Menyajikan Berbagai Berita, Peristiwa dan Informasi di Seputar Kota Kabupaten Blora dan Sekitarnya

Kamis, 07 September 2017

Besok Malam BNPB Gelar Wayang Kulit Sosialisasi Budaya Sadar Bencana

Ki Warseno Slenk saat pentas di suatu kota. Ia besok malam akan pentas di Blora bersama BNPB dalam sosialisasi budaya sadar bencana. (foto: dok-ib)
BLORA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah akan melaksanakan sosialisasi budaya sadar bencana kepada masyarakat umum yang dikemas dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Blora, Sabtu (9/9/2017) besok.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Blora, Sri Rahayu, kemarin. Ia mengatakan bahwa kali ini Blora dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan sosialisasi kebencanaan dari BNPB dan BPBD Provinsi.

“Sosialisasi budaya sadar bencana akan diberikan oleh Kapusdatinmas BNPB Bapak Dr Sutopo Purwo Nugroho dalam pentas wayang kulit bersama Ki Warseno Slenk besok Sabtu malam mulai 19.00 WIB di Blok T Blora. Lakon yang dimainkan adalah Semar Mbangun Kahyangan,” ucap Sri Rahayu.

Kalak BPBD Blora, Sri Rahayu mengajak seluruh masyarakat
agar besok malam ikut menyaksikan wayang kulit di Blok T. (foto: dok-ib)
Dimana dalam acara tersebut rencananya akan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, jajaran pimpinan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan seluruh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Tujuannya, menurut Sri Rahayu adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang kebencanaan. Sehingga masyarakat bisa tahu langkah-langkah tanggap kebencanaan jika suatu hari terjadi bencana alam di sekitarnya. Sekaligus memberikan hiburan pelestarian seni budaya tradisional kepada warga Blora.

Selain itu, menurutnya BNPB juga akan melaksanakan program BNPB Mengajar pada Sabtu paginya bertempat di wilayah yang rawan bencana.

“Untuk program BNPB Mengajar kami arahkan di Kelurahan Ngelo dan Kelurahan Karangboyo Kecamatan Cepu yang rawan banjir ketika musim hujan datang. Sasarannya adalah anak-anak SD atau pelajar. Mereka akan diberikan pengetahuan tentang dasar-dasar tanggap bencana,” jelasnya. (humaskab | res-ib)
Share:

2 Atlet Panjat Tebing Blora Raih Medali di Ajang Road to ASIAN GAMES 2018

Agustina Sari (hijab hitam) menunjukkan raihan emasnya bersama Berthdigna (kanannya) yag meraih perunggu. (foto: dok-fpti blora)
BLORA. Dua atlet panjang tebing Kabupaten Blora, Agustina Sari dan Berthdigna Devi, mengukir prestasi di hari pertama Road to ASIAN GAMES 2018 Test Event Sport Climbing di Cikole, Lembang, Bandung (Jabar), pada hari Rabu (6/9/2017).

Bertanding di nomor Speed World Record (SWR), Agustina Sari meraih medali emas. Sedangkan Berthdigna Devi mendapat perunggu. Medali perak di nomor SWR direbut atlet Jateng lainnya, Devi Rahmiati (Banyumas).

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Blora, H Nur Fatoni, mengemukakan, kejuaraan di Cikole tersebut merupakan event wajib bagi para atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang panjat tebing. Selain atlet senior, pemanjat tebing yunior juga tampil di kejuaraan itu.

“Venue event kali ini menempati venue yang pernah digunakan di PON XIX Jabar tahun lalu,’’ ujarnya kemarin.

Bagi Agustina Sari, venue tersebut sudah tidak asing lagi. Pasalnya dia tahun lalu memperkuat kontingen Jateng di PON Jabar. Bahkan atlet yang usai tampil di PON memutuskan mengenakan jilbab tersebut menyumbang medali perak di nomor beregu putri SWR. Bisa jadi karena memiliki kenangan indah itulah, Agustina Sari tampil penuh percaya diri di event kemarin.

“Agustina Sari meraih emas. Sedangkan yuniornya yakni Berthdigna Devi mendapat perunggu,’’ tandas Nur Fatoni yang juga sekretaris KONI Blora.

Road to Asian Games 2018 Test Event Sport Climbing di Cikole masih akan berlangsung hingga 10 September. Menurut Nur Fatoni, Agustina Sari dan Berthdigna Devi masih akan tampil di nomor lainnya, yakni Lead dan Boulder.

Di harapkan di kedua nomor tersebut, kedua atlet panjat tebing Blora itu kembali meraih prestasi. Apalagi Berthdigna Devi mempunyai modal bagus di nomor Boulder. Atlet PPLP Jateng itu di akhir Agustus lalu meraih medali perak nomor Boulder di di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII di Sawahlunto, Sumatera Barat. ‘’Mudah-mudahan prestasi yang diraih bisa bertambah lagi,’’ pungkas Nur Fatoni. (aiz | res-ib)
Share:

Rabu, 06 September 2017

Harga Cabai Rawit Setan Merosot Saat Panen, Petani di Jepon Mengeluh

Cabai rawit setan segar baru saja dipetik dari lahan sawah Desa Kemiri Kecamatan Jepon, kemarin. (foto: dok-ib)
BLORA. Cabai Rawit Setan yang dulu terkenal mahal dan memiliki tingkat kepedasan tinggi ternyata saat ini harganya justru rendah. Banyak petani cabai rawit setan di Kecamatan Jepon, khususnya Desa Kemiri mengeluh merosotnya harga ketika musim panen tiba seperti yang terjadi saat ini.

Wasito, salah satu petani yang ditemui sedang memanen cabai merah setan di lahan sawah dekat Embung Desa Kemiri, Rabu (6/9/2017) kemarin, mengaku saat panen kali ini harga di pasaran hanya Rp 10 ribu per kilogram. Padahal harganya pernah sampai Rp 50 ribu per kilogram.

“Susah ini mas, di pasaran cabainya hanya laku Rp 10 ribu per kilogram. Gak cucuk sama ongkos penanaman dan perawatannya,” ujar Wasito.

Sutapsin sedang memetik cabai rawit setan di lahan yang digarapnya. (foto: dok-ib)
Hal senada juga disampaikan Ahmad Siman yang sedang memanen cabai rawit setan di tengah kebunnya. Menurutnya saat ini merupakan panen ketiga setelah ditanam pada bulan Mei lalu. Hasilnya meningkat daripada panen pertama dan kedua, namun harganya justru anjlok di pasaran.

“Ini sudah petik petiga, tapi harganya tak bagus. Di pasar lakunya sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogramnya. Petani susah kalau begini mas,” ujarnya singkat.

Suwarjo sedang menunjukkan cabai hasil panennya.
(foto: dok-ib)
Untuk diketahui, di sekitar Embung Desa kemiri yang baru saja selesai dibangun itu setidaknya ada lahan sawah sekitar 2 hektar yang ditanami cabai rawit setan. Cabai rawitnya berukuran lebih besar daripada cabai rawit lokal. Yang dipanen pun hanya cabai yang sudah berwarna merah, bukan cabai rawit kuning atau hijau.

Begitu juga dengan Muhammad Asnawi, pria paruh baya yang sedang memanen cabai rawit setan di lahan garapannya itu berharap harga bisa segera naik. Pasalnya cabai yang ditanamnya sejak akhir Mei lalu kini mulai memasuki musim panen, dan bisa dipanen hingga 10 kali petik.

“Sebenarnya cabai ini ditujukan untuk pengiriman ke Pabrik Indofood, namun karena pabriknya belum membuka pengiriman cabai jadi terpaksa kita jual ke pasaran dulu. Harga pabrik Rp 13 ribu per kilogram, kalau di pasaran ini Rp 10 ribu per kilogram. Masih rendah untuk petani,” ungkap Asnawi.

Petani lainnya, Sutapsin dan Suwarjo mengatakan bahwa cabai rawit setan ini memang lebih cocok untuk konsumsi pabrikan. Karena ukurannya yang relatif lebih besar dan rasanya lebih pedas, jarang diminati untuk konsumsi rumah tangga. Mereka berharap cabai rawit setan bisa segera dikirim ke pabrik dengan harga yang bagus.

Dalam satu kali panen atau petik, di lahan seluas sekitar 2 hektar tersebut rata-rata menghasilkan cabai rawit setan sebanyak 5 kwintal. (res-infoblora)  
Share:

Ini Sikap FKUB Blora Terkait Tragedi Kemanusiaan Rohingya Myanmar

Ngatno (kiri) sebagai perwakilan tokoh umat Budha anggota FKUB menyampaikan pandangannya tentang tragedi kemanusiaan Rohingya di hadapan jajaran Forkopimda. (foto: dok-ib)
BLORA. Dengan disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora yang terdiri dari Bupati Djoko Nugroho, Kapolres AKBP Saptono SIK MH, Kepala Kejari Yulitaria SH, MH, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Blora, Makmurin Kusumastuti, S.H.,M.H, Kepala Kemenag Drs. H. Nuril Anwar SH, MH dan lainnya. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blora menyatakan sikapnya terkait tragedi Rohingya, Rabu (6/9/2017) di Aula Kantor Kemenag Blora.

Pernyataan sikap itu disampaikan oleh Ketua FKUB Blora, H Ishad Shofawi bersama seluruh anggotanya dari tokoh lintas agama se Kabupaten Blora. Adapun beberapa point penting sikap FKUB terhadap tragedi Rohingya adalah sebagai berikut :
  1. Bahwa FKUB menolak kekerasan umat beragama dalam bentuk apapun
  2. Menjalin kerukunan antar umat beragama di masyarakat Kabupaten Blora
  3. Mengimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Blora untuk tidak terprovokasi berita di media sosial yang belum tentu kebenarannya
  4. Mendoakan masyarakat Rohingya agar masalahnya bisa segera selesai dan dapat hidup dengan damai
  5. Untuk masyarakat Blora untuk tidak ikut dalam aksi solidaritas di Candi Borobudur dan diharapkan berdoa di tempat ibadah masing-masing
“Sikap ini kami rumuskan atas kesepakatan bersama dan telah ditanda tangani di depan Bupati, Kapolres dan jajaran Forkopimda lainnya. Kami berharap masalah yang terjadi terhadap saudara kita kaum Rohingya bisa segera diselesaikan dengan damai,” terang Ishad Shofawi.

Perwakilan tokoh agama Budha, Ngatno, yang hadir dalam acara tersebut juga menyatakan bahwa dirinya sebagai wakil umat Budha Kabupaten Blora ikut mengecam terjadinya tragedi krisis kemanusiaan pada kaum Rohingya di Myanmar.

“Ini krisis kemanusiaan. Dalam ajaran agama Budha yang kami peluk, sang Budha selalu mengajarkan cinta damai terhadap sesama. Tidak ada ajaran yang mengajarkan kekerasan. Kami berharap pemerintah Myanmar bisa menyelesaikan masalah dengan damai dan menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan. Jangan disangkut pautkan dengan isu agama,” ujarnya.

Ketua FKUB Blora H Ishad Shofawi menyerahkan surat kesepakatan bersama
yang berisi pernyataan sikap terhadap tragedi Rohingya kepada Bupati (foto: dok-ib)
Senada dengan Ngatno, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Blora, Ngastoyo S.PdI juga menyatakan hal yang sama. Ia sepakat bahwa yang terjadi di Myanmar adalah sebuah krisis kemanusiaan dan kaum Rohingya membutuhkan uluran bantuan segera.

“Daripada ikut demo, saya pikir lebih baik mengidentifikasi apa yang saat ini diperlukan kaum Rohingya disana sehingga kita bisa memetakan bantuan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Kalau mereka butuh obat-obatan, kita kirim bantuan obat. Kalau butuh sembako, kita kirim bahan pangan. Sehingga bisa dirasakan betul manfaatnya,” ucap Ngastoyo.

Ia mengaku saat ini Muhammadiyah sedang melaksanakan persiapan penyaluran bantuan ke Rohingya dan mengajak ormas lainnya untuk bersama-sama melakukan hal yang sama.

Adapun Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora, H Aunur Rofiq Msi memastikan bahwa seluruh banom dan organisasi yang ada dibawah NU tidak ada yang akan berangkat ke Magelang untuk mengikuti aksi demo.

“Ansor, Banser, IPPNU, IPNU dan lainnya tidak ada yang akan berangkat ke Magelang. Kita anjurkan untuk melaksanakan penggalangan bantuan dan doa bersama,” kata Aunur Rofiq.

Mendengar beberapa pernyataan sikap tersebut, Bupati Djoko Nugroho langsung memberikan apresiasi kepada FKUB. Ia mempersilahkan masing-masing ormas atau agama untuk melakukan penggalangan bantuan untuk disalurkan ke Rohingya, dan dikoordinir bersama-sama.

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan berbagai Ormas Islam di Blora, perwakilan Agama Kristen, Agama Katholik, Agama Budha, Agama Hindu dan Konghucu. Usai dibacakan, pernyataan sikap FKUB tersebut lantas ditandatangani bersama dan diserahkan kepada Bupati. (humaskab | res-ib)
Share:

Bupati : Warga Blora Jangan Ikut Aksi Rohingya di Candi Borobudur Magelang

Bupati Djoko Nugroho (kiri) menyampaikan ajakannya agar warga masyarakat Blora tidak ikut aksi di Magelang dalam rapat koordinasi Forkopimda bersama FKUB. (foto: dok-ib)
BLORA. Menanggapi adanya rencana aksi demonstrasi atau orasi solidaritas muslim Rohingya di Candi Borobudur Magelang oleh beberapa ormas Islam tertentu pada Jumat (8/9/2017) mendatang, Bupati Djoko Nugroho pun memberikan arahan untuk warga Blora.

Arahan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) di Kantor Kemenag Kab.Blora, Rabu (6/9/2017) kemarin. Dimana ia melarang warganya untuk mengikuti aksi di Magelang tersebut.

Alasannya, menurut Bupati Djoko Nugroho tragedi yang terjadi pada kaum Rohingya di Negara Bagian Rakhine Myanmar merupakan tragedi krisis kemanusiaan, sehingga jangan dikait-kaitkan dengan isu agama, apalagi sampai menggelar aksi.

“Kita sepakat, bahwa apa yang terjadi pada saudara saudara Rohingya di Myanmar adalah krisis kemanusiaan. Tidak ada sangkut pautnya dengan konflik agama Budha dan Islam, sehingga saya minta seluruh warga Blora jangan mudah terprovokasi untuk mengikuti aksi aksi yang menyudutkan agama tertentu,” tegasnya.

Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB mengikuti rapat koordinasi dengan Forkopimda. (foto: dok-ib)
Ia menyatakan keprihatinannya atas tragedi yang terjadi dan mengajak seluruh umat beragama di Kabupaten Blora untuk bersama-sama memberikan bantuan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan kaum Rohingya. Salah satunya dengan mendirikan posko bantuan dan menggelar acara doa bersama, bukan aksi demo.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Blora AKBP Saptono SIK, MH. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi pada kaum Rohingya merupakan krisis kemanusiaan akibat adanya masalah intern di negara tersebut, bukan masalah agama. Seluruh umat beragama di Blora diminta tidak terprovokasi untuk mengikuti aksi di Magelang yang rawan ditumpangi oleh kepentingan tertentu sehingga berpotensi digiring ke isu SARA.

“Demo di Candi Borobudur tidak diijinkan, karena ini merupakan situs cagar budaya dan dilarang oleh undang-undang. Tragedi krisis kemanusiaan di Myanmar tidak ada hubungannya dengan Candi Borobudur. Jadi kalau niatnya ingin membantu saudara kita Rohingya, lebih baik kita doakan di tempat ibadah masing-masing atau mengirimkan donasi bantuan kesana,” terangnya. (humaskab | res-ib)
Share:

Selasa, 05 September 2017

Blora Jadi Tuan Rumah Liga Santri Nusantara 15-17 September

Jadwal dan bagan pertandingan Liga Santri Nusantara 2017 di Blora. (foto: dok-ib)
BLORA. Kabupaten Blora bersiapn menjadi tuan rumah Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jawa Tengah Subregion 1 B. Ketua Panpel LSN Subregion 1B Blora, Maryanto memastikan bahwa LSN 2017 tersebut akan digelar 15-17 September dengan mengambil tempat di Stadion Kridosono Blora.

Ia mengatakan bahwa kepastian itu diperoleh setelah panitia lokal Blora mendapatkan persetujuan dari panitia LSN Jateng terkait waktu penyelenggaraan event sepak bola yang dikhususkan bagi kalangan santri tersebut. ‘’Sudah fix 15-17 September, Jumat hingga Minggu,’’ ujar Maryanto, kemarin.

Untuk diketahui, sebelumnya, LSN 1B Blora dijadwalkan akan digelar 2-3 September. Namun karena subregion Jepara bergabung ke Blora, maka dilakukan perubahan jadwal. Apalagi jumlah peserta bertambah banyak seiring dengan penggabungan tersebut. Hingga akhirnya panpel LSN Jateng bersama panpel lokal Blora menyepakati perubahan jadwal menjadi 15-17 September.

Maryanto mengemukakan, LSN di Blora diikuti sebanyak 13 kesebelasan. Ke-13 tim tersebut berasal dari Jepara, Kudus, Demak, Pati, Rembang, Blora dan Grobogan. Mereka adalah kesebelasan NH United Blora, Khozin FC Blora, An Nur FC Blora, Al Hikmah FC Blora, Al Alif FC Blora, Sirbin FC Grobogan, Amtsilati FC Jepara, RMB FC Jepara, Dafa FC Pati, Mathole’ FC Pati, Rifking FC Demak, Yanbu’ FC Kudus dan Robin FC Rembang.

Dengan durasi liga selama tiga hari yakni Jumat (15/9) hingga Minggu (17/9) itu maka total pertandingan yang akan digelar sebanyak 12 laga.

“Pertandingan menggunakan sistem gugur. Kesebelasan yang memenangkan pertandingan akan melaju ke pertandingan berikutnya hingga ke babak final,” kata Maryanto.

Dia menyebutkan, khusus LSN Blora ini memperebutkan Piala Gus Yaqut. LSN 2017 diperuntukkan bagi pemain maksimal berusia 17 tahun.

“Dengan padatnya jadwal pertandingan, tentu akan menjadi tantangan bagi masing-masing kesebelasan untuk mengadu strategi agar pemain tidak kelelahan,’’ kata Maryanto yang juga mantan sekretaris Askab PSSI Blora. (am/res-ib)
Share:

Bulog Blora Siap Salurkan Rastra 11.497 Ton Per Bulan

Penyaluran rastra dari Gudang Bulog Tempellemahbang Jepon Blora ke sejumlah Kecamatan/Desa. (foto: dok-ib)
BLORA. Stok beras yang ada di Gudang Bulog Tempellemahbang Jepon Blora menumpuk dan siap untuk disalurkan sebagai beras kesejahteraan (Rastra) kepada masyarakat wilayah Kabupaten Blora.

Kepala Gudang Bulog Tempellemahbang Jepon Blora Suismutoyo pada hari Selasa (5/9/2017) kemarin mengatakan bahwa pihaknya siap mendistribusikan beras kesejahteraan (rastra) kepada masyarakat, karena stok yang ada di gudang cukup untuk disalurkan.

“Alokasi jatah tiap bulannya mencapai 11.497 ton, saat ini stok beras lebih dari cukup bahkan sampai 10 bulan kedepan,” kata Suismutoyo.

Diharapkan dalam distribusi kali ini, tidak lagi dibagikan rata kepada seluruh masyarakat tetapi langsung kepada keluarga penerima manfaat seperti yang ada di data. Sehingga tiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat ) mendapat 15 kg.

Menurutnya, Pemkab Blora sejak hari Selasa (5/9/2017) mulai menyalurkan beras sejahtera (rastra) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Blora.

Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Surana sebagai pendamping program Upsus Pajale bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan membenarkan bahwa, pada Selasa (5/9/2017) kemarin Bulog telah menyalurkan Rastra di kedua wilayah yakni, wilayah Kecamatan Sambong sebanyak 62.640 Kg, Sedangkan wilayah Kecamatan Jiken sebanyak 78.660 Kg untuk dua bulan September dan Oktober 2017.

“Kodim 0721/Blora melalui para Babinsa siap membantu dan pengawal kelancaran pelaksanaan pendistribusian rastra, agar dalam pelaksanaannya cukup tertib, aman dan lancar.” ungkap Pasiter Kapten Inf Surana ketika ditemui di Gudang Bulog. (Pendim | res-ib)
Share:

Korban Kebakaran di Desa Jomblang Terima Bantuan dari Polres Blora

Kapolres Blora AKBP Saptono SIK MH menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Jomblang. (foto: dok-ib)
BLORA. Peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Jomblang Kecamatan Jepon pada Senin dini hari (4/9/2017) lalu menimpa 5 rumah milik Warno, Bambang Adi Susilo, dan Suwaji mendapatkan perhatian dari Polres Blora.

Dimana pada hari ini Selasa (5/9/2017) kemarin, Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, didampingi Kabag Ops Kompol I Gede Arda, Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo,S.H, M.H dan Kapolsek Jepon AKP Joko Priyono, S.H dan sejumlah anggota langsung meninjau lokasi TKP kebakaran sekira pukul 09.30 WIB.

Bertemu dengan korban di TKP, Kapolres Blora AKBP Saptono, mengungkapkan turut perhatian atas musibah kebakaran ini, apalagi katanya saat ini masih dalam suasana lebaran Idul Adha 1438 H.

“Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, saya selaku pimpinan jajaran Polres Blora turut prihatin. Saya berharap para korban tabah menerimanya,” ungkap Kapolres Blora.

Dikatakannya, untuk mengamankan TKP saat ini pihaknya telah memasang garis polisi. Terkait penyebab kebakaran hingga saat ini masih ditelusuri, kuat dugaan akibat konseling arus pendek listrik, untuk kerugian ditaksir capai 300 juta rupiah.

Sebelum meninggalkan tempat Kapolres Blora bersama jajaran Polwan sekaligus dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-69 memberikan sumbangan bantuan kepada ketiga korban kebakaran di Desa Jomblang tersebut.

Peninjauan lokasi kebarakan oleh Kapolres. (foto: dok-ib)
Bantuan yang diberikan dalam bentuk uang, sembako, dan pakaian bekas masih layak pakai yang nantinya akan digunakan sebagai biaya operasional oleh tiga kepala keluarga yang mengalami musibah tersebut.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban warga yang kebakaran rumahnya, dan semoga korban diberi ketabahan,” imbuhnya.

Kapolres juga menghimbau seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran, pasalnya kebakaran tidak hanya menghanguskan harta benda melainkan mengakibatkan kerugian bagi warga karena kehilangan tempat tinggalnya.

"Pastikan semua hal-hal yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran, seperti komor gas, peralatan elektronik, lebih baik matikan listrik saat berpergian,” imbau Kapolres AKBP Saptono.

Salah seorang korban yang juga pemilik rumah, Warno, mengucapkan terimaksih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kapolres Blora. Dirinya mengatakan bahwa mereka bersama keluarga memilih mengungsi di rumah keluarga dan kerabat yang tak jauh dari desanya.


“Terima kasih Pak Kapolres atas bantuannya bagi kami, sementara kami tinggal mengungsi di rumah keluarga, yang lokasinya masih tetangga desa,” ujarnya. (res-infoblora)
Share:

BPBD Blora Siapkan Bantuan Air Bersih ke 161 Desa

Sri Rahayu, Kalak BPBD Blora menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan bantuan air bersih untuk desa-desa yang dilanda kekeringan. (foto: dok-ib)
BLORA. Menyikapi kekeringan yang melanda desa-desa di saat musim kemarau ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mulai menyiapkan penyaluran (droping) bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Blora, Sri Rahayu, ketika dihubungi Selasa (5/9/2017) kemarin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para kepala desa (kades) untuk melakukan pendataan wilayah yang terjadi kekeringan.

“Bantuan air bersih sudah kita upayakan. Dalam minggu-minggu ini akan segera disalurkan. Sudah ada 161 desa yang mengajukan bantuan air bersih, yang paling banyak desa-desa di Kecamatan Jati,” ucap Sri Rahayu yang akrab dipanggil Bu Yayuk ini.

Menurutnya, setiap desa akan diberikan bantuan dua truk tangki air bersih secara bertahap bergantian dengan desa-desa lainnya.

“Sasaran pertama nanti akan diberikan ke desa-desa di Kecamatan Jati terlebih dahulu, karena wilayah ini yang memiliki dampak kekeringan terparah jika dibandingkan dengan wilayah Kecamatan lainnya,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang ada, Bu Yayuk menyatakan 161 desa yang mengajukan bantuan air bersih itu terdapat di 15 Kecamatan dari 16 Kecamatan se Kabupaten Blora, kecuali Kecamatan Kradenan.

“Kekeringan sementara ini ada dialami oleh 155.756 KK di 161 Desa, dengan luas terdampak 864,175 km2,” ujarnya.

Jika ada badan, perusahaan atau organisasi lain yang ingin memberikan donasi bantuan air bersih, ia mempersilahkan untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu agar penyalurannya tidak tumpang tindih dengan jadwal BPBD.

“Kami harap para donatur bisa berkoordinasi dengan BPBD terlebih dahulu untuk menyalurkan air bersih. Tujuannya untuk pemerataan sehingga semua desa yang mengalami kekeringan bisa tercover dengan baik. Pasalnya data desa-desa kekeringan ada disini,” harapnya.

(berita sebelumnya : klik - Kekeringan, 161 Desa di Blora Ajukan Bantuan Air Bersih)

Ia mengatakan bahwa bulan September ini merupakan puncak musim kemarau di Kabupaten Blora yang diperkirakan baru akan berakhir pada dasa harian ketiga bulan Oktober. Pihaknya meminta agar seluruh warga masyarakat di Kabupaten Blora melakukan penghematan penggunaan air. (humas | res-ib)
Share:

Kekeringan, 161 Desa di Blora Ajukan Bantuan Air Bersih

Memasuki bulan September, sudah ada 161 desa mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Blora. (foto: ilustrasi kekeringan)
BLORA. Datangnya musim kemarau sejak bulan Agustus kemarin hingga memasuki bulan September ini ternyata mulai dirasakan dampaknya di sebagian besar desa-desa Kabupaten Blora. Berdasarkan data yang masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, dari 295 desa/kelurahan se Kab.Blora sudah ada 161 desa yang mengajukan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Blora, Sri Rahayu ketika dihubungi Selasa (5/9/2017) membenarkan bahwa sudah ada 161 desa yang melayangkan surat ajuan bantuan air bersih ke kantornya.

“Sudah ada 161 desa yang masuk. Dari 16 Kecamatan se Blora, 161 desa itu tersebar di 15 Kecamatan. Hanya desa-desa di Kecamatan Kradenan yang belum mengajukan bantuan air bersih. Paling banyak adalah desa-desa di wilayah Kecamatan Jati,” ujarnya.

Menurutnya, banyaknya pengajuan bantuan dilakukan menyusul sulitnya warga mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Sudah banyak aumber air yang menyusut debitnya, bahkan mengering. Sehingga tak jarang, bagi warga yang mampu nekat beli air dari desa sebelah.

Kekeringan tidak hanya dialami desa yang jauh dari sumber air ataupun sungai besar. Namun berdasarkan data yang ada, sebaran desa yang mengalami kekeringan hampir merata di 15 kecamatan. Setiap kecamatan ada desa yang kekeringan meski jumlahnya berbeda.

(berita selanjutnya : klik - BPBD Blora Siapkan Bantuan Air Bersih ke 161 Desa)

Pihaknya mengaku saat ini sedang menyusun jadwal penyaluran bantuan air bersih ke seluruh desa yang telah melaporkan terjadinya kekeringan. “Kami sedang petakan untuk penyaluran bantuan air bersih,” ucapnya singkat. (res-infoblora)
Share:
SUARA BLORA MENYAJIKAN INFORMASI BERITA PERISTIWA SEPUTAR WILAYAH KOTA BLORA DAN SEKITARNYA

Sponsor