mohon dinas terkait untuk menyiapkan bahannya. Kita mengapresiasi upaya pemerintah pusat menggandeng polisi untuk ikut melaksanakan pengawasan harga sembako jelang hari besar Keagamaan,” ujar Arief Rohman. (tio-infoblora)
Share:

20 PSK dan Mucikari Todanan Dibina Polisi

Wakapolres memberikan pembinaan kepada para PSK di aula Mapolsek Todanan. (foto: dok-resbla)
BLORA. Jelang datangnya bulan Ramadhan, jajaran Polres Blora mulai melaksanakan pembinaan kepada para pekerja seks komersial (PSK) atau pelaku prostitusi beserta mucikarinya. Selasa (2/5/2017) lalu, setidaknya ada puluhan PSK plus mucikari yang diberikan pembinaan oleh Polres Blora.

Pembinaan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Blora (Wakapolres Blora) Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H. Ia memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para PSK dan mucikari dari lokalisasi “Mbah Ngasim” Desa Tinapan Kecamatan Todanan yang dikumpulkan di Mapolsek Todanan.

Sebelum terjaring dalam operasi "pekat" (penyakit masyarakat) yang akan digelar Kepolisian menjelang bulan suci Ramadhan, para PSK dan mucikari ini mendapatkan pembekalan agar tidak kembali menjajakan diri tetapi kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang akan di usulkan dari pihak Kepolisian kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).Kabupaten Blora agar memberikan pembekalan ketrampilan kepada para PSK.

“Inilah upaya dari Kepolisian Polres Blora untuk mengurangi jumlah praktek prostitusi dan sebagai langkah preventif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kompol Indriyanto Dian Purnomo, S.H saat ditemui, kemarin.

PSK yang mengikuti pembinaan dari Wakapolres Blora tersebut, menurut Kapolsek Todanan AKP Sutrisno, S.H, seluruhnya berjumlah 20 orang plus mucikari. Upaya pembinaan ini, katanya, sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk menekan jumlah PSK di Kabupaten Blora, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dan menjalani profesi yang lebih layak dan tidak melanggar hukum.

“Kami sangat mendukung program pembinaan oleh Wakapolres Blora, sebelumnya kami sudah sering melakukan pembinaan yang sama seperti ini, akan tetapi seperti halnya “rumput setelah dicabut pasti tumbuh lagi”. Mereka kembali menjajakan diri, dengan berbagai alasan terutama masalah ekonomi dan masalah keluarga,” terang AKP Sutrisno.

Selama dalam proses pembinaan tersebut, Wakapolres Blora memberikan materi, antara lain tentang bimbingan rohani Ketuhanan yang Maha Esa, penegakan aturan dan hukum terhadap tindak asusila, serta aturan bermasyarkat saat mereka telah kembali pulang ke daerah asal. Polri berharap, para PSK setelah mengikuti kegiatan pembinaan sosial ini akan segera insyaf dan tidak mengulangi perbuatannya.

Salah seorang peserta penyuluhan yang mernolak disebut namanya, menyatakan, setelah mendengarkan materi pembinaan dan bimbingan rohani dari Wakapolres, sebetulnya dirinya tidak ingin menjadi PSK, akan tetapi kebutuhan ekonomi ditambah dirinya seorang janda yang mengurus 2 orang anak mengharuskan dirinya berprofesi seperti ini karena keterbatasan pendidikan, ketrampilan dan lapangan kerja.

Dirinya berjanji tidak akan kembali berprofesi sebagai PSK. Dia akan serius mengikuti pembekalan ketrampilan jika Dinas Sosial Kabupaten Blora membuka pelatihan kerja.

“Saya sudah capek kerja seperti ini pak, sudah 3 tahun, sebetulnya saya punya rencana akan berwiraswasta apabila sudah punya modal cukup. Karena saya tidak ingin terus hidup menjadi PSK,” katanya sambil tersendu. (ip-infoblora)
Share:

Rabu, 19 April 2017

Lezatnya Kuliner “Iwak Jendil” Khas Bengawan Solo di Cepu

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Warung Iwak Jendil khas Bengawan Solo di Desa Kentong Kecamatan Cepu selalu dicari banyak pecinta kuliner

Info Blora News ~ Sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah timur Kabupaten Blora ternyata mempunyai ikan khas sejenis patin namun hidupnya di air keruh. Warga di sekitar Kecamatan Kradenan, Kedungtuban hingga Cepu menyebut ikan itu dengan nama “Iwak Jendil”. Jika ikan itu dimasak dengan aneka bumbu yang pas, maka akan didapatkan rasa enak yang khas dan membuat orang ketagihan untuk memakannya lagi.

Seperti yang diceritakan Ibu Nur kepada wartawan Info Blora News di warung sederhana miliknya, yang berada di tepi Jl.Mulyorejo-Kapuan Kecamatan Cepu, tepatnya di selatan Balaidesa Kentong. Disini ia mengolah aneka jenis makanan yang berbahan dasar iwak jendil. Diantaranya sayur garang asem jendil dan iwak jendil goreng yang rasanya crispy.

Setiap hari ada puluhan hingga ratusan orang yang rela datang ke warungnya untuk menikmati kuliner ikan khas Bengawan Solo ini. Tidak hanya dari sekitaran Kecamatan Cepu dan Blora saja, para pemburu kuliner ikan jendil ini menurut Bu Nur juga datang dari Purwodadi Grobogan hingga Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Sajian Iwak Jendil goreng yang sangat gurih.
“Meskipun warung saya sederhana, namun alhamdulillah berkat Iwak Jendil bisa mendatangkan banyak pembeli mulai dari masyarakat biasa hingga para pejabat seperti dari Pertamina, anggota DPRD hingga dipesan untuk Gubernur,” ucapnya, saat didatangi awak media, kemarin.

Menurutnya rasa iwak jendil atau ikan jendil berbeda dengan jenis ikan lainnya. Selain berukuran relatif besar, dagingnya terasa sangat gurih dan empuk. Jika disayur garang asem sangat terasa segarnya, dan sebaliknya jika digoreng kering dapat menimbulkan aroma yang lezat.

Untuk memenuhi permintaan pasar, ia tidak mencari ikan jendil sendiri di Bengawan Solo. Namun sudah ada beberapa pemancing dan pencari ikan yang setor di warungnya setiap hari. Jika sedang musim penghujan memang agak suit mendapatkan jendil, namun saat kemarau biasanya lebih mudah.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Saputro, pengunjung dari Purwodadi

Saputro, salah satu pembeli kuliner iwak jendil mengaku penasaran ketika mendengar ada jenis ikan khas Bengawan Solo ini. Menurutnya saat ada tugas pekerjaan di Kecamatan Kedungtuban, ia diajak teman-temannya untuk makan siang di Warung Iwak Jendil Bu Nur yang ada di Desa Kentong Kecamatan Cepu.

“Jujur baru kali ini sayang datang dan mencicipi yang namanya ikan jendil khas Bengawan Solo. Tadi pesan jendil goreng, dan setelah masuk mulut mulai terasa gurihnya. Rasanya beda dengan jenis ikan sungai lainnya. Tak heran jika banyak orang datang kemari. Tadi saja warungnya penuh,” ungkap Saputro, salah satu pembeli kuliner iwak jendil dari Purwodadi.

Meskipun ramai dikunjungi para pecinta kuliner, Saputro mengaku harga yang diberikan pemilik warung masih cukup terjangkau bagi para penikmat ikan ini.
Share:

Selasa, 18 April 2017

Razia di Todanan, Polisi Sita Ratusan Liter Berbagai Jenis Miras

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Petugas Polres Blora dalam penyamaran saat razia menemukan ratusan liter minuman keras di wilayah Todanan yang ditempatkan di dalam kardus


Info Blora News ~ Peredaran minuman keras di wilayah Kabupaten Blora ternyata masih cukup marak, terlebih banyak beredar bebas di wilayah pedesaan. Dalam razia yang dilakukan Sat Narkoba Polres Blora, Senin malam lalu (17/04/17), di Kecamatan Todanan dalam waktu hanya semalam berhasil menemukan dan menyita ratusan liter minuman keras berbagai jenis dan merk.

Dalam razia yang dipimpin oleh Kaur Bin Ops (KBO) Sat Res Narkoba Polres Blora, Iptu Isnaeni, S.H., M.H itu, petugas berhasil menyita 445 liter minuman keras jenis arak jawa yang disimpan dalam 8 jerigen dan 157 botol.

Bukan hanya itu saja, berbagai jenis miras berbagai merk juga ikut disita seperti 36 botol gingseng, anggur merah 109 botol dan 23 botol beras kencur. Semuanya berasal dari tiga warung penjual miras yang berkedok jualan jamu di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

'”Dengan hasil razia ini, kita bisa ketahui bahwa peredaran miras di Blora terutama di daerah Kecamatan yang jauh dari Kota selama ini ternyata cukup marak. Hanya dari operasi yang digelar semalam, kita bisa menyita ratusan botol miras bermerk dan ratusan liter jenis arak jawa,” jelas Kepolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H, Selasa (18/4/2017).

Di lain pihak Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan menyebutkan, minuman keras sebanyak itu, tercatat disita dari 3 orang penjual minuman keras di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora dan itu pun lokasi satu dengan yang lain saling berdekatan.

“Seluruh barang bukti tersebut sudah kita amankan. Banyak kita temukan peredaran miras di sejumlah penjualan yang tak resmi. Untuk para penjual miras yang terkena razia kami akan panggil ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan,” kata AKP Suparlan.

Kebanyakan para penjual miras yang berkedok “warung jamu” menyimpan persediaan mirasnya bukan diwarung tempatnya berjualan, melainkan disembunyikan di gudang belakang rumahnya yang ditutupi terpal untuk mengelabuhi petugas.

“Pemilik tuak ini sangat pintar, saat polisi datang pasti mereka sudah mendapatkan informasi, makanya kita razia secara diam-diam, dan kita pakai sistem pukul mundur. Hasilnya maksimal kita berhasil mengamankan ratusan liter miras jenis arak jawa dan berbagai jenis lainnya,” ungkap AKP Suparlan, kemarin.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Ratusan liter miras dari berbagai merk disita petugas dalam razia Senin malam
kemarin
Menurutnya, operasi razia miras yang dilakukan antara lain untuk menekan terjadinya gangguan kamtibmas yang bermula dari minuman keras. “Penggunaan miras, selama ini sering kali manjadi awal munculnya gangguan kamtibmas,” katanya.

Kapolres Blora mengintruksikan kepada seluruh jajarnnya untuk intensif melakukan operasi miras jelang datangnya bulan suci Ramadhan bulan depan.

“Saya sebagai pimpinan mengapresiasi kinerja yang diperlihatkan oleh Sat Narkoba Polres Blora, terbukti hanya dalam waktu semalam saja, mereka dapat merazia dengan menyita ratusan liter Miras dengan berbagai jenis merek,” ujar AKBP Surisman, S.I.K, M.H.

Ia mengatakan bahwa kedepan razia serupa akan terus digelar secara berkala, termasuk merazia warung-warung di perbatasan pintu masuk wilayah Kabupaten Blora.

Selain minuman keras, Kapolres menyatakan, sasaran lain yang juga akan menjadi upaya penertiban petugas di lapangan, adalah razia senjata tajam, dan senjata api, premanisme dan kejahatan jalanan lainnya. Pihaknya berharap peran aktif masyarakat bisa memberikan masukan dan informasi tentang adanya potensi gangguan kamtibmas menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi Kepolisian untuk bergerak cepat dalam mengambil tindakan hukum.
Share:

Geliatkan Industri Pariwisata, Blora Bentuk 7 Pokdarwis

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Para peserta pembentukan Pokdarwis dari 7 desa di Blora semangat mengikuti pembinaan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng
Info Blora News ~ Sektor pariwisata terus digenjot agar bisa menggerakkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. Utamanya desa-desa yang mempunyai potensi besar di bidang kepariwisataan baik potensi alam, seni budaya, hortikultura, kuliner dan lainnya. Salah satunya dengan pembentukan dan pendampingan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari desa bersangkutan oleh Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Dsiporapar) Jateng berkerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Disporabudpar).

Bertempat di Warung Iwak Kali (WIK) yang berada di kawasan wisata Waduk Tempuran, Selasa (18/4/2017) kemarin Disporapar Jateng dan Dinporabudpar Blora mengundang masyarakat dari 7 desa wisata untuk dijadikan kelompok sadar wisata. Yakni Desa Bicak Kecamatan Todanan, Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Desa Tempuran Kecamatan Blora, Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Desa Balong Kecamatan Jepon, Desa Gandu Kecamatan Bogorejo, dan Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong.

Mereka berkumpul bersama untuk diberikan pembinaan dan bimbingan dari narasumber yang didatangkan oleh Disporapar Jateng. Diantaranya Bu Dayang tokoh desa wisata dari Selo Boyolali dan Pak Yossyadi Bambang Singgih seorang pegiat pariwisata dan desa wisata Indonesia.

Keduanya menyampaikan materi tentang penerapan sadar wisata dan sapta pesona di kawasan daya tarik wisata dalam rangka peningkatan daya saing, serta pentingnya memahami kearifan lokal sebagai potensi daya tarik wisata yang khas.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Asisten II Sekda Blora, Slamet Pamudji SH, M.Hum memberikan pemaparan
tentang pentingnya sadar wisata
Kepala Disporapar Jateng yang diwakili oleh Kabid Pengambangan SDM Parekraf Danang Purwanto SE, M.Si dalam kegiatan itu mengatakan bahwa Jateng memiliki potensi wisata yang sangat besar. Namun potensi yang besar itu belum semuanya tergarap dengan baik dan belum bisa mendatangkan banyak kunjungan wisatawan. Padahal menurut data yang ada, Jateng menargetkan wisatawan asing di tahun 2019 sebanyak 1,8 juta orang dan saat ini di tahun 2017 hingga bulan April baru 500 ribu orang.

“Untuk bisa mencapai target itu tidak hanya membangun kawasan wisata saja, namun harus dilakukan pembangunan sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan yang merata. Dimana sasarannya adalah masyarakat yang ada di kawasan wisata, atau desa wisata. Mereka sebagai pelaku pariwisata harus bisa terampil mengelola potensinya sendiri,” ucapnya.

Blora, sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang beragam di wilayah timur Jawa Tengah dipandang sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Sehingga menurutnya Disporapar Jateng sengaja memilih Blora sebagai lokasi pembentukan dan pendampingan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dengan harapan kedepan bisa menerapkan sapta pesona dan sadar wisata di wilayahnya masing-masing.

Bupati Blora Djoko Nugroho yang diwakili oleh Asisten II Sekda Blora Slamet Pamudji SH, M.Hum mengapresiasi dan berterimakasih kepada Disporapar Jateng yang telah mengadakan pembinaan dan pembentukan pokdarwis di Blora.

“Industri pariwisata saat ini memang menjadi salah satu prioritas pembangunan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Harapannya, kedepan bisa meningkatkan perekonomian daerah, pemberdayaan masyarakat dan menambah PAD. Dengan adanya pembentukan pokdarwis ini, setidaknya bisa mendukung percepatan industri pariwisata. Setiap pokdarwis harus kreatif mengelola potensi daerahnya agar menjadi daya tarik yang khas,” ucap Slamet Pamudji.

Ia mencontohkan kawasan wisata Bukit Cengklik di Desa Bicak Kecamatan Todanan. Disana lokasi wisatanya dikelola oleh sekelompok pemuda yang tingkat kesadaran wisatanya tinggi. Dengan bermodal bukit yang hijau, mereka membuat berbagai model lokasi selfie. Hasilnya lokasi itu banyak dikunjungi wisatawan hanya untuk berburu foto. Perlahan ekonomi sekitar tumbuh dengan adanya kios-kios PKL dan pendapatan parkir hingga jutaan rupiah per bulan. “Gali potensi lokal yang ada dan berkreasilah, sehingga layak untuk dikunjungi wisatawan,” lanjutnya.

Kepala Dinporabudpar Blora Drs.Kunto Aji yang diwakili Kabid Pariwisata Heksa Wismaningsih S.STP mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk pembentukan pokdarwis saja. Kedepan akan dibentuk komunitas pokdarwis yang secara rutin digelar pertemuan bersama untuk saling bertukar pengalaman dengan mendatangkan tokoh pariwisata.

“Rencananya pertemuan komunitas pokdarwis ini akan kami laksanakan dua bulan sekali. Selain untuk melakukan pendampingan, juga untuk memantau perkembangan pokdarwis yang telah dibentuk,” terangnya.


SPONSOR
 


Share:

Bidik Pasar Ekspor, Perhutani Tanam Kelor di Bawah Tegakan Jati

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Dari kanan ke kiri, Adm Perhutani KPH Kebonharjo, Wakil Bupati, Dirut PT.MOI dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora bersama-sama menanam biji kelor di bawah tegakan pohon jati




Info Blora News ~ Setelah mengetahui bahwa tanaman kelor memiliki banyak manfaat dan menjadi incaran banyak negara seperti kebun kelor milik PT.Moringa Organik Indonesia milik Pak Dudi Krisnadi yang ada di Desa Ngawenombo Kecamatan Kunduran. Nampaknya Perhutani KPH Kebonharjo langsung tertarik untuk ikut mengembangkan tanaman ajaib tersebut.

Senin sore (17/4/2017) kemarin, Adm Perhutani KPH Kebonharjo Isnin Soiban S.Hut MM bersama beberapa Asper dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (PMDH) langsung melakukan kerjasama dengan PT.Moringa Organik Indonesia (MOI).

Bertempat di kawasan hutan eks TPK Banyuurip Desa Gayam Kecamatan Bogorejo, Perhutani KPH Kebonharjo dan PT.MOI melakukan penanaman ribuan biji kelor di bawah tegakan hutan jati. Dengan jarak tanam satu meter dan kedalaman satu jari, setiap lubang pada bedengan tanah diisi satu hingga dua biji kelor.

Penanaman dilakukan bersama-sama dengan penuh semangat agar kelak bisa tumbuh dan menuai hasilnya. Lantas dilanjutkan penandatanganan MoU kerjasama penanaman dan pengolahan kelor yang disaksikan Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Penanaman untuk diambil manfaat bunganya guna ternak lebah madu kelor
Turut hadir dalam acara penanaman kelor tersebut Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kab.Blora Hj.Ainus Sholicah, Dirut PT.Moringa Organik Indonesia Ai Dudi Krisnadi, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogorejo dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dari Desa Sendangrejo dan Gayam.

“Mengingat banyaknya manfaat yang bisa diambil dari tanaman kelor, kami dari Perhutani KPH Kebonharjo tidak perlu pikir panjang untuk ikut menanam kelor seperti Pak Dudi Krisnadi yang telah sukses budidaya kelor di Ngawenombo Kunduran hingga ekspor ke luar negeri,” ucap Isnin Soiban kepada awak media.

Menurutnya, kebetulan Pak Dudi Krisnadi ini dahulunya adalah teman ketika dinas di Jawa Barat, dan awal bulan April kemarin ketika ada kunjungan Pemkab Sigi ke Blora belajar budidaya kelor di tempat Pak Dudi membuat ia ingin ikut melakukannya.

“Setelah konsultasi beberapa kali dan Pak Dudi mengatakan bahwa kelor bisa ditanam di bawah tegakan jati. Maka langsung saya jalin kerjasama untuk menanam kelor seluas 1 hektar di hutan eks TPK Banyuurip yang berada di tepi Jalan Bogorejo-Jatirogo ini. Harapannya nanti bisa menjadi pusat budidaya kelor yang pertama kali di kawasan hutan sehingga bisa ikut memberdayakan LMDH di sekitar,” jelas Isnin.

Adapun Dudi Krisnadi menerangkan kepada wartawan Info Blora News bahwa penanaman bibit kelor di lokasi itu nantinya untuk dipanen daunnya. Ia berharap dengan perawatan yang baik, dalam tiga bulan kedepan sudah bisa panen perdana.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Wakil Bupati didapit Adm Perhutani KPH Kebonharjo dan Dirut PT.MOI memberikan sambutan positif terhadap penanaman kelor di bawah tegakan jati
“Saya yakin dengan tekad Pak Isnin yang besar, penanaman kelor ini bisa berhasil. Tiga bulan kedepan semoga bisa panen perdana. Hasilnya nanti akan dikeringkan dalam sebulan kemudian kita kirim ke Malaysia. Market kita kesana, karena permintaan untuk bahan makanan ternak (feed) sangat banyak. Harganya juga cukup mahal dan dijamin akan menguntungkan,” kata Dudi yang belum lama ini ditetapkan sebagai duta kelor di Malaysia.

Tidak hanya daunnya, di lahan sebelahnya Perhutani KPH Kebonharjo juga menanam bibit pohon kelor yang nantinya akan dimanfaatkan untuk ternak lebah. “Madu yang dihasilkan lebah dari bunga kelor manfaatnya juga bagus untuk kesehatan dan harganya cukup mahal. Nanti bisa LMDH bisa ternak lebah dan dipelihara di kebun kelor,” lanjut Isnin.

Melihat kegigihan Perhutani KPH Kebonharjo ikut membudidayakan kelor, Wabup Arief Rohman mengapresiasi dan menyampaikan salam hormat dari Bupati Djoko Nugroho.

“Sebelum saya kesini tadi, saya sudah bicara dengan Pak Bupati. Beliau mengapresiasi usaha Perhutani KPH Kebonharjo untuk bisa mengembangkan tanaman kelor di bawah tegakan jati. Kita harus optimis ini akan berhasil. Mari bersama-sama kita dukung, kawal SOP dan protapnya agar hasilnya bisa maksimal. Jangan hanya semangat menanam di awal, namun kebelakangnya justru lengah. Nanti kalau panen perdana biar Pak Bupati yang datang untuk ikut memetik kelornya,” ujar Arief Rohman.

Ia juga mengajak Pak Camat dan seluruh Kepala Desa yang masuk wilayah hutan Perhutani KPH Kebonharjo untuk bersama-sama mengawal petani LMDH agar bisa ikut mengembangkan tanaman kelor.

“Ajak mereka ke tempat Pak Dudi yang ada di Ngawenombo untuk belajar sehingga lebih paham bagaimana cara menanam, merawat, mengolah hingga berbagai macam manfaatnya yang luar biasa,” tegasnya.

Untuk diketahui, tanaman kelor memang mempunyai banyak manfaat untuk manusia. Diantaranya sebagai bahan makanan yang bernilai gizi tinggi, sebagai bahan perawatan kecantikan, pemenuhan nutrisi, pencegahan gizi buruk dan lainnya. Kelor bisa diolah menjadi berbagai aneka makanan. Bahkan ia bisa menjadi bahan pakan ternak non kolesterol dan dijadikan pupuk organik yang sangat sehat untuk tumbuh-tumbuhan.
Share:

Senin, 17 April 2017

Polres Blora Adakan Pakta Integritas, Tepis Masuk Polisi Bayar

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Penandatanganan Pakta Integritas yang diselenggarakan Polres Blora


Info Blora News ~ Bertempat di Aula Aryyaguna Mapolres Blora, Kepolisian Resor Blora pada hari Senin (17/4/2017) melaksanakan penandatanganan pakta integritas penerimaan calon Taruna Akpol, Brigadir dan Tamtama tahun 2017, kepada calon siswa yang memenuhi syarat lulus Rikmin awal tingkat Pabanrim Polres Blora berjumlah 272 peserta.

Rinciannya, jumlah pendaftar taruna Akpol terdiri dari pria 6 orang dan wanita 1 orang. Untuk jumlah pendaftar Brigadir terdiri dari pria 166 orang dan wanita 24 orang. Sedangkan pendaftar Tamtama sebanyak 42 orang.

Setelah melaksanakan penandatanganan pakta integritas, Kapolres Blora AKBP Surisman SIK, M.H, yang sekaligus selaku Ketua Pabanrim Polres Blora membacakan sambutan dari Kapolda Jawa Jateng, Inspektur Jendral Polisi, Drs. Condro Kirono.

Dalam sambutanya Kapolda Jawa Jateng mengatakan, maksud diadakan penandatanganan tersebut adalah sebagai sarana kontrol, pengendalian dan pengawasan melekat dalam setiap proses penerimaan calon anggota Polri tahun 2017, sehingga akan dihasilkan anggota Polri dari Polda Jateng yang terbaik. Baik dari aspek jasmani dan rohani maupun aspek mental dan intelektual.

Selain itu, upaya ini juga merupakan langkah strategis penataan dan pembinaan personel Polri sejak awal menjadi anggota, sehingga secara bertahap diharapkan akan terwujudnya insan Polri masa depan yang profesional.

Sebagaimana dimaklumi bersama, bahwa Polri senantiasa berupaya untuk melakukan perubahan MIND SET DAN CULTURE SET dalam rangka mewujudkan institusi Polri yang bersih (Clean Government) dan tata kelola organisasi yang baik (Governance), sesuai dengan harapan dan dambaan masyarakat.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Sambutan Kapolres Blora AKBP Surisman SIK tentang penerimaan anggota Polri tahun 2017
 
Salah satu agenda perubahan yang dilaksanakan oleh Polri, diantaranya dengan menerapkan proses rekrutmen anggota Polri dengan prinsip (BETAH), Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.
 
Berbagai aturan dalam rekrutmen ini telah disusun oleh panitia pusat, diantaranya bahwa dalam setiap tahapan seleksi tidak dipungut biaya (Gratis).

Meskipun demikian, namun banyak desas-desus atau rumor di masyarakat bahwa jika ingin lulus menjadi anggota Polri, maka harus menyediakan sejumlah uang yang jumlahnya terkadang mencapai ratusan juta rupiah.

Tentunya hal tersebut tidaklah benar, karena dalam proses penerimaan anggota Polri ini menggunakan dana APBN serta apabila calon anggota Polri telah memenuhi standar kelulusan, maka Insya Allah akan lulus menjadi anggota Polri tanpa harus membayar kepada oknum panitia atau pun perantara yang menawarkan jasa bisa membantu kelulusan.

“Yang utama bagi para calon anggota Polri adalah belajar, berlatih dan berdoa. Jika ini terpenuhi maka Insya Allah akan lulus dalam proses seleksi calon anggota Polisi ini. Tentunya juga Polda Jateng berkomitmen dan berupaya seoptimal mungkin, bahwa dalam setiap proses penerimaan anggota Polri dapat dilaksanakan sesuai anturan yang berlaku,” ujarnya.

“Kepada panitia seleksi, saya mengucapkan selamat bertugas serta bagi para calon anggota Polri selamat melaksanakan seleksi. Saya yakin dan percaya bahwa kalian akan mengikuti proses seleksi ini dengan baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh panitia. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan bimbingan dan perlindunganya dalam setiap pelaksanaa tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolda Jateng yang dibacakan Kapolres Blora AKBP Surisman.

Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Surisman SIK, menambahkan jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan momentum yang baik tersebut. Yakinkan kepada para calon bahwa kelulusan sangat tergantung pada calon itu sendiri.

“Ini merupakan perjuangan dan doa, lakukan dengan semangat terlebih berlatih dalam mengahadapi tes nanti,” kata Kapolres.

Pada kesempatan itu, Kapolres menegaskan, jika ada oknum anggota Polri yang memanfaatkan moment ini jangan segan-segan untuk melaporkan kepada dirinya.

“Jangan ada yang percaya apabila ada yang menjanjikan akan meluluskan baik itu dari Polisi atau pun dari pihak luar. Berjuanglah dengan baik dan selalu siap jadi anggota Polri. Siapkan mental dan fisik, mari kita berdoa demi kader-kader penerus Polri yang baik,” pungkas AKBP Surisman, SIK.
Share:

Satlantas Blora Gencarkan Kampanye Camot di Sekolah

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Kasatlantas AKP Febriyani Aer SIK melakukan edukasi dan sosialisasi CAMOT kepada siswa SDN Tambaksari Blora.


Info Blora News ~ Masih tingginya angka kecelakaan lalu-lintas di Kabupaten Blora membuat Satlantas Polres Blora terus melakukan upaya preventif untuk mengedukasi warga masyarakat agar tertib saat berkendara di jalan raya sehingga potensi kecelakaan dapat berkurang. Salah satu cara yang ditempuh adalah menggencarkan kampanye Cegah Anak-anak Mengendarai Motor yang disingkat CAMOT.

Mulai dari Kasatlantas hingga seluruh anggotanya mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan kampanye itu. Tidak hanya SMA dan SMP saja yang menjadi sasaran sosialisasi CAMOT, melainkan siswa SD juga dijadikan objek sosialisasi. Pasalnya di berbagai pedesaan dijumpai anak kelas 5 dan 6 SD sudah bisa mengendarai motor.

Bahkan, Senin (17/4/2017) kemarin Kasatlantas AKP Febriyani Aer SIK secara langsung mendatangi SDN Tambaksari untuk melakukan sosialisasi dan kampanye CAMOT kepada anak-anak sambil membagikan stiker serta gantungan kunci.

Tidak hanya memberikan himbauan tentang larangan mengendarai motor bagi anak-anak, Kasatlantas berhijab ini juga memberikan contoh mengantar anak sekolah menggunakan sepeda onthel. Dengan harapan, para orang tua bisa mengantarkan sekolah anaknya yang masih dibawah umur.

“Anak yang belum berumur 17 tahun dan belum punya SIM dilarang mengendarai motor,” tegas Kasatlantas.

Menurutnya saat ini kebanyakan korban kecelakaan adalah pelajar atau siswa sekolah. Dimana kebanyakan mereka belum cukup umur dan belum mempunyai SIM. “Sebaiknya orang tuanya juga memahami ini. Sayangi anak, lebih baik diantar daripada memberikan motor kepada anak yang bisa menimbulkan potensi rawan kecelakaan,” lanjut Kasatlantas.

Ia mengaku tidak hanya kali ini kampanye CAMOT dilakukan. Sebelumnya seluruh jajaran Satlantas bahkan se Polres Blora juga ikut mengkampanyekan CAMOT. Diantaranya dengan menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah ketika hari Senin. Pada kegiatan upacara tersebut petugas memberikan edukasi tentang pentingnya ketertiban lalu-lintas.

Silvano Dwi Bayu (10) salah satu siswa SDN Tambaksari mengaku senang dikunjungi Polisi dan diberikan pengetahuan tentang lalu-lintas. Ia paham bahwa anak-anak yang belum berumur 17 tahun memang tidak boleh mengendarai motor di jalan raya. “Terimakasih Bu Polisi sudah datang dan mengajari saya bersama teman-teman tentang lalu lintas,” ujarnya
Share:

Dinilai Menguntungkan, Budidaya Pisang Cavendish di Desa Bedingin

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Rubani dan Kusminar foto bersama di tengah perkebunan pisang cavendish miliknya.


Info Blora News ~ Karena dinilai sangat menguntungkan dan perawatannya mudah, budidaya pisang cavendish terus diminati para petani di pedesaan. Setelah Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan dan Desa Balong Kecamatan Kunduran, kini budidaya pisang yang menjadi idola di pasaran supermarket ini juga dilakukan petani di Desa Bedingin Kecamatan Todanan.

Ialah Rubani (37), petani pisang dibawah pendampingan dari Fasilitator Rumah Zakat Indonesia yang berhasil melakukan budidaya pisang cavendish di kebunnya sejak setahun lalu. Ia memilih budidaya pisang karena menurutnya pisang merupakan tanaman yang multi manfaat, hampir semua bagian dalam tanaman pisang mulai dari akar, batang, bungga, buah hingga daun dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan hidup manusia.

“Bibit yang saya tanam satu tahun silam itu, saat ini sudah membuahkan hasil. Alhamdulillah sudah panen dan hasilnya sangat menguntungkan, baru memanen 20% dari total pisang yang ada dan sudah balik modal,” kata Rubani ketika ditemui, Senin (17/4/2017) kemarin.

Sementara itu, Kusminar selaku Fasilitator Rumah Zakat Indonesia di Desa Bedingin yang mendapingi budidaya pisang cavendish ini mengungkapkan, kedepan pihaknya bersama dengan petani akan terus melakukan perbaikan teknis budidaya, membangun jaringan pemasaran, dan mengembangkan usaha dari kebun pisang ini.

“Dalam waktu dekat kita akan mengembangkan pembibitan pisang sendiri dan juga pisang yang tidak masuk grade akan kami proses menjadi kripik pisang,” ungkapnya.

Ia menambahkan sebagai tawaran, budidaya pisang cavendish ini bisa menjadi pilihan yang cocok. Karena, menurutnya pisang lebih mudah dikembangkan dan sangat cocok di lahan tanah pedesaan yang subur. Selain itu, resikonya lebih mudah dikendalikan dibandingkan komoditas pertanian perkebunan lainnya.

Apalagi, sambung Kusminar, tanaman pisang termasuk dalam kategori tanaman yang jarang terserang hama, sehingga lagi-lagi resiko kegagalan bisa diminimalkan. “Hanya saja, dalam bertanam, tetap harus menggunakan teknologi yang tepat guna dan sasaran,” lanjutnya.

Masih menurut Kusminar, di wilayah pedesaan masih banyak lahan di sekitarnya yang memungkinkan untuk dikembangkan tanaman serupa. Selain secara mudah dalam perawatan, kebun pisang cavendish ini juga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Share:

Antisipasi Aksi Terorisme, Polres Blora Tingkatkan Pengamanan

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Kapolres AKBP Surisman SIK MH menginstruksikan agar jajarannya meningkatkan
kesiagaan guna antisipasi aksi terorisme

Info Blora News ~ Mengantisipasi aksi terorisme, jajaran Polres Blora melakukan peningkatkan kesiagaan. Kapolres AKBP Surisman, S.I.K, M.H selaku Kepala Kepolisian Resort Blora menginstruksikan untuk meningkatkan kesiagaan dan memperketat pengamanan/penjagaan.

Instruksi tersebut diberikan langsung kepada seluruh jajarannya, baik anggota yang saat ini bertugas di jajaran Polres maupun jajaran Polsek se-Kabupaten Blora, Senin (17/04/2017).

Meskipun belum ada informasi bahwa Kabupaten Blora akan menjadi target aksi terorisme, ia mengatakan pihaknya harus tetap waspada agar kejadian serupa di daerah Tuban dan Banyumas beberapa hari yang lalu tidak terjadi di wilayah Blora.

“Kita tidak boleh under estimate terhadap suatu keadaan yang sekilas terlihat landai dan aman. Setiap saat kita harus tetap lirik kanan lirik kiri terhadap situasi sekitar”, ungkap AKBP Surisman, S.I.K, M.H.

Menurutnya, berdasarkan evaluasi di beberapa daerah yang pernah terjadi aksi penyerangan dari kelompok teroris sebelum-sebelumya, rata-rata mereka (teroris) mengincar petugas yang kurang waspada pada saat bertugas baik itu di penjagaan mako ataupun di lapangan.

“Jangan pernah lelah untuk mengingatkan rekannya apabila dinilai lengah dan kurang waspada saat melaksanakan tugas”, pesannya.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Anggota Polres Blora diapelkan mengikuti arahan dari Kapolres tentang kesiagaan mengantisipasi terorisme.
Kapolres juga telah memberikan arahan agar dalam bertugas, harus dilengkapi dengan body system atau pengamanan berlapis. “Kebijakan saya dari awal, setiap petugas polri yang bertugas harus menggunakan body system atau pengamanan berlapis dan anggota pengamanan terbuka, di back up oleh anggota pengamanan tertutup,” jelas Kapolres Blora.

Di samping itu, pihaknya juga meminta petugas di polsek untuk melakukan hal serupa. Kapolres menambahkan, untuk menyiasati luasan wilayah dan kurangnya personel, antar mapolsek dibagi dalam rayon.

“Dengan hal itu, jika ada suatu permasalahan pada satu Polsek, maka Polsek lain bisa saling membantu,” tuturnya.

Selain Markas Komando Polres Blora dan Polsek Jajaran, fokus pengamanan juga dilakukan pada tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek vital dan kantor pemerintahan.
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor