Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Minggu, 16 April 2017

Liga 3, Persikaba Blora Ditahan Imbang Persis Muda "GR" Solo

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Pemain Persikaba ditahan oleh salah satu back Persis Muda GR Solo dalam laga Liga 3 di Std.Kridosono


Info Blora News ~ Target Persikaba Blora untuk meraih poin penuh di laga kandang melawan Persis Muda Gotong Royong Solo gagal. Di laga yang berlangsung pada hari Minggu sore (16/4/2017) kemarin Persikaba Blora hanya bisa berbagi poin satu lantaran bermain imbang dengan tim dari Kota Batik tersebut.

Bermain di kandang Stadion Kridosono menjamu Persis Muda Gotong Royong Solo pada pertandingan lanjutan Liga 3, Andri Mulyono Jati dan kawan-kawan harus puas dengan hasil imbang 0-0.

Kedua kubu menyatakan puas dengan hasil tanpa gol tersebut. Persikaba menganggap Persis Muda adalah tim kuat lantaran bermaterikan sejumlah mantan pemain Timnas U-19. Adapun kubu Persis menilai skor 0-0 pantas diraih di kandang lawan. Apalagi Persikaba menunjukkan kengototannya tak mau kalah di kandang sendiri.

“Kami puas dengan hasil ini. Sebenarnya kami ingin Persis meraih kemenangan, tapi Persikaba ternyata gigih memberikan perlawanan,’’ ujar Pelatih Persis Muda, Eduard Tjong, usai pertandingan, Minggu petang.

Di laga yang dipimpin wasit Hendrika Volya asal Pati itu, kedua tim bermain dengan tempo sedang. Para pemain kedua kesebelasan cenderung berhati-hati. Mereka tak mau celah di barisan pertahanan dimanfaatkan tim lawan untuk mencetak gol.

Meski begitu sesekali, baik Persikaba maupun Persis beberapa kali melancarkan serangan. Namun bola yang on target bisa dihitung dengan jari. Persis mendapat peluang mencetak gol di menit ke-15. Bola tendangan salah seorang pemainnya membentur mistar gawang. Lebih dari itu, tak ada lagi serangan tim tamu yang membahayakan gawang Blora.

“Bukan berarti kami menerapkan permainan bertahan. Kami instruksikan pemain tampil lepas. Mereka beberapa kali menyerang. Hanya memang hasilnya tidak maksimal,’’ kata Eduard Tjong yang juga mantan pelatih Timnas U-19.

Di kubu Persikaba, dengan hanya mengandalkan satu striker, Deni Mulyono, sulit bagi Laskar Arya Penangsang mengobrak abrik pertahanan Solo. Tiga gelandang serang, Suranto, Didik Bagus dan Deka Israj, yang diharapkan bisa membongkar pertahanan lawan, ternyata tidak bisa berbuat banyak.

Walaupun ketiganya beberapa kali lolos dari kawalan pemain lawan, namun penyelesaian akhir yang tidak sempurnya menjadikan jerih payah itu seakan terbuang percuma. “Kami sebenarnya kurang beruntung saja. Striker kami, Deni Mulyono, mendapat peluang emas mencetak gol di menit-menit akhir babak kedua, namun dia tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut,’’ tandas Pelatih Persikaba, Yusuf Supriyanto didampingi Asisten Pelatih Sukirno Bagong.

Ya di menit ke-89, penyerang Persikaba Deni Mulyono yang tinggal berhadap dengan kiper Solo, Yuda Andika, gagal memuaskan publik Blora. Bola yang sudah berhasil dikontrolnya dengan dada justru ditendang mengarah ke atas gawang. Padahal jika lebih tenang, bukan tidak mungkin gol akan tercipta.

Dengan hasil imbang ini, Persikaba baru mengumpulkan poin satu dari dua kali pertandingan. Di pertandingan perdananya di Brebes, Rabu (12/4), Persikaba kalah 1-0. Sedangkan Persis Muda Solo telah mengantongi nilai lima dari tiga kali pertandingan. Yakni imbang 0-0 lawan Persiku Kudus dan Persikaba serta menang 3-0 ketika menjamu Persikama Kabupaten Magelang.

Rabu depan (19/4/2017) di laga selanjutnya, Laskar Arya Penangsang bakal bertandang ke Magelang untuk melawan tim Persikama Magelang.


SPONSOR
Share:

Sabtu, 15 April 2017

Bupati Ajak Kader NU Jaga Kebhinnekaan dan Persatuan NKRI

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Bupati sebagai pembina apel Harlah NU ke 94 didepan 600 an kader se Kabupaten Blora


 Info Blora News ~ Pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 94 yang dilaksanakan dengan menggelar apel bersama di Alun-alun Blora, Sabtu pagi (15/4/2017), Bupati selaku pembina apel mengajak kepada seluruh kader untuk bersama-sama menjaga kebhinnekaan serta persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan Bupati menyikapi maraknya isu sara yang mengatasnamakan agama dan ras untuk memperoleh posisi jabatan politik ketika ada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Seperti yang sedang terjadi di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta saat ini.

“Kader NU harus bisa penggerak pemersatu bangsa, menjaga kebhinnekaan dan kesatuan NKRI. Menjaga kebhinnekaan demi persatuan Indonesia adalah salah satu hal penting. Keragaman sebagai bangsa, baik keragaman suku, keragaman agama, maupun keragaman budaya, melekat nilai-nilai untuk saling menghargai, menjaga toleransi dan saling menguatkan tali persaudaraan antar anak bangsa,” ujar Bupati Djoko Nugroho.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Bupati ingatkan kader NU harus bisa jadi pemersatu bangsa.
Ia juga mengingatkan agar kader NU untuk selalu memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa dan negara.

“Kader muda sebagai agen perubahan, harus menjadi ujung tombak dari segala perjuangan untuk kemajuan NKRI, serta merawat jiwa nasionalisme dan mempertahankan keutuhan NKRI. Kedepan, harus menjadi pelopor pemberantasan korupsi di Indonesia dan harus menjadi kaum intelektual,” pesan Bupati kepada 600 kader NU yang mengikuti apel di Alun-alun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Blora H Arief Rohman M.Si, Sekda Kabupaten Blora Drs. Bondan Sukarno MM, Kapolres Blora AKBP Surisman SIK, MH, Ketua PCNU Kabupaten Blora Aunur Rofiq, serta sejumlah tokoh agama.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Melepas kontingen kader NU untuk mengikuti apel besar se Jawa Tengah.
Ketua PCNU Blora Aunur Rofiq mengatakan bahwa tujuan diadakannya apel bersama adalah untuk memperingati Harlah NU ke 94 sekaligus untuk semakin mendekatkan dan mengajarkan keakraban kepada seluruh kader NU di Kabupaten Blora.

Setelah apel, 600 kader NU Blora tersebut berangkat ke Kebumen guna mengikuti aple akbar tingkat Jawa Tengah dalam rangka peringatan Harlah NU juga. Mereka dilepas oleh Bupati Djoko Nugroho dari Alun-alun dengan menggunakan armada bus yang jumlahnya belasan. Ikut mendampingi Wakil Bupati H.Arief Rohman dan Sekda Bondan Sukarno.
Share:

Jumat, 14 April 2017

Jalur Transportasi di Desa Jimbung Terputus Karena Jembatan Amblas

http://infobloranews.blogspot.co.id/




Info Blora News ~ Hujan deras sejak Rabu sore (12/4/2017) hingga malam, menyebabkan aliran anak sungai Bengawan Solo yang berada di Desa Jimbung Kecamatan Kedungtuban mengalir sangat deras. Akibatnya sebuah jembatan di Desa Jimbung yang menghubungkan beberapa desa di wilayah Kedungtuban bagian selatan amblas tersapu derasnya air sungai.


Menurut keterangan Suwandi, warga setempat ketika ditemui Jumat (14/4/2017), kejadian amblasnya jembatan yang menghubungkan Desa Jimbung ke wilayah Kradenan dan Cepu itu terjadi sekira pukul 22.45 WIB. “Alhamdulillah saat kejadian tidak korban, pasalnya sudah larut malam. Sudah banyak warga yang beristirahat di rumah,” ucapnya.



Masih menurut Suwandi, jembatan itu memang sudah puluhan tahun tidak ada pemeliharaan. Badan jembatan sepanjang 5 meter amblas berikut pondasinya sehingga lebar longsoran mencapai 10 meter lantaran tanah di sekitarnya ikut tergerus derasnya aliran sungai.



“Akibatnya arus transportasi warga desa disini putus total. Mereka harus berputar sejauh 5 kilometer melewati Desa Sidorejo untuk menuju Balaidesa atau sebaliknya ke Masjid Desa yang letaknya berseberangan. Begitu juga oara pedagang yang biasanya kulakan dari Pasar Cepu lewat sini, harus berputar jauh melewati jalan rusak,” papar Suwandi.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Jembatan darurat diusahakan oleh Pemdes setempat dari plat besi dan batang
bambu.
Sementara itu Musyafiq salah satu pengendara motor terpaksa balik arah lantaran jalan yang akan dilewati terputus karena jembatannya amblas. Ia yang hendak menuju Desa Gadon Kecamatan Cepu harus kembali berputar melalui Desa Sidorejo dan Kemantren.

“Saya tidak tahu kalau jalannya terputus seperti ini. Saya kira masih bisa dilalui motor. Ternyata putus total,” ungkapnya.

Sebagai wujud penanganan darurat, Jumat siang itu warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat dari plat besi dan sejumlah bambu. Mereka berharap setidaknya jembatan darurat itu bisa dilalui orang dan sepeda motor. Sedangkan untuk roida empat masih tetap harus lewat desa lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Ir.Samgautama Karnajaya MT ketika dihubungi awak media mengaku bahwa dari dinasnya sudah ada tim yang melakukan peninjauan ke lokasi di Desa Jimbung.

“Sudah ada tim yang meninjau jembatan amblas itu. Sementara biar ditangani darurat oleh pihak desa dahulu, mengingat dalam APBD 2017 tidak ada pos anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut. Jika melihat kondisinya, harus dibangun lagi dari awal. Sama halnya dengan membangun jembatan baru, sehingga butuh perencanaan. Kami usahakan di APBD 2018,” terang Samgautama Karnajaya.

SPONSOR
Share:

Kamis, 13 April 2017

Pengolahan Ulat Daun Pisang Jadi Nugget Untuk Pencegah Defisiensi Otak oleh Siswa SMK Musaba Blora

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Nugget dari bahan ulat daun pisang karya siswa SMK Muhammadiyah 1 Blora memiliki nilai gizi tinggi.


Info Blora News ~ Pelajar SMK di Kabupaten Blora terus melakukan inovasi. Tidak hanya di bidang teknologi dan permesinan saja, inovasi juga dilakukan di bidang kesehatan dengan menciptakan makanan alternatif yang bisa mencegah penyakit defisiensi otak pada anak.

Seperti yang dilakukan siswa jurusan jasa boga di SMK Muhammadiyah 1 Blora (Musaba). Mereka mengolah ulat daun pisang menjadi sebuah nugget goreng yang ternyata mempunyai nilai gizi tinggi untuk kesehatan tubuh.

Ulat yang biasanya merusak daun pohon pisang di pekarangan rumah dan hanya digunakan untuk pakan burung peliharaan, dikumpulkan dan diolah oleh siswa SMK Musaba sedemikian rupa untuk dijadikan nugget yang bergizi tinggi.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Umi Kalsum dan temannya sedang membersihkan ulat daun pisang.
Tanpa rasa canggung, para siswa membersihkan ulat dari kotorannya lalu dicuci dan diblender dengan campuran bahan makanan serta bumbu lainnya seperti tepung terigu, gula, merica, telur dan sedikit bawang bombai. Setelah semua bahan tercampur rata, kemudian digoreng dan bisa dimakan menggunakan saus.

“Ulat daun pisang biasanya hanya digunakan untuk pakan burung. Namun kini kami olah menjadi sebuah makanan ringan yang bernilai gizi tinggi. Tanpa bahan pengawet dan cocok untuk penungjang gizi anak,” ucap Umi Kalsum, siswa jurusan Jasa Boga kelas X SMK Musaba.

Umi Kalsum beserta rekannya yakni Susi Septiana Sari, Ade Oktarisa Rahmawati, dan Pramuditya Ratnasari mengolah ulat daun pisang itu menjadi nugget di laboratorium jasa boga yang ada di sekolahnya dengan bimbingan guru Retno Wulandari.

Setelah diolah, nugget yang dihasilkan dibungkusi dan dijajakan di kantin sekolah dan warung-warung. Satu bungkus nugget hanya dijual dengan harga Rp 2000, cukup murah dan terjangkau untuk pemenuhan gizi anak.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Nugget ulat daun pisang hasil karya siswa SMK Musaba dipasarkan di kantin sekolah.
Menurut Retno Wulandari, guru pembimbingnya, produk nugget ulat daun pisang yang dibuat anak didiknya itu sudah diuji laboratorium di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Sehingga sudah terjamin kesehatannya.

“Berdasarkan hasil uji lab di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Yogyakarta, nugget buatan anak-anak ternyata bisa mencegah defisiensi otak. Nugget ini memiliki kandungan protein jenis asam amino glutamat dan asam amino lisin yang cukup banyak. Ini juga salah satu bentuk diversifikasi ,” terang Retno saat ditemui di sekolahnya, Kamis (13/4/2017) lalu.

Mahfud, salah satu pembeli di SMK Musaba mengaku bahwa rasa nugget yang dibuat dari ulat daun pisang itu tidak kalah dengan nugget ayam. “Rasanya cukup enak dan tidak kalah dengan nugget ayam. Harganya lebih murah namun gizinya berani bersaing,” ungkapnya.
Share:

Perbaikan Jl.Bangkleyan-Gempol-Tlogotuwung-Getas Rp 5,5 Miliar

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Seorang pengendara motor berjuang melewati jalan berlumpur
di Desa Gempol Kecamatan Jati. Jalan hutan ini akan diperbaiki
dengan anggaran dari APBD 2017. 

Info Blora News Program Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si untuk menata dan membangun Blora Selatan akan dilaksanakan. Salah satunya pembangunan akses jalan penghubung antar desa hutan di Kecamatan Jati, Kecamatan Randublatung dan Kecamatan Kradenan.

Seperti yang dikemukakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Ir. Samgautama Karnajaya MT kepada awak media, Kamis (13/4/2017) lalu. Tahun ini dari APBD 2017 disediakan anggaran hingga Rp 5,5 miliar untuk memperbaiki infrastruktur jalan desa hutan mulai dari Bangkleyan-Gempol (Kecamatan Jati) menuju Desa Tlogotuwung (Kecamatan Randublatung) hingga Desa Getas Kecamatan Kradenan.

“Anggaran dengan total Rp 5,5 miliar itu dibagi menjadi 3 paket proyek perbaikan jalan, yakni perbaikan ruas Bangkleyan-Gempol sebanyak Rp 2,75 miliar, lalu perbaikan ruas Gempol-Tlogotuwung sebanyak Rp 1,75 miliar dan perbaikan ruas Tlogotuwung-Getas sebesar Rp 1 miliar. Semuanya sedang proses lelang, semoga bisa cepat selesai lelangnya. Sehingga bisa segera dikerjakan,” terang Samgautama.

Ia mengatakan, bahwa setelah mengikuti Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung di Desa Jegong Kecamatan Jati 5 April lalu bersama Bupati telah menyempatkan diri untuk meninjau langsung keruskan jalan di Desa Gempol.

“Setelah mengikuti TMMD pekan lalu, kami melanjutkan untuk meninjau kerusakan jalan di Desa Gempol dan berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat. Kerusakannya memang parah, kondisinya berlumpur dan sulit dilewati. Hal itu karena jalan hutan tersebut sebelumnya belum pernah diperbaiki oleh Perhutani. Sehingga Pemkab tahun ini memutuskan untuk memperbaikinya,” ucap Samgautama yang juga mantan Kepala Bappeda ini.

Saat ditanya bentuk perbaikannya, Samgautama menjelaskan bahwa perbaikan di tahun 2017 ini difokuskan untuk pengerasan badan jalan terlebih dahulu. Karena menurutnya kondisi jalan di ruas jalan tersebut masih berupa tanah yang lemah, butuh perkerasan agar bisa dilakukan perbaikan lanjutan.

“Tahun ini perbaikan subgrade, tanahnya supaya keras dulu. Beberapa titik juga dibangun drainasenya, karena kerusakan di ruas jalan Bangkleyan-Gempol hingga Getas disebabkan oleh jenis tanah yang labil atau lempung serta darinase yang jelek,” lanjut Samgautama.

Masih menurut Samgautama, dengan kondisi yang parah seperti itu jika langsung dirigid beton maka biayanya terlalu mahal karena volume kerusakannya sangat banyak. “Saya sudah koordinasi dengan Kades Gempol, menurut Kades yang penting jalannya keras dahulu. Perbaikan akan dilanjutkan tahun 2018 sambil menunggu perubahan kondisi tanah,” paparnya.

Adapun Kepala Desa Gempol, Yuyus Waluyo mengapresiasi niat Pemkab Blora yang akan melakukan perbaikan jalan di desanya. Menurutnya kondisi jalan hutan penghubung desa di wilayahnya memang rusak berat karena jalan masih berupa tanah, belum pernah dibangun Perhutani.

“Tahun 2016 kemarin Pak Bupati bersama beberapa kepala dinas datang ke Dukuh Bendokerep Desa Gempol, tepatnya di halaman SDN Selogender untuk melakukan diskusi pembangunan. Akhirnya di tahun 2017 ini sudah dianggarkan dalam APBD, terimakasih. Semoga pembangunan bisa segera dilaksanakan,” kata Yuyus Waluyo.

Selain ruas jalan desa hutan dari Bangkleyan-Gempol-Tlogotuwung hingga Getas, Pemkab Blora juga akan memperbaiki ruas jalan dari Getas menuju Desa Nglebak Kecamatan Kradenan. Pembetonan juga akan dilakukan di ruas Randublatung-Getas di kawasan tanjakan hutan.

SPONSOR
Share:

Rabu, 12 April 2017

Helmy Yahya Kagumi Rumah Pramoedya di Blora hingga Tertarik Bikin Event

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Helmy Yahya berkunjung ke rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer yang ada di Blora.


Info Blora News ~ Artis senior Helmy Yahya yang dahulu tenar membawakan puluhan acara kuis di televisi dan kini sukses menjadi entrepreneur, berkunjung ke Blora. Dalam kunjungannya pada hari Selasa (11/4/2017) lalu ia menyempatkan untuk mendatangi rumah masa kecil sastrawan terkenal asal Blora, Pramoedya Ananta Toer.

Kedatangannya di Jl.Sumbawa no.40 Kelurahan Jetis itu didampingi oleh Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si dan beberapa rekan dari Jakarta. Ia disambut oleh Pak Soesilo Toer, adik kandung mendiang Pramoedya Ananta Toer yang kini menempati rumah masa kecil Pram.

Di rumah yang kini dipakai untuk Perpustakaan PATABA (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa) ini, ada banyak cerita dan kenangan tentang kehidupan masa kecil Pram yang coba digali oleh Helmy Yahya. Tokoh yang nyaris menerima penghargaan nobel dunia ini menurutnya sangat menginspirasi lewat bukunya yang kini banyak digemari para sastrawan muda di seluruh penjuru dunia.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Helmy mengenang Pram melalui mesin ketiknya
“Luar biasa, ternyata Pramoedya masih mempunyai rumah masa kecil di Blora yang kini ditempati adiknya. Ini aset yang bagus untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata edukasi, khususnya bagi mereka yang suka dunia sastra, menulis dan membaca. Sayang kalau tidak diberdayakan,” ucapnya.

Selama berada di dalam rumah PATABA, Helmy Yahya melihat-lihat koleksi buku peninggalan Pram, melihat beberapa lukisan wajah Pram, bahkan ia terkaget ketika mengetahui mesin ketik yang digunakan Pram untuk membuat buku masih tersimpan baik. “Ini mesin ketiknya Pram? Wah bangganya bisa melihat peninggalannya,” lanjut Helmy Yahya.

Tak hanya itu, ia juga masuk ke dalam kamar Pramoedya Ananta Toer yang semasa hidupnya digunakan untuk istirahat. Bahkan ia duduk di atas kasur dan merasakan suasana ruang segi empat yang sederhana itu. Berbagai judul buku yang mengisahkan perjalanan hidup Pramoedya karya Pak Soesilo Toer juga diborong.

 http://infobloranews.blogspot.co.id/
Buku buku karya Soesilo Toer yang bercerita tentang riwayat kehidupan kakaknya diborong.
“Hari lahir Pram tanggal berapa ya? Harus kita buatkan event besar disini biar bisa menarik wisatawan untuk datang ke Blora. Pram ini tidak hanya tokoh nasional lho, tapi internasional. Banyak artis yang ngefans dengan karya-karya Pram, seperti Shopia Latjuba dan Happy Salma. Kalau bisa kita datangkan mereka supaya ikut memeriahkan acara,” terang Helmy.

Mendengar pernyataan Helmy, Wabup Arief Rohman pun menyetujuinya. Menurutnya Pemkab ingin lebih dahulu menata kawasan rumah Pram yang ada di sudut pertemuan Jl.Smbawa dan Jl.Halmahera itu. Bentuk rumah akan tetap dipertahankan sebagaimana aslinya, hanya saja akan dilakukan perbaikan di sejumlah bagian agar lebih nyaman.

“Apalagi kalau kamar Pram nanti boleh digunakan sebagai tempat menginap bagi para tamu dari luar. Pasti mereka akan sangat senang, bisa tidur di ruangan yang digunakan idolanya untuk mencari inspirasi dalam membuat karya sastra. Akan kita koordinasikan dahulu tentang ini,” ujar Arief Rohman.

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Kunjungannya hingga petang diakhiri dengan foto bersama di depan rumah PATABA.
Adapun Soesilo Toer, adik kandung Pramoedya mengatakan bahwa sebenarnya pihak keluarga ingin menghibahkan rumah ini kepada negara sebagai salah satu cagar budaya. “Kami tidak melarang jika akan dibangun dan ditata sebagai objek wisata edukasi untuk para pecinta sastra. Hanya saja kami berpesan untuk tidak merubah bentuk asli rumah peninggalan orang tua Pram ini,” pesannya.


Ia mengatakan bahwa 30 April nanti adalah peringatan Haul Pram ke 11 dan akan diselenggarakan Festival Pramoedya di rumah tersebut. Berbagai acara akan digelar mulai dari kegiatan doa bersama, kesastraan hingga pentas seni budaya. “Kalau tanggal lahirnya 6 Februari 1925, kalau mau dibuatkan event tahunan di hari kelahirannya kami sangat senang,” lanjutnya.
Share:

Selasa, 11 April 2017

Kapolsek Kunduran Polres Blora Binluh Kepada Masyarakat Kelompok Tani dan Peternak Tentang Bahaya Paham Radikalisme/Terorisme

 Binluh Kapolsek Kunduran
Binluh Kapolsek Kunduran


Guna pencegahan dan pengawasan terhadap masuknya penyebaran paham radikalisme dan terorisme di wilayah Kabupaten Blora. Kapolsek Kunduran Polres Brebes AKP Agus Budiyana, S.H.  bersama Kanit Binmas dan Kanit Intel memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada warga masyarakat  dalam acara pertemuan Kelompok Tani dan Peternak Desa Bajirejo, Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Selasa (11/04/17).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kapolsek Kunduran AKP Agus Budiyana, dalam sambutannya Kapolsek menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga masyarakat Ds. Bajirejo atas kehadirannya dalam acara sosialisasi kali ini. Kapolsek Kunduran juga menekankan kepada seluruh undangan agar menyimak semua materi yang disampaikan oleh narasumber, dalam hal ini Kanit Binmas dan Kanit Intel Polsek Kunduran. Agar masyarakat dapat memahami apa yang disampaikan dan dapat meneruskan pengetahuan yang didapat kepada sanak sodara dan tetangganya dirumah.

Binluh ini dilakukan oleh Polsek Kunduran terkait dengan Operasi Bina waspada Candi 2017 yang digelar Polres Blora, disamping itu juga untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat kelompok petani dan peternak Desa Bajirejo, untuk selalu mewaspadai gerakan radikalisme dan terorisme serta tindakan kriminal lainnya.

Dalam Hal ini Kanit Binmas Polsek Kunduran Aiptu Judiyanto selaku kanit Bintibmas Polsek Kunduran memberikan materi pembinaan dan penyuluhan tentang  Paham Radikalisme guna mempersempit ruang gerak berkembanganya paham radikalisme.

“Perlu dilakukan berbagai langkah antisipasi, diantaranya melakukan kegiatan silaturahmi dan Binluh seperti ini kepada warga masyarakat, kegaiatan yang di laksanakan di Balai Desa Bajirejo Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora ini, agar masyarakat tahu bahwa paham Radikalisme  dan terorisme itu adalah garis keras.“ katanya.

Serta penjelasan tentang radikalime pun diterangkan bahwa radikalisme adalah sekelompok orang yang menginginkan terjadinya perubahan drastis di bidang sosial politik dengan menghalalkan segala cara dari pemaksaan kehendak sampai pada tindakan kekerasan merupakan salah satu ciri dari para kelompok Teroris.

Dilanjutkan pengarahan dari Kanit Intelkam Polsek Kunduran Ipda Subiyono menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

Mengimbau kepada warga agar ikut membantu untuk melakukan deteksi terhadap orang-orang yang disinyalir ikut bergabung dalam organisasi yang menganut paham radikal.

Mengajak kepada warga untuk membantu Polri guna mengamankan diri pribadi, lingkungan dan keluarga dari pengaruh paham radikal ISIS, terorisme, dan anti Pancasila.

Aparat desa bersama tokoh masyarakat kiranya pro aktif untuk melakukan upaya pendekatan dan pembinaan terhadap warganya guna menangkal masuknya paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Selain mengimbau untuk menangkal paham radikal juga diimbau kepada warga khususnya Desa Bajirejo untuk ikut membantu Polri dalam memberantas peredaran narkoba dan tindak kriminal sebagai salah satu musuh negara perusak generasi bangsa dan kamtibmas.
Melakukan pengawasan terhadap anak dengan menerapkan pendidikan keluarga untuk mencegah pengaruh-pengaruh negatif dari luar.

Agar warga masyarakat Desa Bajirejo pro-aktif melaporkan kepada aparat keamanan dan Pemerintah setempat apabila ada kegiatan yang dianggap tidak sepaham dengan aqidah agama Islam, dan agar segera melaporkan kepada kepala dusun apabila ada tamu para warga yang menginap 1 x 24 jam.
terakhir Kanit Intel mengatakan “Bahwa Polri sebagai ujung tombak pemberantasan tindak pidana terorisme, tidak akan pernah berhasil melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, tanpa adanya dukungan dan peran aktif dari warga masyarakat”. Ujar Ipda Subiyono.
Share:

Selasa, 04 April 2017

Ini Nama-nama yang Dinilai Paling Kuat Pilkada Jateng 2018



http://infobloranews.blogspot.co.id/
Ilustrasi Pemungutan Suara di TPS

Info Blora News – Ada sejumlah kandidat muda yang diharapakan bisa maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng pada 2018 sudah di depan mata. Banyak kalangan menginginkan figur muda maju dalam pesta demokrasi di Jateng tersebut. Meski sosok Ganjar Pranowo, petahana yang masih menjabat Gubernur Jateng saat ini dinilai kuat menjadi calon gubernur mendatang, namun dorongan kuat bergeliat untuk kaum muda ikut berpartisipasi dalam Pilkada Jateng 2018 tersebut.



Diryo Suparto, SSos, MSi, pengamat politik Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, menilai bahwa banyak banyak partai seperti “ketakuran jika Ganjar maju lagi. “Seolah-olah ketakutan jika Ganjar maju Pilgub, bahkan seolah-olah Ganjar tiada lawan. Kalau memang demikian ekstrimnya, ayo kita nobatkan Ganjar jadi gubernur kembali saja biar lebih hemat,” ujar Diryo kepada Harianblora.com, Selasa (4/4/2017).




Pilkada Jateng yang tinggal menghitung bulan, lanjut dia, serasa kurang grengseng atau kurang gayeng. “Kita tidak ingin disuguhi permainan injury time yang kemudian muncul tokoh-tokoh itu saja dari periode ke periode. Partai sebagai instrumen politik dan demokrasi diharapkan memberi pencerahan dan alternatif pilihan yang layak dan mumpuni untuk memimpin jateng ke depan terutama kalangan generasi muda,” beber pria tersebut.


Ia berharap, bahwa pesta demokrasi terbuka lebar untuk semua kalangan, terutama pemuda yang dinilai lebih produktif dan enerhik. “Jateng butuh pemimpin yang energik dan inovatif dan pemuda selalu dipandang sebelah mata dengan alasan klasik belum berpengalaman terutama di pemerintahan. Padahal kalau side back ke belakang apakah Bung Karno dan Bung Hatta pernah pengalam jadi presiden dan Wapres?” tegas dia.




Di Jateng, lanjut dia, kita punya banyak tokoh yang perlu kita dorong untuk diwacanakan ke publik selain Ganjar, seperti Hendrar Prihadi Walikota Semarang, Mustofa Bupati Kudus, Kukrit dengan Suara Merdekanya. “Di pantura barat ada Yoyok mantan Bupati Batang dan Brebes punya srikandi politik Idza Priyanti sebagai salah satu dinasti politik Dewi Sri. Saya pikir semua komponen terutama kalangan pemuda untuk mendorong calon-calon alternatif jangan lagi kita dipaksa oleh partai yang kemudian masyarakat sulit memilih di antara pilihan itu,” tandas dosen tersebut.





Mari kita kawal, kata dia, agar Pilgub Jateng berkualitas dan pemilihnya juga cerdas. “Pengawalan ini setidaknya dimulai dari penyaringan balon oleh partai untuk menekan polituk transaksional,” pungkas dia.





Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Jateng, Ulil Haq, menilai bahwa Pilgub Jateng yang setahun lagi berlangsung mestinya harus ada sesuatu yang baru dan sudah saat memunculkan tokoh baru. “Karena Jawa Tengah hari ini belum ada kemajuan yang signifikan kalaupun ada pembangunan itu sifatnya rutinitas penganggaran. Kreatifitas program tidak begitu tampak, komunikasi dengan elemen publik termasuk kepemudaan pun dalam posisi yang buruk. Pilgub yang berlangsung tahun depan sudah waktunya memunculkan figur baru yang bebas persoalan masa lalu, dijawa tengah banyak pemimpin muda yang bisa menjadi alternatif calon gubernur/wakil gubernur,” beber dia.





Selain tokoh-tokoh yang disebut di atas, Ulil yang juga mantan Sekretaris DPD KNPI Kota Semarang ini menilai ada sejumlah tokoh yang perlu didorong maju Pilgub Jateng. “Ya selain Hendrar Prihadi Walikota Semarang, Kukrit Suryo Wicaksono CEO Suara Merdeka, ada sosok yang pantas yaitu Yusuf Khudhori (Gus Yusuf) Ketua PKB Jateng, terus  Nusron Wahid Kepala BNP2TKI yang juga asli Kudus dan yang lainnya,” beber dia.



Mereka, kata Ulil, adalah figur-figur muda yang layak memimpin secara kompetensi, jam terbang mereka sudah teruji dan tidak diragukan karena masih muda tentu beban persoalan masa lalu relatif kecil dan punya komitmen dengan masalah kepemudaan di Jawa Tengah.



Seperti diketahui, sudah ada sejumlah tokoh yang diusulkan bahkan deklarasi siap maju di Pilgub Jateng 2018 mendatang. Seperti Abdul Wachid Ketua DPD Gerindra Jateng dan anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Marwan Jafar mantan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi.


Selain nama-nama itu, rumor yang sudah beredar juga mendorong sejumlah tokoh. Mulai dari Ganjar Pranowo Gubernur Jateng sekarang, Hendrar Prihadi Walikota Semarang, Mustofa Bupati Kudus, Yoyok Riyo Sudibyo mantan Bupati Batang, Bambang Sadono anggota DPD RI, Ferry Wawan Cahyono Wakil Ketua DPRD Jateng, Ki Enthus Susmono Bupati Tegal, Yoyok Sukawi anggota DPRD Jateng dan lainnya.


SPONSOR
 
Share:

Kamis, 23 Maret 2017

Mau UNBK dan USBN? Simak Wejangan Bupati Blora

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Bupati Blora Memberi Wejangan
Info Blora News ~ Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Dinas Pendidikan (Disdik) pada hari Senin (27/3/2017) menyelengarakan acara Pembinaan dan Pemantapan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandart Nasional (USBN) untuk SD dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMP/MTs sederajat.


Dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho, acara diikuti seluruh Kepala UPTD TK/SD, Kepala SMP Negeri dan Swasta se Kabupaten Blora, Komite dan LSM. Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Blora, perwakilan Polres Blora, Kepala Disdik Blora, Anggota Komisi D DPRD Blora dan Dewan Pendidikan.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyoroti tentang persiapan USBN SD dan UNBK SMP sederajat. Khusus untuk SD ternyata dahulu penggandaan soal ujian dilakukan oleh pemerintah provinsi, namun untuk tahun ini secara mendadak diserahkan kepada Kabupaten. Sehingga perlu disikapi, mengingat anggaran yang dibutuhkan tidak tercover dalam APBD 2017.


“Dadakan, soal penggandaan naskah ujian kini diserahkan pada Kabupaten. Padahal tidak ada anggaran dalam APBD untuk itu. Maka saya sarankan untuk penggandaan naskah soal ujian bisa menggunakan dana BOS. Saya rasa ini tidak menyalahi aturan. Sedangkan untuk tahun depan akan kita anggarkan dalam APBD,” ucap Bupati dan disetujui oleh forum.


Sedangkan untuk persiapan UNBK SMP/MTs sederajat, Bupati meminta kepastian kepada seluruh Kepala Sekolah agar bisa melaksanakannya dengan baik dan lancar. Jika ada kendala, ia meminta agar Kepala Sekolah bisa berembug dengan Komite dan Dinas Pendidikan. Contohnya ketika menghadapi kendala ketersediaan peralatan komputer.


“Kami berkomitmen bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Pihak sekolah kerjasama dengan Komite mengusahakan peralatan komputer untuk UNBK anak-anak yang akan dilaksanakan 2 Mei mendatang. Siswa kelas IX kami ada 148 orang, dan saat ini sudah ada 50 unit komputer. Sesuai standart, setiap sekolah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri ketika memiliki peralatan komputer minimal sepertiga dari jumlah seluruh siswa. Sehingga kami sudah bisa melaksanakan sendiri,” kata Sri Nugraheni, Kepala SMPN 2 Jiken.


Sementara itu untuk SMP 1 Kristen Blora, berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolahnya Ibu Kustiyah, pihaknya terpaksa melaksanakan UNBK dengan menumpang di SMK Kristen. Pasalnya di sekolahnya tidak mempunyai peralatan komputer yang memadai, sehingga memutuskan untuk menggunakan komputer SMK Kristen.


Menyikapi hal tersebut, Bupati langsung memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) untuk mendata kebutuhan komputer seluruh SMP/MTs sederajat dalam pelaksanaan UNBK.


“Tolong Pak Wardoyo Kadisdik untuk mendata ketersediaan kompuer di seluruh SMP. Sementara jika masih ada yang menumpang UNBK di sekolah lain tidak apa-apa. Tahun depan kita berikan bantuan komputer agar tidak numpang lagi. Berikan bantuan sesuai kebutuhannya, bukan berdasarkan keinginannya,” tegas Bupati.


Ia mengapresiasi beberapa sekolah yang telah berusaha mengadakan pengadaan komputer bersama dengan Komite Sekolah. Seperti SMP Negeri 2 Jiken yang letaknya di Desa Bleboh ternyata bisa melaksanakan UNBK secara mandiri karena telah mempunyai peralatan komputer dari sekolah dan hasil sumbangan komite.


Tidak hanya ketersediaan komputer saja, Bupati juga meminta sekolah bisa mengusahakan adanya genset untuk mewaspadai jika sewaktu-waktu listrik padam ketika dilangsungkan UNBK. Hal tersebut bisa mengganggu konsentrasi anak-anak. “Sekolah harus menyediakan genset. Nanti saya juga ingin rapat dengan PLN dan Telkom agar saat UNBK tidak ada listrik padam serta jaringan internet yang lelet,” lanjut Bupati.


Setelah memastikan seluruh sekolah berkomitmen dapat menyukseskan UNBK 2017, acara dilanjutkan dengan sosialisasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Utamanya pasal yang mengatur tentang perbedaan pungutan dan sumbangan untuk sekolah.


Bupati Djoko Nugroho menegaskan untuk sekolah swasta diperbolehkan menarik pungutan, sedangkan untuk sekolah negeri tidak diperbolehkan menarik pungutan dari orang tua yang tergabung dalam komite. “Sekolah negeri hanya diperbolehkan menerima sumbangan, bukan menarik pungutan,” ucap Bupati.


Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa mengarah ke ranah hukum, Kepala Kejaksaan Negeri Blora Yuliarti langsung ikut angkat bicara dalam forum tersebut. Menurutnya seluruh Kepala Sekolah dan Komite harus bisa memahami dan membedakan antara pungutan dan sumbangan.


Menurutnya pungutan itu sifatnya memaksa dan besarannya telah ditentukan. Sedangkan untuk sumbangan sifatnya sukarela dan tidak menentukan besaran yang diminta. Ia pun memberikan contoh untuk pengadaan komputer UNBK.


“Disaat sekolah tidak mampu memenuhi komputer untuk UNBK, maka sekolah diperbolehkan mengumpulkan orang tua untuk mengeluh dan meminta tolong. Bilang saja Bapak, Ibu kami mengalami kekurangan komputer untuk UNBK, apakah ada yang bersedia memberikan bantuan?. Hal itu diperbolehkan. Namun jika menggunakan kalimat Sekolah kekurangan komputer, kami minta bantuan kepada orang tua untuk membelikan komputer, ini berarti pungutan dan tidak diperbolehkan. Dilihat konteks kalimatnya, intinya pada komunikasi,” ucap Yuliarti.


Ia mempersilahkan kepada seluruh sekolah untuk menjalin MoU dengan Kejaksaan Negeri guna memperoleh bantuan hukum atau pendampingan, agar tidak salah melangkah dalam mengambil kebijakan. Sehingga potensi pelanggaran hukum bisa diminimalkan.
Share:

Jumat, 03 Februari 2017

Untuk Lepas Penat, Koramil Jepon Tanggap Hiburan

http://infobloranews.blogspot.co.id/
Untuk Lepas Penat, Koramil Jepon Tanggap Hiburan
 
 
Info Blora News ~ Kantor Koramil 02/Jepon sebagai tempat istirahat atau istave dalam pelaksanaan sepeda santai Kodim 0721/Blora yang di pimpin langsung oleh Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf susio, S. Sos. Jumat (03/02/2017)
Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos mengucapkan terimakasih atas penyambutan ini, kegiatan ini sengaja kami galakkan supaya anggota Kodim Blora tetap sehat serta kompak disegala kegiatan yang dilakukan.
Dikesempatan itu menurut Pasi Ops Kapten Inf Edy Hermanto, kegiatan sepeda santai sudah menjadi kegiatan rutin di setiap hari jumat, peserta seluruh Perwira dan anggota, pucuk pimpinan langsung oleh Dandim Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos dan Kasdim Blora Mayor Kav Hyasintus Waleng P. ST. Jelas Pasi Ops Kodim Blora Kapten Inf Edy Hermanto saat istirahat di Koramil Jepon.
Raute start dari Makodim 0721/Blora menuju arah lampu merah Kamolan belok kiri desa Pelem, prapatan Pakis belok kanan, Desa Turi, Pasar Jepon, Kantor Koramil 02/Jepon (istirahat) kemudian Finish kembali ke Makodim 0721/Blora.
Secara terpisah, Komandan Koramil (Danramil) 02/Jepon Lettu Inf Puryanto menyampaikan, sengaja diadakan panggung hiburan di halaman kantor Koramil Jepon, bertujuan agar bagi peserta rombongan sepeda santai yang dipimpin langsung Komandan Kodim Blora Letkol Inf susilo, bisa istirahat dengan santai, bergembira, bernyanyi dan berjoget untuk melepas lelah. Beber Danramil Jepon.
Diacara panggung hiburan tersebut turut hadir Camat Jepon Free Bayu Alamanda, Kapolsek Jepon Polres Blora AKP Suparjo beserta isteri, Sekcam Heru, Sapol PP Sugi, serta Kalur Jepon Heri Puspowati.
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor