Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Rabu, 10 Mei 2017

Diajukan Jadi Bacagub, Marwan Jafar Ikuti Konsolidasi di Blora

Marwan Jafar memberikan paparan dalam konsolidasi jelang Pilgub Jateng. (foto: tio-ib)
BLORA. Dukungan dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Marwan Jafar untuk maju ke bursa bakal calon gubernur pada Pilgub Jateng 2018 mendatang terus dilakukan. Rabu (10/5/2017) kemarin giliran DPC PKB Blora menggelar konsolidasasi dan langsung dihadiri oleh mantan Menteri Desa PDTT tersebut.

Bertempat di aula Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, konsolidasi dihadiri seluruh jajaran pengurus DPC PKB Blora dan badan otonom (banomnya). Pimpinan PCNU, Muslimat, dan anggotanya juga hadir.

Dalam sambutannya, KH Muharror Ali selaku tuan rumah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum memberikan dukungan agar Nahdlatul Ulama bisa memiliki gubernur sendiri. Menurutnya selama ini perhatian Pemerintah kepada Pondok Pesantren masih kurang, ia berharap dengan adanya gubernur yang berasal dari kalangan NU sendiri maka pendidikan di Ponpes akan mendapatkan perhatian lebih.

“Warga Nahdlatul Ulama saya minta untuk memilih Gubernur yang memperhatikan pesantren di Jawa Tengah. Dari nama-nama yang sudah muncul pada isu Pilgub Jateng 2018, hanya Marwan yang memiliki rekam jejak terhadap masyarakat desa dan pesantren,” terang KH Muharror Ali.

Selama menjadi DPR RI tiga periode, menurutnya kinerja Marwan jelas, aspiratif, dan ngopeni masyarakat bawah. “Saat jadi Menteri Desa, Marwan kerjanya juga cak cek (cepat),” lanjutnya.

Selain rekam jejak kerja, lanjut Muharror, Marwan mengerti kebutuhan santri dan pesantren karena Marwan punya latar belakang sebagai santri. “Dia ini NU tulen, santri yang jelas-jelas tahu kebutuhan dari masyarakat Nahdliyin. Jadi tidak ada alasan kepada warga NU untuk tidak mendukung Marwan sebagai Gubernur Jateng,” pungkas dia.

Ketua DPC PKB Blora, Abdul Hakim menyatakan bahwa awalnya Marwan Jafar sebenarnya tidak ada ambisi untuk menjadi bakal calon gubernur. Namun karena ada dorongan dari DPW dan DPC PKB se Jawa Tengah maka dirinya siap untuk maju ke pertarungan Pilgub Jateng 2018.

“Kami dari PKB Blora juga siap memberikan dukungan ke Pak Marwan untuk maju ke Pilgub 2018. PKB dan NU harus merapatkan barisan untuk bergerak bersama menyukseskan Pak Marwan maju ke Pilgub. Dukung beliau memimpin Jateng yang lebih sejahtera, jika tidak lebih baik dari yang sekarang maka lima tahun kedepannya lagi tidak usah dipilih kembali. Gitu saja,” tegas Abdul Hakim.

Sementara itu, Marwan Jafar selaku yang dicalonkan mengatakan bahwa dirinya siap diberi tugas partai untuk maju di Pilgub 2018. “Saya siap dicalonkan untuk maju Pilgub jika memang menurut partai saya yang terbaik. Namun jika ada orang lain yang lebih baik dari saya, saya siap untuk mundur,” ucapnya.

Selain menyatakan kesiapannya maju Pilgub, dalam konsolidasi itu ia juga menyoroti masih tingginya ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan. Salah satu penyebabnya yaitu penduduk perkotaan lebih besar dibandingkan pedesaan. Secara nasional perbandinganya yaitu 56 % merupakan warga perkotaan dan 44 % warga desa.

“Pertumbuhan yang timpang antara desa dan kota tersebut menyebabkan kesenjangan antara desa dan kota menjadi cukup tinggi dengan kontribusi kota besar dan metropolitan terhadap pertumbuhan mencapai 32 %. Sedangkan kontribusi kota menengah dan kecil hanya 7 % terhadap pertumbuhan,” kata Marwan, Rabu (10/5/2017).

Oleh karena itu, dia mengusulkan perlu ada langkah strategis untuk menciptakan penyeimbangan pembangunan desa dan kota. Salah satunya adalah penguatan pembangunan pertanian, mengingat mayoritas aktivitas perekonomian masyarakaht desa masih bergantung pada tingkat produktivitas Sumber Daya Alam (SDA), termasuk di dalamnya adalah peternakan.

“Kebijakan penguatan pembangunan pertanian sejauh ini masih lemah, hal itu dibuktikan dengan masih ada kecenderungan daerah-daerah memilih eksploitasi sumber daya alam daripada memperkuat sektor produktif lainnya seperti pertanian,” pungkasnya. (tio-infoblora)
Share:

Sedekah Bumi : Wujud Rasa Syukur, Gotong Royong & Kerukunan Warga

Warga Desa Bangoan Kecamatan Jiken guyub rukun kumpul bersama, gotong royong melaksanakan tradisi sedekah bumi. (foto: teg-ib)
BLORA. Menggelar sedekah bumi atau gasdeso merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang di lakukan oleh masyarakat desa. Setiap tahun, setelah masa panen tiba, mereka bergotong gorong mengadakan selamatan secara bersama-sama. Berkumpul di dalah satu tempat strategis seperti sendang, persimpangan jalan, balaidesa atau masjid dengan membawa hasil bumi.

Seperti yang digelar warga Desa Bangoan Kecamatan Jiken, Rabu Kliwon (10/5/2017) kemarin. Sejak pagi masing-masing KK berkumpul di kawasan sendang yang disimbolkan sebagai sumber air penghidupan. 

Mereka membawa nasi komplit dengan lauk-pauk, jajanan dan buah-buahan. Setelah didoakan sambil mengucap rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rejeki hasil bumi setahun belakangan, seluruh makanan yang dibawa pun dibagikan secara gratis, saling tukar satu dengan lainnya. Semua tampak guyub rukun dalam kebersamaan.

Sarimin warga Banyubang, salah satu pedukuhan di Desa Bangoan mengatakan bahwa tradisi sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun yang sudah sejak lama di lakukan dan terus di lestarikan selama ratusan tahun.

“Setiap setahun sekali kami terus menggelar tradisi sedekah bumi yang sudah lama dilakukan ini. Hal ini bentuk wujud syukur warga atas capaian hasil pertanian selama setahun terakhir,” jelasnya di sela sela acara sedekah bumi kemarin.

Menurutnya seluruh warga desa mengikuti tradisi sedekah bumi. Semua warga menyumbangkan makanan berupa ambeng nasi dan lauk-pauk untuk didoakan dan dimakan bersama-sama dengan warga se-desa.

“Semua bawa makanan dan di jadikan satu, setelah di doakan nanti mereka berebut makanan tersebut, sebab diyakini jika dapat makanan banyak tentu rejeki yang di dapat tahun ini juga banyak,” terangnya.

Sudarto, Kepala Desa Bangoan menjelaskan bahwa rangkaian acara sedekah bumi dimulai sejak Selasa sore (9/5/2017) lalu. Dengan digelar turnamen bola volly dan hari Rabu nya ada seni budaya tayub yang di gelar di area sendang desa selama semalam suntuk.

“Setiap tradisi sedekah bumi pasti sangat meriah, musim hujan maupun musim kemarau tidak mempengaruhi acara yang setiap tahun di gelar ini, sebab tradisi sedekah bumi terus di lestarikan” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan acara tersebut kerukunan dan gotong royong antar warga terus terjalin untuk menjadikan desa yang adem tentrem tanpa adanya masalah.

“Tentu ini peninggalan budaya yang perlu kita lestarikan bersama, sehingga tradisi sedekah bumi dan di lanjut royok nasi pun juga harus di lestarikan,” pungkasnya. (teg-ib)
Share:

AKBP Saptono Akan Jabat Kapolres Blora

AKBP Saptono Akan Jabat Kapolres Blora
AKBP  Surisman, S.I.K, M.H
BLORA, panturaNews.info  - Kapolres Blora, AKBP  Surisman, S.I.K, M.H akan berpindah tugas menjadi Wakil Direktur Direktorat Intelkam Polda Kepri, dan posisinya akan digantikan oleh  AKBP Saptono yang sebelumnya menjabat sebagai  Kasubdit IV Ditreksrimsus Polda Babel.

.Kasubbag Humas Polres Blora, AKP Sularno, membenarkan adanya pergantian Kapolres Blora tesebut. Menurutnya, pergantian terebut  diberitahukan melalui Surat Telegram Kapolri, nomor ST/1225/V/2017.

Ssuai surat telegram tersebut,  sejukmlah Kapolres lainnya yang mengalami pergantian adalah Polres Rembang, Polres  Brebes, Polres  Sragen dan Polres  Sukoharjo. “Nantinya serah terima Kapolres akan dilaksanakan di Polda Jateng, Jumat (19/5/2017). Sedangkan pisah sambut di Polres Blora, rencanannya akan dilaksankan hari Sabtu (24/5/2017),'' jelas AKP Sularno.yang dalam pekan ini akan menjabat sebagai Kapolsek Jiken menggantikan AKP Suhardi, S.H. *)

*) Polres Blora 
Share:

Ops Patuh Tilang 114 Pelanggar

Ops Patuh Tilang 114 Pelanggar
Foto : Polres Blora
BLORA, panturaNews.info  - Hari pertama Operasi Patuh Candi 2017,  Selasa (9/5/2017),  jajaran Polres Blora berhasil menjaring 114 pelanggar yang disanksi dengan tilang. Menurut KBO Lantas Polres Blora, Iptu Markus,  pelanggaran mencolok diantaranya pengendara maupun yang diboncengnya tidak menggunakan helm, melawan arus.

Dijelaskan,  hari pertama Operasi Patuh Candi  tersebut digelar  di sepanjang JL. Pemuda dan di alun-alun Kota Blora dimna melibatkan  sebanyak  30 personil dari satgas.  ''Untuk pelagar yang ditilan gitu terdiri dari  pengendara motor dan mobil.

Sejumlah pelanggaran lainya, diantaranya tidak membawa surat-surat kendaraan. Selain menilang petugas juga  menegur pengendara motor, yakni ada  orang tua yang mengantarkan anaknya tapi anaknya tidak menggunakan helm.  ''Untuk pelanggaran ringan seperti ini pelanggar hanya ditegur,'' jelas  Iptu Markus.  *)

Pewarta : Hendra 

Share:

Selasa, 09 Mei 2017

Hari Pertama Operasi Patuh Candi 2017, 114 Pelanggar Ditilang

Hari pertama Operasi Patuh Candi 2017 Satlantas Polres Blora tilang 114 pelanggar.
(foto: dok-ib)
BLORA. Tepat di hari pertama operasi patuh Candi 2017 pada Selasa (9/5/2017) kemarin, jajaran Polres Blora berhasil menjaring 114 pelanggar yang disanksi dengan tilang. KBO Lantas Polres Blora, Iptu Markus mengatakan, beberapa pelanggaran yang terlihat dengan kasat mata diantaranya pengendara maupun yang diboncengnya tidak menggunakan helm, melawan arus serta hal lainnya yang nisa menyebabkan kemacetan atau kecelakaan lalu lintas jika dibiarkan.

Kegiatan operasi dihari pertama tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Pemuda dan di Alun-alun Kota Blora, dengan melibatkan 30 personil dari seluruh satgas Ops Patuh Candi 2017. Iptu Markus menjelaskan, bahwa jumlah tersebut terdiri dari pengendara motor dan mobil.

“Sejak kemarin pagi hari Selasa, 9 Mei 2017 kurang lebih ada sekitar 114 pelanggaran yang didominasi kendaraan roda dua,” ucapnya, Rabu (10/5/2017) saat ditemui usai apel pagi di Mako Satlantas Polres Blora.

Dia menuturkan pelanggaran yang dilakukan pengendara diantaranya adalah tidak membawa surat-surat kendaraan dengan lengkap. Selain itu, kata Iptu Markus petugas dilapangan juga menegur pengendara seperti orang tua yang mengantarkan anaknya tapi anaknya tidak menggunakan helm dan pelanggar ringan lainnya. Para pelanggar yang ditegur tidak disanksi dengan tilang, namun hanya diperingatkan saja lewat berkas teguran.

Operasi Patuh Candi 2017 di Jalan Pemuda Kota Blora. (foto: dok-ib)
“Kalau roda dua ada yang tidak bawa STNK, SIM, kalau roda empat kelebihan muatan, dan tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman) sedangkan untuk pelanggaran ringan untuk sementara kami lakukan peneguran tapi jika di ulangi ya kami akan tilang ditempat,” terang Iptu Markus.

Iptu Markus menambahkan, untuk kegiatan operasi bisa dengan system huning dan stasioner, sedangkan lokasi yang dijadikan sasaran, bisa saja dilakukan tetap di satu titik ataupun bergerak ke titik lain yang rawan. Selain itu pelanggaran kasat mata itu juga menjadi target utama operasi patuh Candi 2017 yang akan dilaksanakan hingga 22 Mei mendatang.

“Dalam kegiatan Operasi patuh ini kami sudah mempunyai target operasi supaya dalam operasi ini dapat memberikan dampak yang positif bagi kesadaran akan pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas kepada masyarakat,” pungkasnya. (rs-infoblora)
Share:

Tahapan Pilkades Serentak 2017 Dimulai, Ini Jadwalnya

Pembekalan pelaksanaan Pilkades serentak 2017 kepada penyelenggara dalam forum Santiaji. (foto: dok-ib)
BLORA. Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak oleh 27 desa pada 29 Juli 2017 nanti mulai dilaksanakan. Persiapan yang dilakukan sejak Maret lalu, kini memasuki tahap pembekalan Panitia Pilkades (santiaji) dan pengumuman/pendaftaran bakal calon.

Selasa (9/5/2017) kemarin, seluruh Panitia Pilkades dari 27 desa plus Camat dan Forkopimcam dikumpulkan di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora guna mengikuti pembekalan (santiaji) tentang tata cara penyelenggaraan Pilkades.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si, Sekda Drs. Bondan Sukarno MM, Asisten Pemerintahan Sekda Setyo Edy SH, M.Hum dan Kepala Bagian Pemdes Setda Riyanto Warsito beserta para narasumber juga peserta Santiaji.

Wakil Bupati H. Arief Rohman, M.Si mewakili Bupati Blora membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Blora 2017 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, sebagai modal pembangunan desa 6 tahun ke depan.

Lebih lanjut, Arief Rohman berpesan kepada panitia penyelenggara untuk bekerja secara profesional. “Saya minta, panitia dapat menjaga netralitas, jujur, adil dan bersih KKN. Laksanakan tahapan Pilkades sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”, tegasnya.

Pada kesempatan ini, Arief Rohman juga menekankan kepada panitia untuk mewaspadai terhadap para calon Kades dalam mempengaruhi pendukungnya, baik dengan memberi uang lewat botoh/ sabet, atau janji-janji, sehingga tidak timbul permasalahan money politic.

Dia juga meminta agar kampanye dilakukan secara tertutup dengan penyampaian visi dan misi para kandidat calon Kades untuk menghindari benturan antara pendukung apabila dilakukan secara terbuka dan melarang melakukan kampanye di tempat-tempat umum (sekolah, tempat ibadah) dan mendiskreditkan/ mencemarkan nama baik calon Kades lain.

Sementara itu untuk pengisian perangkat desa, sesuai petunjuk Bupati akan dilaksanakan setelah Pilkades selesai. ”Nanti setelah Pilkades beres, baru akan dirumuskan petunjuk teknis untuk pengisian perangkat desa,” ucap Asisten Pemerintahan Sekda Setyo Edy SH, M.Hum.

Untuk diketahui 27 desa di 13 kecamatan yang akan menggelar pilkades serentak tahun ini adalah Kecamatan Banjarejo yakni Desa Buluroto, Desa Wonosemi, Desa Jatiklampok dan Desa Balongsari. Kecamatan Tunjungan ada Desa Sitirejo dan Desa Tamvahrejo.

Lalu Kecamatan Ngawen ada 3 Desa yang akan melaksanakan Pilkades yakni Srigading, Bradag, Sumberejo. Kecamatan Japah juga ada 3 Desa yakni Japah sendiri, Gaplokan dan Krocok. Kemudian Kecamatan Todanan ada 3 Desa juga yakni Sendang, Kacangan dan Kembang.

Lantas Kecamatan Jepon ada Desa Gersi dan Desa Brumbung, Kecamatan Bogorejo hanya satu Desa yakni Prantaan. Sementara itu Kecamatan Jiken ada Desa Singonegoro dan Desa Genjahan. Kecamatan Sambong satu Desa di Brabowan dan Kecamatan Cepu juga satu Desa di Jipang. Adapun Kecamatan Randublatung ada 2 desa di Bekutuk dan Gembyungan. Kradenan ada 2 Desa di Nglebak dan Nginggil, serta terakhir satu desa di Kecamatan Jati yakni Desa Kepoh.

Jadwal Tahapan Pilkades Serentak 2017
  1. 9-22 Mei 20017 Pengumuman Pendaftaran Bakal Calon Kades
  2. 23 Mei - 11 Juni 2017 Penjaringan Bakal Calon Kades
  3. 10-15 Mei 2017 Pengumuman Daftar Pemilih Sementara
  4. 30 Mei - 2 Juni 2017 Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)
  5. 12-14 Juli 2017 Pengumuman dan Penetapan Calon Kades
  6. 21-27 Juli 2017 Penetapan jumlah dan lokasi TPS
  7. 21-25 Juli 2017 Masa Kampanye
  8. 26-28 Juli 2017 Masa Tenang
  9. 29 Juli 2017 Pemungutan Suara
  10. 2 Agustus 2017 Penetapan Kades Terpilih
  11. September 2017 Pelantikan dan Sumpah/Janji Kades Terpilih oleh Bupati.
(sumber : Pemdes Setda | jo-ib)
Share:

Gunakan Pupuk Organik, Panen Bawang Merah Desa Kemiri Melimpah

Hasil panen bawang merah dari Desa Kemiri Kecamatan Jepon, satu hektar menghasilkan 8 ton. (foto: dok-ib)
BLORA. Dengan menggunakan pupuk organik, hasil pertanian di Desa Kemiri Kecamatan Jepon terus meningkat. Selasa (9/5/2017) kemarin para petani bawang merah yang menggarap lahan bengkok desa memperoleh hasil panen yang meningkat hingga 30 persen lebih dibandingkan sebelumnya.

Warsi (45) salah satu petani yang dijumpai di sawah, mengatakan bahwa panen kali ini mengalami peningkatan hingga dua ton per hektare.

“Panen kedua kali ini mengalami peningkatan cukup bagus berkat digunakannya pupuk organik. Satu hektar yang sebelumnya menghasilkan 6 ton bawang merah, kini naik jadi 8 ton. Tak hanya itu bawang yang di hasilkan juga besar dan harganya naik. Alhamdulillah cukup memuaskan,” ucap Warsi sambil mencabut bawang merah.

Menurutnya tak hanya panen yang melimpah, harga bawang merah yang naik juga membuat para petani senang dan mendapatkan hasil yang cukup bagus. “Kalau panen kemarin harga yang kecil sekitar 25 ribu dan yang besar mencapai 30 ribu. Namun panen kali ini bawang yang besar mencapai 40 ribu per kilonya,” lanjutnya.

Hal yang sama juga di kemukakan oleh Selamet petani bawang merah lainnya. Ia mengaku tanaman bawang merah kali ini hasilnya cukup bagus dan tidak ada hama yang menyerang karena menggunakan pupuk organik.


Warsi sedang memanen bawang merah. (foto: dok-ib)
“Kalau panen awal kemarin memang ada hama, namun kali ini cuaca yang bagus dan pemupukan yang teratur membuat hasil panen cukup bagus,” ungkapnya.

Untuk hasilnya ia mengaku diambil tengkulak yang datang untuk memasok wilayah Blora dan wilayah luar daerah Blora.

“Kalau sudah panen seperti ini pengepul kadang datang kesini dan nanti disalurkan ke pasar pasar tradisional di daerah Blora dan sekitarnya,” terangnya.

Para petani berharap harga bawang merah bisa stabil di harga yang baik sehingga hasilnya bisa di gunakan untuk menanam varietas lainnya. “Ya semoga harga bawang merah bisa naik terus dan hasil panen berikutnya bisa lebih bagus dari yang sekarang,” harapnya.

Kepala Desa Kemiri Sutrisno mangatakan dengan hasil panen bawang merah yang begitu melimpah dari petani tentu sangat membanggakan bagi pemerintah desa. “Tentu ini sangat membanggakan bagi pemerintah desa terlebih Desa Kemiri menjadi salah satu desa percontohan desa pengolahan lahan pertanian, tentu menjadi bukti kemajuan pertanian Desa Kemiri,” jelasnya.

Pihaknya menyebutkan, hal ini tak lepas dengan kondisi iklim basah seperti saat ini dan pengolahan lahan pertanian yang terus di rawat dengan baik.

“Kami pemerintah desa selalu menganjurkan untuk mengolah lahan secara rutin sehingga hasil bisa maksimal. Tak hanya itu kami selalu menganjurkan para petani menggunakan pestisida (pupuk) organik untuk menekan biaya produksi dalam pengolahan lahan,” katanya.

Pihaknya berharap para petani bisa terus mengembangkan lahan pertanian yang ada. Sehingga nantinya hasil pertanian bisa semakin meningkat. “Kami terus mendorong para petani untuk terus mengolah lahan pertanian secara organik sehingga nantinya hasil pertanian di Desa Kemiri bisa semakin meningkat,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Blora, Ir. Reni Miharti M.Agr.Bus ketika dihubungi Selasa siang (9/5/2017) menjelaskan bahwa Kabupaten Blora tahun 2017 memang sedang mengembangkan komoditas bawang merah. Salah satu percontohannya di Desa Kemiri Kecamatan Jepon.

“Tahun ini Blora ditarget luas pengembangan bawang merah sebesar 199,55 ha. Sampai bulan April kemarin tanaman bawang merah sudah mencapai 84,57 ha atau 42,58%. Khusus di Kecamatan Jepon, sampai April 2017 sudah tertanam 13,95 ha,” ucapnya.

Sementara itu, menurutnya untuk Ds. Kemiri yang saat ini panen adalah tanaman akhir bulan Pebruari seluas 1,5 ha. Panen saat ini selain untuk konsumsi juga akan digunakan untuk benih kegiatan pengembangan bawang merah yg akan dimulai setelah panen padi kedua. (rs-infoblora)
Share:

Hebat, Dalang Cilik Blora Juara 1 Festival Dalang Nasional 2017

Aksi Wishme Salman Abdillah atau Alif Kriwul ketika memainkan lakon wayang Gatotkaca Jedi. (foto: dok-ib)
BLORA. Dalang cilik Kabupaten Blora semakin moncer. Setelah November lalu tampil sebagai peserta terbaik Festival Dalang Bocah Nasional dalam rangka Hari Wayang Dunia 2016 di Museum Wayang Jakarta, kini salah satu putra terbaik Blora ini kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dan keluar sebagai juara pertama.

Ialah Wishme Salman Abdillah atau yang lebih akrab disapa Alif Kriwul dalang cilik dari Sanggar Seni Cahyo Sumirat Blora. Dalang cilik yang saat ini menyandang sebagai siswa kelas VI SD Islam Baitunnur Blora itu akhir pekan lalu menerima penghargaan sebagai dalang cilik terbaik, menyabet juara pertama dalam Festival Dalang Cilik Nasional 2017 yang diselenggarakan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menurut Ki Nuryanto pengasuh Sanggar Seni Cahyo Sumirat, anak asuhnya itu dalam festival yang diselenggarakan untuk memeriahkan Dies Natalis UNY Yogyakarta ke 53 mulai 2-6 Mei 2017 tersebut berhasil meraih nilai tertinggi setelah memukau juri dan tamu undangan.

Anak-anak sanggar seni Cahyo Sumirat yang berhasil tampil memukau di Festival Dalang Cilik Nasional di UNY Yogyakarta, pekan lalu. (foto: dok-ib)
“Dari sejumlah 38 peserta, hanya diambil juara 5 besar. Sebagai juara pertama, Alif memperoleh nilai sebanyak 755. Sementara juara kedua diperoleh Zaki Nugrah Maulana dalang cilik dari Banjarnegara dengan nilai 738, dan juara ketiga diraih Muh Rafi Nur Fauzy dari Tulungagung Jatim dengan nilai 737. Juara keempat Hilmy Maulana Adi dari Kulonprogo dengan nilai 735 dan juara kelima Bagas Nursatwika dari Kota Yogyakarta dengan nilai 724,” jelas Ki Nuryanto ketika ditemui awak media, Selasa siang (9/5/2017).

Ia mengungkapkan, sebenarnya ada 3 dalang cilik Blora yang mengikuti festival itu. Ketiganya merupakan pemenang Festival Dalang Cilik Kabupaten Blora tahun 2015 lalu. Selain Alif, ada Tegar Haryoseno siswa MI As-salam Cepu dan Aknantya Akmal Fauzan siswa SDN 1 Sambong. Ketiganya merupakan dalang cilik asuhan Sanggar Seni Cahyo Sumirat Dukuh Pangkat Desa Purwosari Kecamatan Blora Kota.

“Harusnya Blora bisa mendominasi juara di festival tersebut. Namun ternyata juri dari UNY berkata lain. Hanya Alif yang berhasil meraih juara. Namun demikian ini menjadi kemenangan dan kebanggaan kita semuanya. Karena 3 dalang cilik dari Blora dan rombongannya sebanyak 18 orang tampil komplit, diaulat tampil perdana untuk mengiringi prosesi pembukaan festival. Selain mendalang, mereka juga tampil menabuh karawitan bergantian mengiringi jalannya pentas yang dilakonkan temannya. Rektor UNY dan para tamu undangan pun memberikan tepuk tangan meriah,” lanjut Ki Nuryanto.

Alif Kriwul (tengah) memegang piala juara pertama Festival Dalang Cilik Nasional 2017 dari UNY Yogyakarta didampingi orang tua, pengasuh sanggar dan Ketua Pepadi Kabupaten Blora. (foto: dok-ib)
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada hari Sabtu (6/5/2017), di hari terakhir festival yang dilaksanakan di depan Museum Kebudayaan UNY Yogyakarta.

Sebagai pengasuh Sanggar Cahyo Sumirat, ia mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora yang selama ini telah memberikan bimbingan dan memfasilitasi alat untuk latihan.

“Kami hanya lima kali latihan untuk mengikuti festival itu. Anak-anak yang menentukan lakonnya. Kami dari sanggar hanya mematangkan sabet dan iringan gamelannya. Karena alur cerita sudah mereka pahami sesuai lakon yang dipilih,” terang Ki Nuryanto.

Dalam festival itu, Alif memainkan lakon Gatotkaca Jedi. Sementara Tegar memainkan lakon Wahyu Cakraningrat, dan Akmal memainkan lakon Wahyu Topeng Waja.

“Dengan prestasi yang berhasil mengharumkan nama Blora ini, kami berharap kedepan ada perhatian lebih besar dari pemerintah kabupaten guna pengembangan bakat anak-anak kita,” pungkasnya.

(berita terkait: 1. Festival Dalang Bocah Nasional 2016 : Dalang Cilik Blora Tampil Memukau, 2. Hebat, Dalang Cilik Blora Jadi Penyaji Lakon Terbaik Nasional 2016)

Terpisah, Alif ketika dihubungi merasa bangga karena bisa kembali meraih prestasi tingkat nasional dan mengharumkan kota kelahiran. Anak dari Edi Purwanto warga Dukuh Maguan Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan ini ingin kelak bisa menjadi dalang kondang seperti Ki Sigit Ariyanto dan Ki Manteb Sudarsono. (tio-infoblora)
Share:

Keluarga Besar Polsek Blora Geber Aksi Sosial

Keluarga Besar Polsek Blora Geber Aksi Sosial
Foto : panturaNews.info/Hendra
BLORA, panturaNews.info - Keluarga besar Polsek Blora Kota geber aksi sosial ke sejumlah keluaraga kurang mampu di wilayah kerjanya,  Selasa  (9/5/2017). Diantaranya berikan bantuan kambing. gerobag beserta isi dagangan, termasuk sembako.

Aski sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Blora Kota, AKP Sudarno, yang diikuti oleh
sejumlah anggotanya.  ''Aksi ini sebagai peduli sosial kepada sejumlah warga kurang mampu di wialayah kerja kami,'' ungkap AKP Sudarno.

Adapun  sejumlah warga yang mendapat bantuan tersebut,  masing-masing,  Kuswanto (56), warga Dukuh kar-karan,  Kelurahan  Kauman, Kuswanto mendapat bantuan seekor kambing. Selanjutanya, Sutriman (60), seorang  penyandang cacat kaki karena sakit Folio, yang tinggal di Dukuh Kajangan, kelurahan Sonorejo.

''Untuk Sutriman kami berikan gerobak beserta isi dagangannya. Kami berharap semua itu bisa  dijadikan modal jualan belanja sehari-hari  yang akan dikelola istrinya,'' jelas AKP Sudarno. Selain itu, bantuan semabko  diberikan kepada  Ny.  Jupriyanto  (76), janda yang tinggal di  perumahan Kamolan, dan Ny. Sini (80), janda tua yang tinggal di  Jl. Ki Soreng, Kelurahan  Karangjati. (*)

Editor : Hendra
Share:

Senin, 08 Mei 2017

Operasi Patuh Candi 2017 Dimulai, Inilah Sasarannya

Apel gelar pasukan sebagai kegiatan awal Operasi Patuh Candi 2017 oleh Polres Blora. (foto: dok-resbla)
BLORA. Secara serentak, mulai Selasa 9 Mei 2017 dilaksanakan Operasi Patuh Candi 2017 hingga 22 Mei 2017 mendatang. Begitu juga dengan Polres Blora yang mengawali Operasi Patuh Candi 2017 dengan menggelar apel gelar pasukan di halaman Mapolres, Selasa pagi (9/5/2017) dengan dipimpin inspektur upacara Kapolres AKBP Surisman SIK, MH.

“Tujuan digelarnya operasi ini adalah mewujudkan keselamatan lalu lintas dan kepatuhan hukum masyarakat jelang Ramadhan dan Lebaran. Adapun sasarannya adalah kendaraan bermotor yang berhenti di tempat terlarang (melanggar rambu larangan), melanggar batas kecepatan, melanggar marka jalan, kelengkapan surat-surat ranmor dan lain-lain,” ucap Kapolres AKBP Surisman SIK MH.

Sebagai tanda dimulainya operasi, Kapolres menyematkan pita biru putih kepada perwakilan anggota Satlantas Polres Blora dan petugas lainnya. Mereka diminta untuk bersikap humanis dan bekerja sesuai prosedur saat menjalankan tugas.

Dengan adanya pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2017 ini, ia berharap akan tercapai beberapa tujuan diantaranya terwujudnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, turunnya angka kecelakaan lalu lintas dan mampu menekan jumlah fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, berkurangnya titik kemacetan, terciptanya kerjasama yang baik antar instansi pemangku kepentingan lalu lintas, dan terwujudnya situasi kondisi kamseltibcar lantas yang mantap.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Blora AKP Febriyani Aer SIK menerangkan bahwa dalam pelaksanaan operasi patuh tersebut, akan melibatkan seluruh personil Satlantas dan dibantu oleh satuan fungsi lain baik Intel, Reskrim, Sabhara, dan Binmas yang ada di Kesatuan Polres Blora.

“Operasi Patuh dilaksanakan dengan menentukan target operasi di sejumlah titik, khususnya di daerah yang rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, seperti di bundaran, di persimpangan, serta di sejumlah ruas jalan lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Blora,” imbuhnya. (ip-infoblora)
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor